• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 23 April 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Gubernur NTT Siap Diperiksa Terkait Dana BOS
    ALBERT R. | Kamis, 12 Desember 2013 | 12:22 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Gubernur
    Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya

     

     
    Kupang,Flobamora.net - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya menyatakan
    kesiapannya untuk memenuhi panggilan kepolisian untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus
    dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2011-2012 sebesar Rp23 miliar.

    "Kalau dipanggil, saya siap penuhi panggilan untuk diperiksa terkait dana BOS itu," kata
    Gubernur NTT Frans Lebu Raya kepada wartawan di Kupang, Kamis (12/12).

    Namun, dia mengaku belum mengetahui terkait rencana pemeriksaan tersebut, karena menurut
    Frans, dana BOS untuk urusan pemerintah pusat, bukan daerah.

    Kata dia, daerah hanya bertugas menyalurkan dana tersebut ke sekolah-sekolah penerima.

    Dia mengakui dana BOS yang disalurkan dari pemerintah pusat dimasukan dalam APBD Provinsi
    NTT sebagai pendapatan daerah. "Setelah dilakukan verifikasi, dana itu pun akan disalurkan
    ke sekolah. Kami tidak mengelolanya," kata Frans.

    Dia mengatakan, tahun-tahun sebelumnya dana BOS masuk ke rekening pemerintah
    kabupaten/kota, namun pemerintah pusat menilai lebih efektif disalurkan melalui pemerintah
    provinsi sejak tahun 2012.

    Sebelumnya, aparat Satuan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Resor Kupang Kota,
    berencana akan memeriksa Gubernur NTT Frans Lebu Raya pada awal tahun 2014 terkait kasus
    dana BOS tahun 2011-2012  senilai Rp 23 miliar.

    Dana BOS itu yang dikelola Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kota Kupang dan
    Provinsi Nusa Tenggara Timur, dalam pelaksanaannya diduga telah terjadi manipulasi data
    penerima. Sehingga dari total dana Rp 23 miliar, penyaluran dana senilai Rp 12,7 miliar
    diduga fiktif.*** (Risky)

     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.