• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Gubernur Laiskodat Ganti Komisaris dan Dirut PT Flobamor
    ALBERT VINCENT REHI | Selasa, 25 September 2018 | 08:06 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Gubernur
    Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat

     

    KIPANG,FLOBAMORA.NET - Tekad Gubernur NTT Viktor Laiskodat untuk melakukan reformasi dan penataan struktur birokrasi di lingkup Pemprov NTT tidak main-main.

    Insttusi pertama yang dibenahi adalah PT.Flobamor, perusahan milik Pemprov NTT, yang menurut Gubernur Laiskodat , pendapatan perusahaan itu selama dua tahun berturut-turut nol persen.

    Padahal perusahaan milik Pemerintah Provinsi NTT itu mengelola tiga kapal fery yakni Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Sirung, KMP Ile Boleng, dan KMP Pulau Sabu. Dampaknya, tidak ada sumbangan untuk pendapatan asli daerah (PAD)

    “Kita sedang merevisi dan merapikan PT Flobamor supaya betul-betul menjadi sumber PAD bagi provinsi,” kata Laiskodat di Gedung DPRD NTT, Senin (24/9).

    Pembenahan PT Flobamor sudah berlangsung, mulai dari pergantian Komisaris Utama perusahaan itu pada Kamis (20/9). Saat ini Komisaris Utama PT Flobamor dipercayakan kepada Presiden Direktur TransNusa Aviation Juvenile Jodjana, menggatikan Keron A Petrus, dan Direktur utama yang dijabat Hironimus Soriwutun, diganti Agustinus Zadriano Bokotei.

    Juvenile menjabat komisaris utama sesuai Surat Keputusan Gubenur NTT Nomor 306/KEP/HK/2018 yang dikeluarkan 19 September 2018 tentang Pemberhentian dengan Hormat Dewan Komisaris PT Flobamor periode 2018-2022 dan penunjukan pelaksana tugas Dewan Komisaros PT Flobamor.

     “Perubahan-perubahan harus terus dikembangkan, karena dunia usaha terus bergerak dan menjadi tantangan untuk bekerja lebih baik, dan ini menjadi tugas dan tanggung jawab jajaran direksi dan Komisaris,” kata Laiskodat.

    Catatan yang diperoleh menyebutkan, perusahaan milik daerah ini terus disuntik dana penyertaan modal setiap tahun oleh pemerintah, tetapi belum memberikan kontribusi yang signifikan bagi daerah. Perusahaan ini bahkan tercatat lebih sering menjadi beban bagi APBD setiap tahun anggaran dan selalu merugi.***

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.