• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 13 November 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Wagub NTT Lepas Pengungsi Luar Negeri ke Tanjung Pinang
    ALBERT VINCENT REHI | Rabu, 17 Oktober 2018 | 07:18 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Wagub
    Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi, saat melepas pengungsi luar negeri ke Tanjung Pinan, Selasa (16/10)g

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Wakil Gubernur NTT, Drs.  Josef A. Nae Soi,MM melepas 27 pengungsi asal Afganistan dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang ke Tanjung Pinang, Batam, Kepualauan Riau di halaman Rudenim Kupang, Selasa (16/10).

    Wagub Nae Soi menyatakan, pemindahan ini merupakan kebijakan dari Kementerian Hukum dan HAM RI (KemenkumHAM).

    "KemenkumHAM sudah menyiapkan satu tempat di sana untuk membina para pengungsi.  Semua pengungsi luar negeri dari seluruh Indonesia perlahan-lahan dipindahkan ke sana. Di sana ada tempat yang lebih representatif, " kata Nae Soi.

    Menurut Wagub, NTT sebagai bagian dari NKRI selalu mendukung tanggung jawab bangsa Indonesia pada dunia Internasional dalam hal penanganan pengungsi dari luar negeri. NTT terbuka untuk menerima siapa saja yang mau datang, sepanjang bisa melakukan interaksi dan interrelasi baik dengan masyarakat di sini.

    "Kita pindahkan ke sana bukan untuk lepaskan tanggung jawab. Tinggal di sini juga,kita akan bina dan perhatikan. Kita punya kewajiban untuk bina dan atur para pengungsi luar negeri agar tidak terjadi gesekan sosial, "paparnya.

    Kepada para pengungsi yang akan dipindahkan,  Wagub berpesan untuk membawa hal-hal yang menyenangkan selama di NTT ke Tanjung Pinang dan meninggalkan pengalaman-pengalaman tidak menyenangkan.

    "Kami berharap saudara-saudara pengungsi sekali waktu dapat berkumpul kembali dengan sanak keluarga di negara asal. Pasti ada kerinduan seperti itu. Kalau seandainya betah di Indonesia, mari kita bekerjasama sebelum mendapat suaka ke negara lain," ajak Wagub Nae Soi.

    Wagub juga mengapresiasi Rudenim Kupang yang telah menampung dan membina para pengungsi. Beliau juga mengajak International Organization Migration (IOM) untuk meningkatkan kerjasama dalam mendeteksi dan menangani masalah sosial dengan kehadiran pengungsi.

    "Kepada pihak Rudenim,  saya minta untuk terus bekerja mengedepankan semangat Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif (PASTI)," jelas Yoseph.

    Terkait rencana menjadikan Pulau Ndana di Kabupaten Rote Ndao sebagai tempat penampungan pengungsi luar negeri, Josef Nai Soi menjelaskan,hal itu sudah dikomunikasikan dengan Kepala IOM Indonesia, Mr. Mark Gatchel. IOM menyambut positif tawaran tersebut. Lembaga ini akan segera melihat dan meninjau pulau tersebut.

    "Kita juga akan mengkomunikasikan rencana ini dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi, "jelas Josef.

    Protection Associate atau staf perlindungan United Nations High Commisioner for Refugees (UNHCR) Kupang, Hendrik Ch Therik menegaskan,  pemindahan pengungsi adalah keputusan Dirjen Imigrasi KemenkumHAM.

    "UNHCR pada prinsipnya mendukung pemindahan ini. Karena tempat penampungan di Kupang sudah tidak mencukupi lagi. Selama ini ke-27 pengungsi ini ditampung di Rudenim Kupang yang seharusnya bukan menjadi tempat penampungan melainkan persinggahan pengungsi,"jelas Hendrik.

    Sementara itu Asni Yulita,  Kepala Perwakilan IOM Kupang mengatakan, tempat penampungan pengungsi luar negeri di Kupang berdasarkan keputusan pemerintah daerah adalah Hotel Ina Boi,  Hotel Lavender dan Home Stay Kupang Inn.
    "IOM menfasilitasi kebutuhan para pengungsi ini, " jelas Asni.

    Pada kesempatan tersbut Wagub menyerahkan secara simbolis kartu pengungsi kepada perwakilan pengungsi yang akan dipindahkan ke Tanjung Pinang, Batam. Rencananya ke-27 pengungsi akan diberangkatkan ke Batam pada Rabu (17/10).

    Menurut catatan Divisi Imigrasi KEMENKUMHAM NTT, ada sekitar 317 pengungsi luar negeri di NTT.

    Berdasarkan amanat Perpres Nomor 125 Tahun 2016 Tentang Penanganan Pengungsi Luar Negeri,  istilah pengungsi luar negeri menggantikan sebutan imigran gelap dan ilegal.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.