• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 19 September 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Nae Soi : Arah Perdagangan NTT tidak Lagi ke Barat
    ALBERT VINCENT REHI | Rabu, 12 September 2018 | 18:46 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Nae
    Wagub Nae Soi saat menerima kunjungan Peter Simojongki, Sekreraris Dua Bidang Ekonomi Kedutaan Besar Australia, di Ruang Rapat Gubernur NTT Gedung Sasando, Rabu (12/9)

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET – Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi, mengatakan, lima tahun ke depan kerjasama dan arah perdagangan provinsi kepulauan ini  tidak lagi ke barat tapi ke selatan, terutama Australia dan Timor Leste.

    Menurutya,  Australia dan Indonesia khususnya NTT memiliki hubungan sejarah yang panjang. NTT dan Australia adalah saudara.

    “Australia dan Indonesia punya sejarah yang luar biasa. Dalam buku yang ditulis penulis Australia dikisahkan, Kapten James Cook, penemu benua Australia dalam petualangannya sempat singgah di Sabu. Konon, dia singgah di Sabu karena kehabisan bahan makanan,” jelas Wagub Nae Soi saat menerima kunjungan Peter Simojongki, Sekreraris Dua Bidang Ekonomi Kedutaan Besar Australia, di Ruang Rapat Gubernur NTT Gedung Sasando, Rabu (12/9).

    Kunjungan Peter Simojongki tersebut dalam rangka silahturami dan diskusi terkait situasi ekonomi NTT terkini.

    Nae Soi menuturkan, dirinya bersama Gubernur Viktor Laiskodat merasa sangat terhormat, karena hari pertama masuk kantor, langsung mendapat kunjungan orang penting di Kedubes Australia. Sebelum dilantik jadi gubernur dan wakil gGubernur, keduanya juga telah lebih dahulu bertemu Wakil Duta Besar Australia pada Selasa , 14 Agustus 2018 lalu.

    “Letak geografis yang sangat dekat antara NTT dan Australia, komunikasi antara dua wilayah ini akan semakin baik ke depannya. Terutama dalam membangun kerjasama yang bersifat simbiosis mutualisme. Apalagi selama ini, NTT menjadi tempat penampungan para imigran gelap yang akan ke Australia. Sebab kalau tidak ditahan di NTT, para imigran ini dapat mendatangkan masalah bagi Australia,” ujar Nae Soi.

    Kata dia, NTT ingin menjalin kerjasama khusus dengan Australia di bidang perdagangan dan pendidikan. Selama lima tahun ke depan,NTT berencana mengirim 10 ribu pemuda/i untuk mengikuti pendidikan atau pelatihan vokasi di luar negeri khususnya di Australia. Dalam bidang peternakan, Australia sangat luar biasa.

    Josef Nae Soi juga menegaskan komitmen NTT untuk memproduksi garam. “Kami tahu Australia merupakan negara pengekspor garam terbesar untuk Indonesia. Ada sekitar 3 jutaan ton garam impor Indonesia asal Australia. Kami ingin mengirim orang-orang NTT belajar teknologi produksi garam di Australia,” ujar Nae Soi.

    Wagub juga mengharapkan adanya penerbangan langsung Darwin ke Kupang. Hal ini penting dalam menigkatkan komunikasi dan hubungan persaudaraan antara kedua wilayah.

    “Penerbangan dari Kupang ke Australia hanya satu jam lebih. Selama ini, Pemerintah Australia hanya menyediakan 10 slot penerbangan ke Australia. Lima dari Jakarta dan limanya lagi dari Denpasar. Kami meminta Pak Peter membicarakan dengan Menteri Perhubungan Australia agar menyediakan satu slot untuk jurusan Kupang ke Darwin,” paparnya.

    Sementara itu, Sekreraris Dua Bidang Ekonomi Kedutaan Besar Australia Peter Simojongki mengatakan, Pemerintah Australia merasa senang dengan orientasi perdagangan NTT ke arah selatan.

    “Cerita tentang James Cook itu benar adanya. Kami memiliki kewajiban untuk membantu NTT sebagai tetangga terdekat. Kunjungan wakil dubes dan saya memperlihatkan bukti keseriusan Pemerintah Australia untuk bekerja sama dengan NTT, ” jelasnya.

    Pria turunan Finlandia tersebut mengaku terkesan dengan kunjungan pertmanya ke NTT. Terutama potensi pantai yang indah, makanan khas, keramahan masyarakat, budaya dan tenunan kas NTT.

    “Ada banyak hal yang dapat dikerjasamakan. Kami fokus pada dukungan kemitraan. Kami juga welcome dengan pelatihan vokasi, karena hal ini menjadi salah satu bagian kesepakatan perdagangan bebas Indonesia dan Australia. Untuk produksi garam, kami akan membantu teknologi,” tegas Peter.***

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.