• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 10 Desember 2018

     

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Hipertensi Itu ibarat Wanita atau Pria Idaman Lain
    ANA DEA | Sabtu, 08 Maret 2014 | 09:27 WIB            #GAYA HIDUP

    Hipertensi
    Dok/Web: Ilustrasi

     

    Jakarta, Flobamora.net - Hipertensi merupakan kondisi yang menjadi faktor risiko dari berbagai penyakit fatal, antara lain stroke, retinopati, penumpukan plak di pembuluh darah, penebalan dinding ruang jantung, dan gagal ginjal.

     

    Bahkan Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) Moh Hasan Machfoed mengibaratkan hipertensi sebagai wanita atau pria idaman lain (WIL/PIL).

     

    "Punya hipertensi itu ibarat punya WIL/PIL. Kalau tidak ketahuan tidak apa-apa, tapi kalau sampai ketahuan bisa berbahaya," ujarnya dalam konferensi pers "The 8th Annual Meeting of Indonesian Society of Hypertension" pada Jumat (7/3/2014) di Jakarta.

     

    Hasan menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan gejala hipertensi yang sulit untuk dilihat. Dengan kata lain, hipertensi hampir tidak bergejala. Umumnya hipertensi baru menunjukkan gejala ketika kondisinya sudah parah.

     

    "Begitu ketahuan, orang sudah mengalami stroke, gagal ginjal, atau serangan jantung. Padahal, semua itu akibat hipertensi yang tidak disadari yang terjadi dalam waktu yang relatif lama," terangnya.

     

    Karena itu, Hasan menyarankan supaya orang tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan rutin untuk mengetahui kondisi tekanan darahnya. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan rutin setiap tahun.

     

    Bahkan, jika hasil pemeriksaan tekanan darah cenderung tinggi maka sebaiknya pemeriksaan berikutnya dilakukan dalam jangka waktu tiga atau empat bulan kemudian. Dan, jika sudah tergolong hipertensi maka pemeriksaan perlu dilakukan setiap bulan.

     

    Tekanan darah yang normal yaitu berkisar 100/60 mmHg hingga 140/90 mmHg. Menurut dokter spesialis ilmu penyakit dalam Suhardjono, jika angkanya lebih dari itu maka sudah dikategorikan sebagai hipertensi.

     

    Namun, untuk memastikan tekanan darah seseorang termasuk hipertensi atau tidak, diperlukan pengontrolan rutin. Pemeriksaan juga perlu dilakukan dalam kondisi tubuh yang rileks karena tekanan darah cenderung meningkat saat beraktivitas.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.