• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 12 Desember 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Jokowi Ajak Para Uskup untuk Terus Menggaungkan Persaudaraan
    UCAN INDONESIA | Selasa, 13 November 2018 | 05:45 WIB            #NASIONAL

    Jokowi
    Presiden Joko Widodo dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berfoto bersama para uskup seusai silaturahmi di Istana Kepresidenan di Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat, pada 12 November. (Foto: Katharina R. Lestari/ucanews.com)

     

    BOGOR - Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengajak Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) untuk terus menggaungkan pesan-pesan persaudaraan khususnya kepada umat Katolik di Indonesia.

    Ajakan tersebut disampaikan oleh presiden pada saat silaturahmi dengan panitia dan pemenang Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesaparani) Katolik Nasional I di Istana Kepresidenan di Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat, pada Senin (12/11).

    Sekitar 39 uskup dan sejumlah imam serta satu kontingen paduan suara anak dan remaja yang mewakili Propinsi Kalimantan Timur sebagai juara umum Pesparani Katolik Nasional I menghadiri acara yang berlangsung selama sekitar satu jam itu.

    “Mumpung pas bertemu, saya juga sedikit ingin menyampaikan pesan-pesan mengenai kerukunan, pesan-pesan mengenai persaudaraan, pesan-pesan mengenai persatuan. Ini terus kita sampaikan kepada umat, kita sampaikan kepada masyarakat, kita sampaikan kepada rakyat karena kebutuhan kita saat ini akan persatuan mengingatkan (kita) akan pentingnya persatuan, persaudaraan, kerukunan,” kata Presiden Jokowi.

    “Saya ingin ini terus disampaikan dan digaungkan kepada masyarakat karena banyak dari kita ini yang tidak ingat, mungkin lupa, mungkin tidak ingat, bahwa negara ini memang sangat berharga,” lanjut presiden.

    Presiden Jokowi mengatakan perbedaan agama, suku, bahasa, adat dan tradisi memerlukan sebuah pemahaman yang sangat baik agar aset terbesar bangsa yakni persatuan, persaudaraan dan kerukunan sungguh-sungguh bisa diresapi dan dipahami oleh masyarakat.

    “Jangan sampai intoleransi, ekstremisme, menganggap dirinya yang paling benar itu merasuk kemana-mana dan akhirnya nantinya masyarakat merasa tidak rukun, tidak satu. Itu yang sangat berbahaya,” tegas presiden.

    Pada kesempatan yang sama, Presiden Jokowi menyampaikan permohonan maaf kepada umat Katolik karena tidak bisa menghadiri acara pembukaan Pesparani Katolik Nasional I di Kota Ambon, Propinsi Maluku, pada 27 Oktober lalu.

    Pesparani Katolik Nasional I yang diikuti lebih dari 7.000 anggota paduan suara – anak-anak, remaja, dewasa – dari 34 propinsi diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) dengan tema “Membangun Persaudaraan Sejati.” Kegiatan ini berakhir pada 2 November.

    “Saya ingin mohon maaf yang sebesar-besarnya (karena) tidak dapat menghadiri acara Pesparani di Ambon bulan yang lalu. … Memang hari itu ada agenda tugas kenegaraan,” kata Presiden Jokowi.

    Meskipun demikian, presiden menyampaikan apresiasi kepada LP3KN yang telah berhasil menyelenggarakan kegiatan yang baru pertama kali diadakan oleh Gereja Katolik tersebut dan memberi ucapan selamat kepada pemenangnya.

    “Saya kira yang penting bukan semata-mata soal siapa pemenangnya atau siapa yang menjadi juaranya. Tapi yang paling penting kita bisa merayakan kebersamaaan, bisa merayakan persaudaraan, bisa merayakan persatuan,” kata Presiden Jokowi.

    Menurut presiden, masyarakat bisa belajar untuk saling menghargai dan membangun toleransi dalam sebuah paduan suara.

    “Suara sopran, suara alto, suara tenor dan suara bass semuanya harus saling menghargai. Tidak mungkn satu minta dominan, satu minta terus-terusan sopran atau terus-terusan bass, tidak mungkin. Harus saling menjaga dan mengurangi ego masing-masing untuk mendapatkan suara yang padu, suara yang harmonis dan suara yang indah,” kata Presiden Jokowi.***

    Presiden Joko Widodo dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berfoto bersama para uskup seusai silaturahmi di Istana Kepresidenan di Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat, pada 12 November. (Foto: Katharina R. Lestari/ucanews.com)

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.