• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 29 November 2021

     
    Home   »  Internasional
     
    Badan Perbatasan Kaji Penambahan Pintu Perbatasan dengan TL
    ALBERT R. | Kamis, 12 Desember 2013 | 12:50 WIB            #INTERNASIONAL

    Badan
    Kepala Badan Pengelola Perbatasan NTT, Eduard Gana

     

     
    Kupang,Flobamora.net - Kepala Badan Pengelola Kawasan Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi
    Nusa Tenggara Timur (NTT), Eduard Gana mengatakan, pihaknya sedang melakukan kajian untuk
    penambahan satu pintu perbatasan resmi antara Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) di wilayah
    itu dengan Distrik Oecusee,Timor Leste.

    Hal tersebut disampaikan Eduard kepada wartawan di Kupang, Kamis (12/12), menanggapi
    permintaan masyarakat TTU, yang menghendaki pemerintah membuka satu lagi pintu perbatasan
    untuk meminimalisir pemanfaatan jalan tikus sebagai tempat keluar masuk dari dan ke wilayah
    itu.

    "Saya kira tidak ada masalah dengan permintaan itu. hanya saja pemerintah daerah setempat
    perlu menyampaikan usulan tersebut kepada pemerintah pusat melalui Badan Pengelola
    Perbatasan Nasional," katanya.   

    Menurutnya, untuk membuka satu titik perbatasan baru, juga perlu dipikirkan mengenai
    kesiapan sarana dan prasarana serta sumber daya manusianya,karena masalah itu sudah
    berkaitan dengan hubungan antarnegara.

    Dia mengatakan, hingga saat ini hanya ada dua pintu perbatasan resmi yang menghubungi TTU
    dengan Oecusee yakni Wini dan Napan. Jika mau dibuka lagi satu pintu perbatasan resmi,
    wilayah yang pas adalah di Desa Humeni Ana, Kecamatan Bikomi Nilulat.

    Sebelumnya, Dandim 1618 TTU, Letkol (Arm) Eusebio Hornai Rebelo,mengatakan, penambahan PLB
    ini diperlukan,  agar warga kedua negara yang tinggal di sepanjang garis perbatasan bisa
    bersoialisasi dengan baik. Selain itu, dengan adanya PLB diharapkan bisa mengurangi
    perlintasan orang dan barang secara ilegal  atau melalui jalan tikus.

    “Nanti saya coba sampaikan ke pimpinan di atas (Pusat-red) untuk bisa membuka pintu
    perlintasan perbatasan, sehingga di situ ada terpadu aparat TNI, Polri, Imigrasi dan Bea
    Cukai. Dengan demikian bisa mengakomodir kepentingan masyarakat kedua negara dalam
    bersosialisasi baik secara ekonomi dan kebutuhan lain,”katanya.

    Di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara, terdapat  8 Pos Perbatasan TNI, dua diantaranya
    menjadi pintu perlintasan resmi keluar masuk orang dan barang, yaitu Pos Perbatasan  Napan
    dan Wini. Sisanya hanya berfungsi sebagai pos pemantauan.*** (Risky)  

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.