• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 25 Januari 2022

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Di Ende, 105 Orang Meninggal Karena AIDS
    ALBERT VINCENT REHI | Rabu, 20 September 2017 | 13:31 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Di
    ilustrasi

     

     

    ENDE, FLOBAMORA.NET - Hingga Juni 2017 , jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Ende mencapai 195 kasus dari total 5.079 kasus di NTT  dengan rincian AIDS 151 kasus dan HIV 44 kasus. Sedangkan total yang meninggal 105 orang.

     

    Pengelola Program dari Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Ende , Valen A. Raki menuturkan, kasus HIV/AIDS tertinggi adalah ibu rumah tangga 43 kasus. Diikuti swasta 35 dan petani sebanyak 34 kasus. Sedangkan paling kecil adalah perawat dengan jumlah satu kasus.

     

    “ Jumlah tersebut terdeksi dari opname atau tes di klinik VCT. Belum terhitung yang tidak elakukan pemeriksaan,” kata Valen, Jumad  (15/9) pekan lalu.

     

    Valen menjelaskan, kasus paling tinggi di wilayah Kecamatan Ende Tengah sebanyak 28 kasus, Wolowaru 21 dan Kecamatan Detusoko 20 kasus.

     

    Dilhat dari sisi usia pengidap HIV/AIDS ,25 - 29 tahun 60 kasus., 30 - 34 tahun 59 kasus. Sementara usia 40 - 44 tahun 33 kasus dan 45 - 49 tahun sebanyak 12 kasus.

     

    “Yang umur diatas 50 tahun juga ada tujuh kasus. Lebih banyak ibu rumah tangga,”katanya.

     

    Ia menuturkan, cara penularan lewat seks bebas tanpa pengaman dengan jumlah kasus 174 atau 89 persen.

     

    Sementara penularan saat kelahiran atau Perinatal sebanyak 10 kasus atau 5 persen. Angka ini sama dengan penularan pada homo seks.

     

    “Kalau penularan melalui narkoba suntik atau penasun hanya satu kasus saja,”ujar Valen

     

    Ia menjelaskan, untuk melakukan pencegahan peningkatan kasus HIV-AIDS, pihaknya melakukan pembagian kondom beberapa waktu lalu.

     

    Selain itu, pihak KPA membentuk komunitas yang dinamakan komunitas orang dengan HIV-AIDS atau ODHA. Komunitas ini dibentuk guna untuk melakukan sharing atau berbagi obat pencegah penyakit menular tersebut.

     

    “Jadi, kalau sudah berbagi berarti mereka sudah bisa mengetahui penyakit yang dialami,”tutur Valen.

     

    Namun demikian, jelas dia, program tidak berjalan sesuai harapan sebab terdapat beberapa hambatan. Misalnya, kesadaran masyarakat, anggaran serta tenaga kesehatan yang minim.***

     


     


    Sumber: Humas Pemkab Ende
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.