• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 25 Mei 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Harga Bahan Kebutuhan Pokok Terkendali
    ALBERT VINCENT REHI | Minggu, 27 Mei 2018 | 09:06 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Harga
    Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita didampingi Gubernur NTT Frans Lebu Raya saat memantau salah satu pasar di Kota Kupang Sabtu (26/5).

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Perkembangan komoditas pangan terutama harga kebutuhan sembilan bahan pokok di kota Kupang terkendali. “Saya minta terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT yang telah mengendalikan harga pasar dengan baik,” kata Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, di Kupang, Sabtu (26/5).

    Enggar mengatakan hal itu usai memantau harga komoditas pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H tahun 2018, di dua pasar di kota Kupang, yaitu Pasar Kasih, Naikoten dan Pasar Oeba.

    Dalam kunjungannya, Menteri Enggar, didampingi Isteri, Ny. Pegy Lukita dan juga Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, dan Josef A. Nae Soi.

    Melalui keterangan pers, Menteri Enggar, meminta satuan tugas (Satgas) pangan bersama Dinas Perdagangan di daerah untuk terus mengawal perkembangan harga kebutuhan sembilan bahan pokok agar tetap stabil. Enggar juga berharap satgas pangan bersama Dinas Perdagangan di kabupaten dan kota dapat berkoordinasi dengan Tim Pengendalaian Inflasi Daerah (TPID) untuk melakukan pemantauan perkembangan harga secara harian, bukan sesaat saja.

    “Saya berharap Pemprov NTT bisa memberikan kontribusi deflasi, bukan inflasi. Sehingga pengendalian inflasi benar-benar dapat dilakukan, terutama oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah, baik di provinsi maupun di kabupaten,” ujar Menteri.

    Menteri Enggartiasto Lukita, baik di Pasar Kasih dan Pasar Oeba berdialog langsung dengan para pedagang. Menurut dia, harga daging sapi segar Rp 90.000, per kilogram (kg), tidak mengalami kenaikan dan stabil. Hanya saja, lanjut Enggar, harga bawang putih dan bawang merah antara satu tempat dan tempat lain berbeda tetapi masih dalam batasan harga.

    Menurut dia, secara nasional, harga kebutuhan pokok dapat terkendali. Terjadi fluktuatif hanya untuk daging ayam dan telur ayam. Untuk komoditas pangan lainnya tidak ada gejolak harga. “Tetapi yang menarik bagi saya adalah sayur-mayur. Sayur di Kupang segar. Siapa yang menyangka kalau di Pulau Timor ada sayur yang begitu segar,” tambah Menteri Enggar.

    Menyinggung harga beras, jelas Enggar, harga beras jenis medium di Pasar Kasih, Naikoten, Rp 8.900/kg, berada dibawah harga eceran tertinggi (HET) yang dipatok Badan Urusan Logistik (Bulog), sebesar Rp 9.450/kg. Kata Enggar, Bulog setiap saat siap untuk penuhi jika NTT mengalami kekurangan beras.

    “Saya dapat laporan dari Bulog bahwa stok beras untuk NTT selama tiga sampai empat bulan ke depan sudah ada di gudang,” ucap dia.

    Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, mengatakan, untuk memenuhi ketersediaan telur di NTT, pihaknya meminta PT Charoen Pokphand di Kupang untuk meningkatkan produksi. Ada juga dari peternak mandiri yang dapat meningkatkan produksi telur ayam.

    “Jujur, kita masih mendatangkan telur ayam dari luar. Namun dengan kerja keras, saya yakin kedepan akan lebih baik lagi dalam memenuhi ketersediaan telur ayam,” jelas Lebu Raya.

    Sesuai pantauan perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar Kasih, Naikoten dan Oeba, pada umumnya tidak terjadi gejolak harga. Misalnya, harga minyak goreng bimoli lima liter, Rp 75.000, dan kemasan bimoli satu liter, Rp 16.000. Telur ayam Rp 54.000, sebelumnya Rp 52.000/papan, ayam pedaging Rp 50.000, naik menjadi Rp 60.000/ekor dan beras medium Rp 8.900/kg.

    Selanjutnya, daging sapi segar Rp 90.000/kg, cabe merah kecil Rp 40.000/kg, cabe kriting semula harga Rp 40.000, naik menjadi Rp 60.000/kg. Bawang merah Rp 25.000, naik menjadi Rp 30.000/kg, bawang putih Rp 35.000, sebelumnya Rp 30.000/kg. Serta gula pasir biasa Rp 12.500/kg dan gula pasir kristal Rp 14.000/kg.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.