• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 25 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Antisipasi Teror Bom, Gegana Steril Gereja Katedral Larantuka
    VICKY DA GOMEZ | Kamis, 13 April 2017 | 22:22 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Antisipasi
    Anggota Gegana Polda NTT sedang melakukan strerilisasi di dalam Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka sebelum perayaan Misa kamis Putih untuk mengantisipasi teror bom, Kamis (13/4)

     

     

    LARANTUKA,FLOBAMORA.NET – Misa Kamis Putih (13/4) di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka dimulai pukul 18.30 Wita. Sebelum ibadah misa dimulai Tim Gegana Polda NTT melakukan sterilisasi di dalam gereja. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi teror bom.
           

    Seperti disaksikan media ini, satu jam sebelum dimulainya ibadah, sebanyak 7 anggota Gegana melakukan sterilisasi. Mereka memeriksa seluruh bangku, altar, podium, dan di ruangan sakristi.

    Selain itu umat yang berdatangan untuk mengikuti ibadah juga ikut diperiksa dengan menggunakan metal detector. Anggota Gegana berjaga-jaga pada dua pintu masuk. Semua barang bawaan umat terutama tas diperiksa secara teliti.

    Kapolres Flotim Arri Vaviriyanto yang ditemui di halaman Gereja Katedral Larantuka menjelaskan pihaknya menurunkan 223 personil untuk mengamankan semua kegiatan selama Semana Santa. Personil keamanan itu terdiri dari 33 anggota Gegana, 30 personil Kodim 1624 Flotim, 1 unit Polair, dan ratusan aparat Polres Flotim.

    Arri Vaviriyanto yang belum lama bertugas di Polres Flotim ini mengatakan petugas keamanan lebih mengedepankan pengamanan secara preventif dengan mengutamakan informasi dan kinerja intelijen. Jika ada laporan yang harus ditindaklanjuti, maka langkah berikut yang dilakukan yakni dengan upaya-upaya kepolisian.

    Dia menyebut misalnya, apabila diketahui terdapat jalur rawan penyusupan atau penyepundupan bahan-bahan peledak, maka aparat keamanan akan melalukan penggeledahan dan pemeriksaan.

    “Seperti yang baru saja kami lakukan, ada sterilisasi gereja, di mana tempat beribadah umat, ini kita maksudkan sebagai hal pencegahan karena kita tidak mau apabila di kemudian hari kita lengah ternyata ada orang-orang tidak bertanggungjawab memasukkan bahan peledak ke dalam gereja ini,” ungkap Arri Vaviriyanto.

    Informasi yang dihimpun dari panitia, Misa Kamis Putih ini diperkirakan berlangsung selama 3 jam. Gereja Katedral Larantuka dipastikan tidak mampu menampung umat dan peziarah yang mengikuti ibadah. Untuk menyiasatinya, panitia membangun tenda di luar gereja dan menyiapkan tempat duduk bagi umat.
    Sebagaimana tradisi Gereja Katolik, maka pada Misa Kamis Putih diadakan perayaan ekaristi pembasuhan kaki 12 rasul yang dilanjutkan. Usai perayaan ekaristi dilanjutkan dengan adorasi (penyembahan) umum, doa bergilir di depan sakramen Maha Kudus, serta mencium Arca Tuan Ma di Kapela Tuan Ma dan mencium Arca Tuan Ana di Kapela Tuan Ana.

    Tradisi unik yang dilakukan pada Kamis Putih di Larantuka yakni promesa lakademu dari Gereja Katedral sampai ke Kapela Tuan Ana. Para anggota lakademu memeriksa rute perjalanan dan mengecek kesiapan armida-armida atau tempat perhentian.

     

    Aksi jalan-jalan melakukan ‘inspeksi’ ini disebut  jalan kure. Para lakademu berjalan bergandengan tangan sepanjang rute prosesi dan berhenti di tiap armida memeriksa keamanan jalan dan keadaan sekitar delapan armida itu.***


     
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.