• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 15 November 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    AICHR Bantu Atasi Masalah Perdagangan Orang di NTT
    UCAN INDONESIA | Jumat, 19 Oktober 2018 | 21:22 WIB            #NASIONAL

    AICHR
    Dinna Wisnu dari AICHR

     

    JAKARTA - Komisi Hak Asasi Manusia Antarpemerintah ASEAN (AICHR) terlibat dalam menagani Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang masih meningkat di provinsi  Nusa Tenggara Timur (NTT) dan menjadikan provinsi ini sebagai proyek percontohan pemberantasan TPPO.

    Pada 14 Oktober AICHR memulai proyek tersebut  dengan mengadakan pertemuan dengan pemerintah setempat, LSM, dan DPRD  dan pelatihan untuk para pekerja migran.

    AICHR berupaya membangun kerjasama di level daerah, nasional dan regional dan memperhatikan secara khusus  pada NTT.

    Dinna Wisnu, perwakilan  AICHR Indonesia mengatakan bahwa banyak daerah di Indonesia menghadapi masalah TPPO.

    NTT dipilih sebagai proyek percontohan karena provinsi itu memiliki jumlah perdagangan orang tertinggi di Indonesia.

    Dari Januari hinggga Juli 2018, Polda NTT melaporkan 25 kasus perdagangan orang, dengan 37 korban.

    Proyek percontohan di NTT itu akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu TPPO yang dijadikan model percontohan di nasional dan regional.

    “Melalui NTT saya sedang mengupayakan jalur komunikasi penyelesaian masalah perdagangan orang yang lebih efektif dengan Malaysia dan negara-negara ASEAN yang lain,” katanya.

    “Di NTT hampir selalu ada korban meninggal dunia atau disiksa, padahal sejumlah program pelayanan satu atap ada di sana demi memotong jalur-jalur non-prosedural untuk berangkat bekerja ke luar negeri. Demikian pula masyarakat sipil dan para tokoh agama kabarnya sudah sangat aktif bergerak melawan tindakan kejahatan ini. Artinya pasti ada yang luput dari perhatian di situ; ada sistem yang tidak jalan; ada yang tetap bisa menjual orang meskipun kabarnya Pemda di sana ‘galak’,” kata Wisnu.

    Wisnu, yang juga dosen Universitas Katolik Atma Jaya, mengatakan ia berupaya  bekerjasama secara intensif dengan Malaysia dan negara-negara  ASEAN lain.

    Ia mengatakan negara-negara ASEAN telah meratifikasi  Konvensi ASEAN Anti-Perdagangan Orang khususnya Perempuan dan Anak (ACTIP) yang secara resmi diterapkan pada Maret 2017, di bawah pengawasan AICHR.

    Untuk melatih para penegak hukum, AICHR akan bekerjasama dengan  International Organization for Migration (IOM) dan Kedutaan Swiss in Jakarta, DPR RI dan kementerian luar negeri.

    Pada 15 Oktober 2018 diadakan pelatihan bagi aparat penegak hukum dari polres dan polda dari wilayah-wilayah NTT.

    Gabriel Goa Sola, direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian  Indonesia (Padma), berharap bahwa dengan keterlibatan  AICHR kasus perdagangan orang akan berkurang.

    Dalam sembilan bulan terakhir, Padma melaporkan, ada 86 jenazah pekerja migran asal NTT dan tidak menutup kemungkinan mereka juga adalah korban TPPO.

    Karena alasan ekonomi  di provinsi itu,  maka banyak orang meninggalkan provinsi itu dan mencari pekerjaan keluar negeri.

    AICHR akan memberikan keterampilan  sebelum mereka menjadi pekerja migran, katanya.

    Suster Laurentina PI, koordinator Koalisi Peduli Migran di Timor, menyambut baik keterlibatan AICHR di provinsi itu.

    Ia mengatakan keteribatan  AICHR akan memperkuat jaringan untuk membantu para korban dan mengatasi perdagangan orang.

    “Saya berharap bahwa kehadiran AICHR akan mengurangi  human trafficking di tingkat regional, nasional dan internasional,” kata biarawati itu.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.