• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 November 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Wagub Nae Soi Serahkan Bantuan untuk SMAN 3 Amarasi Timur
    ALBERT VINCENT REHI | Jumat, 14 September 2018 | 06:51 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Wagub
    Wakil Gubernur NTT, Josef A.Nae Soi memberikan bantuan kepada Kepala SMA Negeri 3 Amarasi Timur, Kabupaten Kupang

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Yosef A. Nae Soi memberikan bantuan secara pribadi senilai Ro 10 juta kepada Kepala SMA Negeri 3 Amarasi Timur, Kabupaten Kupangn saat mengunjungi sekolah tersebut yang roboh akibat diterjang puting beliung.

    Akibat puting beliung , pada Minggu (9/9) lalu,  puluhan siswa sekolah itu harus belajar di bawah pohon.

    Bantuan secara pribadi diserahkan kepada kepala sekolah agar bisa membangun kembali gedung sekolah , walaupun hanya sederhana.

    “Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tapi mudah-mudahan membantu pembangunan gedung sementara. Bantuan ini semata, karena saya adalah seorang guru serta cinta akan sekolah dan pendidikan,” kata Nae Soi, Kamis (13/9). 

    Ia menuturkan, , sekolah-sekolah dengan kondisi sarana dan prasarana terbatas menjadi salah satu perhatian dirinya bersama Gubernur Viktor Laiskodat.

     “Saya sudah minta kepada Kadis Pendidikan untuk mendata SMA/SMK serta SLB yang kondisinya sangat memprihatinkan,” katanya.

    Kadis Pendidikan NTT, Johana Lisapaly berjanji akan mendata keadaan sarana dan prasarana sekolah yang jadi kewenangan pemerintah provinsi.

    “Kami tentu optimis dengan komitmen kuat dari gubernur dan wakil gubernur baru. Kami akan mendapatkan bantuan pusat yang lebih banyak untuk memperbaiki sarana dan prasana sekolah-sekolah di NTT, ” ujar Johana.

    Sementara itu,  Kepala Sekolah SMAN 3 Amarasi Timur, Dina A.  Sakbana menguatakan sekolah tersebut didirikan pada 2012. Kondisi bangunannya sejak pertama berdiri sangat sederhana, karena terbuat dari alang-alang dengan dinding bebak.

    “Sekolah ini hanya punya satu gedung permanen untuk ruangan kantor, hasil sumbangan dari Kementerian Pendidikan pada 2015,” paparnya.

    Dina juga menjelaskan keadaan siswa dan guru yang mengajar di sekolah tersebut.  Ada 78 siswa yang sedang menempuh pendidikan. Mereka diasuh oleh 11 orang guru, dengan perincian tiga guru PNS dan delapan guru honorer.

    “Kami sudah sepakat dengan kepala desa, warga, komite serta orang tua murid untuk membangun kembali gedung kelas sederhana secara gotong royong selama satu minggu ke depan,” katanya.***

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.