• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 19 November 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Laiskodat Bertekad Ubah Indeks Persepsi Korupsi NTT
    ALBERT VINCENT REHI | Minggu, 21 Oktober 2018 | 09:59 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Laiskodat
    Gubernur Viktor Laiskodat menandatangani prasasti peresmian Sekolah Tinggi Hukum (STIKUM) Prof. Dr. Yohanes Usfunan di Nasipanaf, Kupang, Jumat (19/10)

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, bertekad mengubah Indeks Persepsi Korupsi (IPK) NTT menjadi lebih baik. Pasalnya, IPK NTT menempati urutan keempat terburuk di Indonesia.

    Karena itu, Gubernur Viktor menginginkan agar tingkat persepsi publik terhadap korupsi di lingkup penyelenggara negara kedepan semakin menurun. Mengingat, korupsi sangat berkaitan erat dengan karakter manusia.

    “Sedikit saja kita mengerem tingkat korupsi maka NTT akan menjadi lebih baik. Itulah salah satu yang dimaksudkan dengan NTT Bangkit menuju Sejahtera,” kata Gubernur Viktor Laiskodat, saat membuka lokakarya nasional bertajuk “Menyelamatkan NTT dari Bahaya Korupsi”, di aula Sekolah Tinggi Hukum (STIKUM) Prof. Dr. Yohanes Usfunan di Nasipanaf, Kupang, Jumat (19/10).

    Gubernur Viktor Laiskodat, ingin buktikan persepsi publik itu keliru. Korupsi itu bukan masalah undang-undang ada atau tidak. Diawasi atau tidak, tetapi terkait bagaimana karakter manusianya. “Kita ciptakan transparansi dengan E-Budgeting, E-Planning dan lainnya tapi operatornya manusia dan manusia tetap mau curang, tidak ada gunanya,” jelas Gubernur Viktor.

    Mengutip Siaran pers Biro Humas Setda NTT, Gubernur Viktor memimpikan kedepan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di NTT dapat mengembangkan jiwa entrepreneurship. Lanjutnya, dunia birokrat sudah lama Ingin memiliki ilmu untuk menjadi manusia wirausaha. Ini cara-cara strategis untuk dapat tambahan penghasilan.

    “Caranya dengan bekerja keras, bukan dengan cara mencuri tapi tidak ketahuan. Pendekatan terhadap korupsi bukan saja soal pengawasan dan audit internal, tetapi juga bagaimana seseorang bertumbuh secara ekonomi;” imbuhnya.

    Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu, menyatakan ASN boleh juga menjadi kaya tapi dengan cara-cara yang benar. Misalnya, bekerja menanam kelor, bawang, semangka dan lainnya. Berusaha dengan cara ini tidak dilarang undang-undang. “Ini cara kita kedepan agar korupsi tidak tumbuh hebat. Saya punya mimpi kalau satu saat ada ASN yang ditangkap karena korupsi. Itu bukan dari pemerintah provinsi NTT,” katanya.

    Gubernur juga mengapresiasi langkah Prof. Yohanes Usfunan, untuk kembali berbakti di NTT dan mendirikan Sekolah Tinggi Hukum. Sebab, NTT masih banyak kekurangan ahli dalam bidang hukum. Terutama dalam mendesain tatanan hukum agar menjadi lebih kuat. “Saya ingin agar lembaga ini melahirkan manusia yang punya karakter tunduk dan patuh pada hukum. Bukan melahirkan sarjana hukum tapi ahli hukum. Melahirkan pengacara yang berkualitas,” paparnya.

    Prof. Yohanes Usfunan, menyatakan, lembaga pendidikan yang dipimpinnya mendukung penuh langkah pemerintah provinsi dalam menciptakan tatakelola pemerintahan yang baik dan bersih. “Kami siap melahirkan naskah akademik untuk dijadikan masukan dalam membuat Peraturan Gubernur (Pergub). Misalnya, tentang malu dan takut korupsi serta Pergub tentang desa.

    Persoalan korupsi, sebut Usfunan, adalah persoalan krusial. Bangsa ini dihadapkan pada tantangan besar dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Pencegahan korupsi jauh lebih penting dari pemberantasan korupsi. Pencegahan korupsi dapat dilakukan dengan pendekatan agama, budaya, hukum adat dan pendekatan pemerintahan.

    Sementara itu, Ketua Panitia Lokakarya, Jimmy Z. Usfunan, mengungkapkan tujuan lokakarya,.mencoba memberikan pemahaman kepada mahasiswa dan masyarakat terkait teori dan praktek korupsi. Sehingga melalui lokakarya ini, pihaknya mengikutsertakan unsur pemerintahan daerah, mahasiswa dan masyarakat.

    Lokakarya berskala nasional itu, pembukaannya ditandai dengan pengguntingan pita dan penanda-tanganan prasasti peresmian gedung kuliah STIKUM Prof. Dr. Yohanes Usfunan oleh Gubernur Viktor Laiskodat

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.