• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 31 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Bawaslu NTT Minta Media Kawal Proses Pemilu
    ALBERT VINCENT REHI | Jumat, 13 Oktober 2017 | 20:15 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Bawaslu
    Jemris Fointuna

     

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTT meminta media massa di NTT untuk menjaga dan mengawal jalannya proses Pemilu di NTT baik Pilkada tahun 2018 maupun Pilpres dan Pileg tahun 2019. Media massa dianggap mempunyai peran strategis menyukseskan pesta demokrasi tersebut.

     

    Harapan tersebut disampaikan anggota Banwaslu NTT Bidang Pencegahan Jemris Fointuna dalam kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipasi di Kantor Bawaslu NTT di Kupang, Kamis (12/10). Sosialisasi ini dihadiri wartawan media cetak dan elektronik.

    Jemris mengatakan, media massa mempunyai tanggung jawab untuk menyukseskan Pemilu, sehingga media massa akan menjadi mitra Bawaslu dalam mengawal jalannya proses Pemilu yang independen. Media, lanjutnya, akan menyajikan informasi yang berimbang dan sesuai fakta terutama terkait jalan proses Pilkada maupun Pemilu.

     

    “Kami berharap kita ke depan bisa bermitra dalam konteks kita sama-sama bertanggung jawab dalam proses Pemilu. Tentunya porsi kita beda. Media menyajikan informasi yang berimbang, akurat, sesuai fakta dan proses sosialisasi berjalan dengan lancar,” ujar Jemris.

    Menurutnya, Bawaslu sangat membutuhkan media massa terutama dalam proses sosialisasi dan mengawasi setiap proses dan tahapan Pemilu. Saat ini Bawaslu sudah siap untuk mengawasi jalannya Pemilu terutama Pilkada tahun 2019.

     

    “Suasana sekarang masih berjalan sesuai aturan kita berharap sampai selesai berjalan dengan baik,” katanya.

     

    Ia menambahkan, sesuai Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 ada perubahan paradigma menyangkut tugas Bawaslu. Menurut Jemris, sebelumnya Bawaslu lebih pada pengawasan dan penanganan pelanggaran, namun kini lebih dimaksimalkan pada fungsi pencegahan. “Kalau sekarang Bawaslu akan lebih banyak melaksanakan fungsi dan strategi pencegahan. Kita akan lebih banyak di lapangan untuk melakukan sosialisasi, ungkapnya.

     

    Ia menambahkan, strategi pencegahan itu antara lain untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi pelanggaran termasuk mengkoordinasikan, mensupervisi, membimbing, memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan Pemilu di tingkat provinsi. Selain itu, melakukan koordinasi dengan instansi pemerintah dan pemda terkait meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu di wilayah provinsi.

     

    Kita harapkan supaya media sebagai sumber informasi bagi kami penyelenggara. Kalau ada pelanggaran sampaikan supaya kami bisa menindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.