• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Dinkes Ende Ingatkan Warga Waspadai Pengobatan Gratis Liar
    ALEX | Selasa, 16 Mei 2017 | 14:19 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Dinkes
    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende dr.Muna Fatma

     

     

    ENDE, FLOBAMORA.NET - Maraknya aksi pengobatan gratis yang dilakoni oleh perorangan atau kelompok di beberapa wilayah di kabupaten Ende membuat warga resah.

    Hal ini membuat Dinas Kesehatan setempat mengambil tindakan tegas untuk melarang kegiatan itu, dan meminta warga untuk tidak mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan tokoh agama dari mimbar gereja juga melarang umat untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende dr. Muna Fatma dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (15/5) membenarkan adanya larangan tersebut.

    Fatma mengaku mendapatkan informasi tersebut saat dirinya bertugas ke Jakarta beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, saat petugas kesehatan terjun ke lapangan ternyata modus pengobatan gratis kepada warga benar terjadi.

    “Benar, saya dapat informasi dari petugas kami. Saya kemudian minta mereka untuk mendatangi kegiatan tersebut. Saat diperiksa mereka tidak mengantongi surat izin pengobatan,” ucap Fatma.

    Fatma mencurigai ada modus tertentu di balik pengobatan gratis oleh sekelompok orang. Dirinya juga membantah pengobatan gratis tersebut dilakukan petugas kesehatan Kabupaten Ende.

    Lebih jauh Muna Fatma mengatakan,berdasarkan laporan dari lapangan ada empat wilayah yang menjadi aksi pengobatan tanpa izin tersebut yakni wilayah Moni, Pe’i Benga, Watunggere, dan wilayah Nangapanda.

    “Wilayah-wilayah tersebut di pedalaman dan  susah dijangkau. Mereka juga menjual obat berbentuk kapsul,” kata dia.

    Sebagai tindak lanjut pihak Dinkes Ende, lanjutnya, telah mengeluarkan surat pemberhentian aktivitas pengobatan oleh sekelompok orang tersebut.

    Pihaknya juga sudah berkordinasi dengan masing-masing camat dan Pemerintah Desa untuk mencegah aktivitas tanpa izin tersebut.

    “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada. Jika mau periksa atau berobat pergilah ke Puskesmas yang sudah disiapkan. Di sana akan dilakukan tindakan sesuai prosedur. Saya juga mengingatkan untuk waspadai jual beli obat sistem online karena tidak ada pengawasan,” paparnya.

    Sementara itu, dari mimbar gereja, Minggu (14/5) di seluruh kevikepan Ende, telah diumumkan secara resmi oleh para pastor paroki kepada umatnya masing-masing terkait larangan untuk mengikuti kegiatan dimaksud. Seperti di Gereja Kristus Raja Katedral Ende RD Ambros Nanga, Pr mengimbau untuk tidak cepat terbuai dengan slogan gratis.

    "Dalam pertemuan para pastor, Vikep sudah melarang untuk ikut kegiatan itu.Jangan karena gratis kamu mau ikut. Kita harus waspada di tengah situasi sekarang mungkin ada agenda lain yang terselubung," kata RD Ambros sambil tidak menjelaskan agenda yang dimaksud.

    Karena itu ia mengajak umat untuk lebih berhati-hati dan hanya boleh ikut kalau diselenggarakan pemerintah dalam hal ini Dinkes atau mereka yang sudah mendapat surat izin dari Dinkes.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.