• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 13 November 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Wagub NTT Beri Tips Manajemen untuk Pelaku UKM
    ALBERT VINCENT REHI | Rabu, 17 Oktober 2018 | 20:20 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Wagub
    Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi saat meresmikan Rumah Pangan Sasando

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi, membagikan tips manajemen ritel kepada para pedagang Usaha Kecil dan Menengah (UKM), karena selama ini mereka sulit memasarkan produknya.

    "Hal paling penting dalam manajemen ritel adalah harga dan tempat (price and place). Kemudian baru faktor-faktor lainnya seperti  pengepakan (packaging) dan mutu barang," kata Wagub Nae Soi saat meresmikan Rumah Produk Sasando di Kupang,  Rabu (17/10).

    Menurut Wagub Nae Soi, tempat dan teknik menarik konsumen yang bagus merupakan langkah penting dalam meningkatkan jumlah penjualan barang. Selisih harga jual satu rupiah pun dapat mempengaruhi psikologis konsumen. Pasang harga tinggi sama dengan menjauhkan konsumen (hit and run).

    "Harga pokok produksi harus sudah fix atau pasti. Ambil  keuntungan sedikit saja. Tapi perputaran uang cepat. Marjin profit cukup nol koma sekian persen, jangan sampai satu persen.Orang pasti akan banyak datang di sini, " jelasnya.

    Pria yang pernah bekerja di Supermarket Hero tersebut menyatakan, konsumen dan pembeli dari Rumah Produk Sasando sudah jelas yakni para pegawai kantor gubernur. Sesuaikan harga dengan kemampuan pembeli.

    "Jumlah konsumen yang jelas, jarak yang mudah dijangkau, mutu serta harga rendah merupakan peluang pasar yang besar. Jaga kepercayaan dan rawatlah kebersihan tempat ini, "ujarnya.

    Kepala Dinas Perdagangan NTT, Hadji Husen  dalam laporannya menjelaskan,  jumlah UKM
    di NTT sekitar 103.707. Selama ini, kesulitan pelaku UKM adalah biaya sewa tempat pemasaran yang tinggi. Kehadiran tempat seperti ini sangat membantu mereka.

    "Ide untuk mendirikan rumah produksi ini merupakan arahan dari Bapak Gubernur NTT. Teman-teman pelaku UKM menyambut baik adanya tempat ini karena tempatnya sangat strategis. Konsumennya juga jelas, "jelas Hadji Husen.

    Husen menuturkan, hasil UKM yang dipasarkan di rumah produk itu berupa pangan lokal dan non pangan lokal. Termasuk hasil olahan kelor dan tenun ikat.

    "Kami juga menggandeng Bulog Divre NTT untuk sediakan beberapa bahan kebutuhan pokok. Juga mengajak serta Dharma Wanita Setda NTT. Menyangkut pengelolaan rumah produk ini jadi tanggung jawab penuh Biro Umum Setda NTT, "tutup Husen.

    Marianova, Kepala Komersial dan Pengembangan Bisnis Bulog Divisi Regional (Divre) NTT menjelaskan, Bulog NTT melalui program Rumah Pangan Kita (RPK) juga menyediakan beberapa bahan kebutuhan pokok di Rumah Produk Sasando seperti beras, gula, tepung terigu dan minyak goreng. Tujuannya untuk mendekatkan pangan Bulog kepada masyarakat.

    "Ini juga sebagai respon terhadap ajakan Gubernur NTT untuk bantu pegawai. Semua produk pangan Bulog adalah produksi Bulog.  Harganya cukup murah, di bawah harga pasar, "jelas Marianova. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.