• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 12 Desember 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Merawat Persaudaraan Sejati
    UCAN INDONESIA | Selasa, 13 November 2018 | 05:55 WIB            #NASIONAL

    Merawat
    Presiden Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo selaku ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) berfoto bersama pengurus LP3KN dan sejumlah imam seusai silaturahmi di Istana Kepresidenan di Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat, pada 12 November. (Foto: Katharina R. Lestari/ucanews.com)

     

    BOGOR - Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, selaku ketua KWI, mengatakan waktu dan tempat pelaksanaan Pesparani Katolik Nasional I merupakan hal yang bersifat simbolis.

    “Waktunya adalah Sabtu sore tanggal 27 Oktober 2018. Itu berarti persis 90 tahun yang lalu, hari Sabtu sore yang sama tahun 1928, pertama-tama sidang pertama Sumpah Pemuda dilaksanakan,” kata prelatus itu, di hadapan Presiden Joko Widodo dan para Uskup se-Indonesia di  Istana Bogor, Senin (12/11) .

     “Dan tidak banyak umat Katolik yang tahu bahwa sidang pertama Sumpah Pemuda itu dilakukan di gedung Pemuda Katolik di Batavia jaman itu. Sehingga bagi umat Katolik, Pesparani Katolik Nasional I sungguh peristiwa kebangsaan, tidak sekedar peristiwa gerejani. Pesan bagi umat Katolik untuk terus merawat semangat dan isi Sumpah Pemuda,” lanjutnya.

    Terkait tempat pelaksanaan Pesparani Katolik Nasional I, Mgr Suharyo menyebut soal konflik sektarian yang terjadi di Kota Ambon hampir 20 tahun yang lalu.

    “Konflik berhasil diubah dengan pengampunan, dengan segala macam langkah rekonsiliasi. Dan sesudah berhasil dibangun kembali, dirawat. Antara lain merawat itu dengan mengadakan MTQ Nasional di Ambon, dengan mengadakan Pesparawi Nasional di Ambon. Dan sekarang diadakan Pesparani Katolik Nasional di Ambon juga. Panitianya adalah Pemerintah Propinsi Maluku, anggota-anggota panitianya adalah lintas-agama. Jadi dibangun kembali, dirawat,” katanya.

    “Ketika Maluku berhasil membangun kembali, merawat dan mengembangkan persaudaraan sejati, pesan dari Maluku untuk Indonesia, khususnya untuk umat Katolik di Indonesia, adalah membangun dan merawat persaudaraan sejati,” lanjutnya.

    Mgr Suharyo juga mengatakan para uskup dan umat Katolik akan selalu mendoakan Presiden Jokowi beserta jajarannya agar selalu berusaha dan berhasil mencapai cita-cita kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.