• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 11 Desember 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Inti Daya Kencana Kembangkan Garam di Malaka
    ALBERT VINCENT REHI | Minggu, 16 September 2018 | 21:05 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Inti
    Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat meniinjau tambak garam di Kabupaten Malaka

     

    BETUN - Kabupaten Malaka merupakan satu dari 22 kabupaten di propinsi Nusa Tenggara Timur yang potensial untuk dikembangkan industri garam. Daerah yang selama ini heboh ke publik karena gerakan optimalisasi pertanian lahan kering dan program “Revolusi Pertanian” oleh Bupati  Stef Bria  Seran itu ternyata potensial juga  untuk industri garam.

    Potensi yang besar ini memantik niat Gubernur NTT Victor Laiskodat untuk secepatnya berkunjung ke daerah itu usai dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (5/9). Malaka adalah kabupaten ketiga yang dikunjungi  gubernur setelah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Waingapu, Sumba Timur.

    Sosok energik itu  memang langsung “tancap gas” dan praktis menemui kelompok masyarakat di desa- desa. Tak pelak, kunjungan perdana gubernur ke Malaka itu juga dimanfaatkan untuk meresmikan pilot project tambak garam yang dikembangkan PT. Inti Daya Kencana.

    Dia bahkan langsung  meninjau bentangan tambak garam industri yang berlokasi di Desa Rabasa, Kecamatan Malaka Barat dan memotivasi masyarakat untuk mendukung rencana investasi didaerah setempat.

    “Mari tunjukkan kepada Indonesia bahwa kita bisa beri garam dari NTT. Maret tahun depan, saya datang panen garam. Masyarakat siap?” tandas Gubernur Viktor Laiskodat mengajak masyarakat ikut mendukung proyek tambak garam industri itu

    Saat itu Gubernur Laiskodat meminta komitmen mengembangkan usaha dari Harry Kristanto selaku  Presiden Direktur PT. Inti Daya Kencana. Dia bahkan sempat menolak untuk menekan tombol pompa reservoar sebagai tanda peresmian, sebelum melihat tambak.

    Sementara Harry Kristanto saat itu mengatakan pihaknya mengelola 32 hektar. Luasan itu merupakan tambak pilot project dan menjadi salah satu lokasi usaha yang berada di tiga zona.

    “Saat ini sudah dibebaskan 1.100 hektar lahan masyarakat. Target seluruh lahan adalah seluas 2.500 hektar yang berada di 16 desa dalam empat kecamatan. Tiga zona dimaksud berada dalam bentangan pantai Kecamatan Kobalima, Malaka Tengah, Malaka Barat dan Wewiku.” ujar Krsitanto.

    Menurutnya kualitas garam Malaka tidak diragukan. “Jika dibandingkan Madura, kualitas garam Malaka lebih unggul karena memiliki musim panas yang lebih panjang, 10 bulan. Tanah liatnya juga bagus sebagai endapan,” jelas Harry Kristanto.

    Dia juga mengakui kemudahan berusaha di Malaka karena sumber daya tenaga kerja cukup berlimpah.

    Tenaga kerja banyak. Kendala kami adalah soal pembebasan lahan yang masih membutuhkan sosialisasi lebih luas. Kami akan membuat surat keterangan tanah atas nama mereka sendiri,” tambah Presiden Direktur PT. Inti Daya Kencana itu.*** (Humas Pemprov NTT)

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.