• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 19 November 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Konektivitas Antarpulau di NTT Tuntas 2020
    ALBERT VINCENT REHI | Jumat, 26 Oktober 2018 | 05:42 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Konektivitas
    Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menargetkan, pulau-pulau di daerah itu pada tahun 2020 akan terhubung menjadi satu, guna menghidupkan perdagangan antardaerah

     “Kalau pembangunan konektivitas selesai pada tahun 2020 maka perdagangan akan tumbuh baik dan industri juga dapat berjalan. Hanya dengan langkah terobosan ini menjadi salah satu cara untuk menurunkan angka kemiskinan di NTT,” ucap Gubernur Laiskodat di Kupang, Selasa lalu..

    Menurutnya, untuk mewujudkan NTT yang sejahtera, perlu satu desain pembangunan yang disinkronisasikan dengan program pemkab dan pemkot se-NTT. Hanya dengan desain yang tepat maka pembangunan dapat berjalan secara merata di NTT. Sebab, stigma miskin bagi masyarakat NTT, berarti stigma bagi seluruh perangkat daerah baik di provinsi maupun di kabupaten dan kota.

    Sementara Ketua DPRD NTT, H. Anwar Pua Geno, mengatakan, sebagai penjabaran program strategis Pemprov NTT maka DPRD kabupaten dan kota dapat melakukan penyesuaian sejalan dengan program di daerah masing-masing. Seperti, pariwisata, infrastruktur, pencegahan penurunan stunting, peningkatan kualitas pangan dan gizi masyarakat, peningkatan kualitas SDM, moratorium TKI dan program kelor yang memiliki manfaat ganda bagi kesehatan maupun ekonomi.

    “Lewat perpaduan dan komitmen yang sama dalam mendesain program pemprov dan kabupaten serta kota diharapkan terjadinya lompatan-lompatan besar bagi kesejahteraan masyatakat dan kemajuan daerah. Selanjutnya dewan provinsi dan dewan kabupaten serta kota dapat duduk bersama melakukan koordinasi dan implementasi program terutama penuntasan empat kriteria kemiskinan menurut BPS,” harap Pua Geno.

    Pua Geno memprediksi sesuai target Pemprov NTT dapat menurunkan angka kemiskinan periode 2018-2023, sebesar 8 sampai 12 persen dari posisi 21,35 persen (2017). Bahkan, sebut Anwar, dewan berharap pemprov dapat menurunkan angka kemiskinan hingga lima persen pada 2023.***

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.