• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Ribuan Umat Saksikan Pentahbisan Uskup Maumere
    VIQI DA GOMEZ | Rabu, 26 September 2018 | 22:01 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Ribuan
    Suasana pentahbisan Uskup Maumere di Gelora Samador

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET- Gelora Samador da Cunha Maumere, Rabu (26/9), penuh sesak dengan umat Katolik dari berbagai penjuru. Diperkirakan yang hadir petang itu sebanyak kurang lebih 7.000 umat Katolik. Mereka semua menjadi saksi mata ketika Mgr Gerulfus Kherubim Pareira menahbiskan Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu.

    Upacara Penahbisan Uskup Maumere berlangsung dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Kherubim Pareira. Sebanyak 27 uskup di Indonesia dan ratusan Imam hadir pada momen sakral ini. Perayaan Ekaristi itu sendiri dimulai pukul 15.30 Wita, lebih cepat setengah jam dari waktu yang dijadwalkan.

    Di saat acara penahbisan semua umat diminta hening dan mengikuti prosesi sakral itu dengan khidmat. Romo John Eo menghadap Uskup Kherubim Pareira, dan meminta agar Romo Ewal ditahbiskan menjadi Uskup Maumere. Uskup Kherubim Pareira pun meminta surat dari Tahta Suci Vatikan untuk dibacakan.

    Duta Besar Vatikan Mgr Piero Pioppo yang tiba di Maumere sejak Selasa (24/9), kemudian membacakan surat keputusan pengangkatan Romo Edwaldus Martinus Sedu sebagai Uskup Maumere. Dia membacakannya dalam Bahasa Indonesia. Surat keputusan Paus Fransiskus itu diterbitkan pada 14 Juli 2018 lalu.

    Usai membacakan surat keputusan Paus Fransiskus, acara penahbisan pun mulai dilakukan. Uskup Kherubim Pareira sebagai uskup penahbis didampingi Uskup Agung Ende Vinsensius Sensi Potokota dan Uskup Larabtuka Fransiskus Kopong Kung. Uskup Vinsensius Sensi Potokota adalah Uskup pertama Keuskupan Maumere yang ditahbiskan pada tahun 2006.

    Pada bagan akhir dari upacara penahbisan, semua uskup yang hadir memberikan tumpangan tangan di atas kepala Uskup Ewal. Suasana penuh khidmat dan begitu berahmat. Ketika selesai, ribuan umat serentak memberikan tepuk tangan meriah sebagai simbol resmi bahwa Keuskupan Maumere telah memiliki uskup yang baru.

    Uskup Denpasar Silvester San dalam khotbahnya menyelami motto Uskup Ewal yaitu Duc In Altum yang berarti bertolaklah ke tempat yang dalam. Dia memaknai motto itu sebagai bertolak ke zona yang tidak nyaman.

    Menjadi uskup, kata Uskup San, seyogyanya adalah kehormatan untuk melayani lebih luas, seperti menjadi pewarta injil, melayani sakramen-sakramen, dan melaksanakan tugas kegembalaan. Buat dia, tugas-tugas ini merupakan tanggung jawab yang berat.

    “Akan ada serigala-serigala ganas yang mengganggu, dan banyak kepalsuan yang menyesatkan. Apalagi pada zaman komunikasi dan zaman milenal ini di mana umat masih menghadapi dualisme dalam hidup beragama, di mana umat memiliki tantangan materialisme, konsumerisme, hedonisme dan banyak kepalsuan yang ada di media sosial yang sering menyesatkan. Inilah yang akan memasuki zona yang tidak nyaman. Ada tantangan, ada kesulitan, mungkin penderitaan juga,” terang Uskup San.

    Usai Perayaan Ekaristi, Uskup Ewal yang baru saja ditahbiskan memberikan berkat perdana kepada ribuan umat yang hadir pada saat itu. Umat Katolik pun menyambut hangat berkat perdana melalui percikan air berkat.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.