• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 01 Juni 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pemerintah Bangun Tiga PLTMG di NTT
    ALBERT VINCENT REHI | Sabtu, 21 Oktober 2017 | 07:06 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pemerintah
    Peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek ini dilakukan Gubernur NTT Frans Lebu Raya di Dusun Panaf, Desa Lifueo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Selasa (20/10) terhadap PLTMG Kupang Peaker.

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Pemerintah membangun tiga Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di tiga lokasi berbeda di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan kapasitas total 100 megawatt (Mw).

     

    Tiga proyek itu ialah PLTMG Kupang Peaker berkapasitas 40 Mw di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang dengan total investasi Rp700 miliar.

     

    Selanjutnya PLTMG Maumere berkapasitas 40 Mw di Desa Hodar, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka berkapasitas Rp 694 miliar, dan Mobile Power Plant (MPP) Flores berkapasitas 20 Mw di Desa Rangko, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat dengan investasi Rp 427 miliar.

     

    Peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek ini dilakukan Gubernur NTT Frans Lebu Raya di Dusun Panaf, Desa Lifueo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Selasa (20/10) terhadap PLTMG Kupang Peaker.

     

    Gubernur Frans Lebu Raya mengapresiasi upaya dan kerja keras General Manager PT PLN wilayah NTT dan jajarannya dalam memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat NTT.

     

    “Hanya saja bicara soal efisiensi pembangunan kelistrikan, jika dibandingkan antara NTT dan pulau Jawa, pasti beda. Di NTT bangun 10 tiang listrik diperuntukan bagi satu rumah. Tapi di pulau Jawa, bangun satu tiang listrik untuk 10 rumah,” ujarnya.

     

    Setelah listrik tersedia dan cukup mesti mendorong usaha industri untuk masuk ke NTT. Harus mengajak pihak investor untuk berani berinvestasi di daerah ini. Dengan begitu, terdapat banyak manfaat bagi pemenuhan perekonomian masyarakat NTT.

     

    “Kita harus dorong orang berinvestasi di NTT. Dan ini mesti ada kerelaan dari kita semua untuk menerima mereka membangun NTT,” ujarnya.

     

    Sebelum peletakan batu pertama, diawali video conference antara Gubernur Frans Lebu Raya dengan tiga Menteri terkait pelaksanaan pembangunan PLTMG. Ketiga Menteri itu masing-masing, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Sumarno dan Direktur Utama (Dirut) PT PLN Persero, Sofyan Basyir, langsung dari Lombok, Nusa Tenggara Barata (NTB).

     

    General Manager PT PLN (Persero) Wilayah NTT Kristiyanto, mengatakan pelaksanaan tiga proyek ini berlangsung selama 15 bulan. “Kita harapkan pada akhir tahun 2018 sudah dapat dimanfaatkan,” ujarnya.

     

    Saat ini, ucap Kristiyanto, untuk memenuhi kebutuhan listrik di NTT khususnya di seluruh daratan Timor, PLN akan bangun sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di lokasi Nifuneo dengan kapasitas 2 x 50 MW. Berarti di lokasi Nifuneo, nantinya tersedia sebanyak 140 MW listrik.

     

    "PLN Juga sementara melakukan pemilihan lokasi, lewat study kelayakan untuk pembangunan tiga proyek kelistrikan yang segera diluncurkan dalam tahun ini, yaitu di Wetabula, Rote Ndao dan di Kabupaten Lembata. Kami juga sementara melakukan study untuk mencari sumber gas untuk ditampung di Desa Nifuneo yang nantinya sebagai pusat utama dalam menyalurkan listrik se-daratan Timor, selain yang terdapat di Bolok," paparnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.