• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 21 September 2019

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    REI NTT Sulit Kembangkan Rumah MBR
    ALBERT VINCENT REHI | Kamis, 26 Oktober 2017 | 20:50 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    REI
    Salah satu penghuni Perumahan Gemstone Regency Kupang menerima kunci rumah dari Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti disaksikan Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, Ketua REI NTT, Bobby Pitobi dan Ketua Komisi V DPR Farry Dj. Francis

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby mengatakan, hingga saat ini pengembang di daerah ini mengalami berbagai kesulitan khususnya  dalam memebangun rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

     

    Di hadapan  Komisi V DPR RI yang dipimpin Farry Djemi Francis, dan Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti, di Kupanbg, Kamis (26/7) Boby menjelaskan, sudah banyak aturan yang diturunkan untuk mempermudah dalam rangka pencapaian program satu juta rumah tapi kenyataannya aturan yang ada di atas itu belum mendapat respon dari pemerintah daerah.

      Pitobi,

    "Contohnya, mempermudah perizinan tetapi masih sulit dialami oleh developer yang membangun di bawah luasan dua hektar sampai lima hektar. Selain itu juga untuk masyarakat berpenghasilan rendah, misalnya uang muka hanya Rp 1,5 juta tapi BPTHB mencapai Rp 4.050.000 atau hampir tiga kali lipat dari uang muka. Belum lagi ditambah dengan biaya untuk provisi bank dan lainnya sehingga menjadi besar” paparnya:.

     

    Menurutbya, kalau untuk bayar setiap bulan mereka mampu tetapi kalau uang yang harus diberikan pada tahap awal ini yang sulit. Ini memberatkan masyarakat. Kebetulan di sini ada Wali Kota Kupang maka kami minta agar pemerintah Kota Kupang bisa melakukan review terhadap BPHTB.

     

    Ia meminta dukungan dari Komisi V DPR RI, Dirjen dan Wali Kota Kupang serta DPRD Kota Kupang agar program sejuta rumah di NTT bisa terealisasi.

     

    Menurutnya, jika pemerintah pusat sudah memberikan berbagai keringanan maka seharusnya pemerintah daerah bisa mendukung.

     

    Kalau review BPHTB itu maka pemerintah akan merasa PAD kurang tapi kalau ditinjau dari sisi lain, ini lebih menguntungkan. Bayangkan untuk satu rumah ada subsidi dari pemerintah pusat sebesar Rp 6.250.000 untuk setiap infrastruktur dan RP 4 juta untuk end user.

     

    Ketua Komisi V DPR RI, Fary Francis mengatakan, antara REI NTT dan Komisi V selalu berkomunikasi dan koordinasi dengan komisi V unutk duduk bersama. Cari apa soalnya. Komisi V selalu dorong bersama untuk infrastruktur misalnya air, jalan, drainase dan lainnya dalam rangka membangun rumah MBR.

     

    Wali Kota Kupang, Jefri  Riwu Kore terkait dengan BPTHB maka pemerintah Kota Kupang akan kaji kembali agar tidak memberatkan masyarakat karena masyarakat Kota Kupang jauh lebih miskin dari masyarakat yang ada di kabupaten.

     

    Sementara Dirjen Pembiayaan Perumahan, Lana Winayanti mengatakan, rumah punya fungsi yang penting untuk pembinaan keluarga, tempat pesemaian budaya cerminan budaya dan membangun peradapan bangsa.

     

    "Sifatnya, bukan proyek yang dibangun dan dikendalikan oleh PUPR tetapi tergantung dari mitra. Sampai rumah jadi maka banyak pemangku kepentingan dari pemerintah pusat, pemda, ada BPN, PPAT, asosasi pengembang, asuransi, konsultan, kontraktor dan lainnya," katanya.

     

    Di banyak perumahan, kata Lana Winayanti, seolah cluster yang berdiri sendiri tapi pembangunan perumahan harus terintegrasi dalam satu sistem perencanan kota dan wilayah. Dan untuk membangun perumahan perlu melibatkan banyak pemangku kepentingan.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.