• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 13 November 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pembangunan Monumen FRP Telan Dana Rp 36,6 Miliar
    WILSON BOYMAU | Sabtu, 19 Mei 2018 | 07:53 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pembangunan
    Monumen Flobamora Rumah Pancasila

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman  (PRKP) Provinsi NTT, Yuli Efra mengatakan, pembangunan monumen Flobamora  Rumah Pancasila (FRP) sesuai DPA-SKPD  Nomor  BPKAD.IV.900.910/DPA/89/2017 tanggal 28 Desember 2017.

    Dana untuk pembangunan monumen ini  sebesar Rp 38.697.750.000, Master plan dan detail engineeering desa (DED) yang sudah dilaksanakan tahun 2017 dari APBD I tahun 2017 Rp 697.750.000,  pembangunan monumen tahun 2018 dari APBD I Rp 32.000.000.000, Penataan taman landscape APBD perubahan tahun 2018 atau APBD murni tahun 2019 sebesar Rp 6.000.000.000 .

    “Bangunan ini tentunya untuk menggambarkan dan mengukuhkan NTT sebagai rumah pancasila dan tempat diilhamnya pancasila serta tempat menyuarakan keberagaman suku, agama dan ras di NTT dan Indonesia,” katanya saat peletakan baru pertama pembangunan monument terseut, Jumat (18/5).

    Yuli mengatakan, monumen pancasila di bagian dalam terdiri dari gedung galeri dua lantai dengan fungsi sebagai ruang display yang menggambarkan sejarah pancasila, gambaran keberagaman budaya dan wisata di NTT, termasuk tempat teater, toko seni, ruang servis dan  pelayanan operasional serta ruang toilet.

    Selain itu, terdiri dari patung burung garuda yang terdiri dari badan burung garuda yang dilengkapi lift dan menara pandang terdapat di rongga kepala burung garuda yang dapat menampung 20 orang, sebagai tempat orang menikmati area lepas pantai Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

    Sedangkan di bagian luar, lanjut Yuli, terdiri dari ruang terbuka publik (RTP) yang merupakan kominasi dari ruang terbuka hijau (RTH) dan ruang terbuka non hijau (RTNH) dengan komponen yang terdiri dari taman, shelter dan plaza terbuka serta tempat parkir kendaraan.

    "Pembangunan monumen rumah pancasila ini untuk mengingatkan masyarakat NTT dan masyarakat Indonesia bahwa pancasila mengandung nilai-nilai universal yang harus dipertahankan di tengah munculnya degradasi wawasan kebangsaan yang melonggarkan sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya.

    Selain itu, ungkap Yuli pembangunan monumen FRP untuk memberikan gambaran kepada generasi muda bahwa pancasila sebagai ideologi negara mampu menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi oleh bangsa pada masa lampau, masa kini dan masa yang akan datang, termasuk mempertegas citra NTT sebagai daerah dengan toleransi antar umat beragama di Indonesia terbaik di tanah air.

    "Monumen ini dapat menjadi salah satu destinasi wisata Indonesia dan tempat belajar nilai luhur bangsa dan secaa khusus monumen FRP ini juga menjadi salah satu ikon di Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi NTT," kata Yuli.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.