Warning: ob_start(): output handler 'ob_gzhandler' conflicts with 'zlib output compression' in /home/flobamor/public_html/media.php on line 2
143 ASN Kenakan Rompi Oranye Saat Apel Pagi


  • LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 19 Mei 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    143 ASN Kenakan Rompi Oranye Saat Apel Pagi
    ALBERT VINCENT REHI | Senin, 07 Januari 2019 | 11:16 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    143
    Aparatur sipil negara ( ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT), diberi sanksi mengenakan rompi berwarna oranye saat apel pagi, Senin (7/1)

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Sebanyak 143 aparatur sipil negara ( ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT), diberi sanksi mengenakan rompi berwarna oranye saat apel pagi, Senin (7/1).

     

    Ratusan ASN itu mengenakan rompi tersebut karena tak disiplin dalam bekerja. Para ASN mengenakan rompi dengan tulisan "Saya Tidak Disiplin" tersebut, setelah dilakukan evaluasi daftar kehadiran ASN dalam rentang waktu tiga bulan mulai dari bulan Oktober hingga Desember 2018. Mereka kurang disiplin dalam bentuk terlambat masuk kantor, pulang awal, dan tidak masuk kantor tanpa berita.

     

    Ratusan ASN itu berasal dari 37 OPD di lingkup Setda Provinsi NTT. ASN yang paling banyak mengenakan rompi oranye dari Dinas Pemuda dan Olahraga yakni 12 orang dan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

     

    Sedangkan OPD lainnya angkanya di bawah 10 orang. Pantauan Kompas.com, saat apel pagi yang berlangsung di halaman kantor Gubernur NTT, ratusan ASN itu berdiri dan berbaris terpisah dari ASN lainnya.

     

    Mereka berdiri di bagian barat kantor gubernur yang berbentuk alat musik Sasando itu. Rompi tersebut disematkan langsung oleh pimpinan organisasi daerah (OPD) masing-masing ASN yang melanggar disiplin itu.

     

    Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, tujuan dilakukan hal itu yakni semata-mata untuk menegakan disiplin bagi ASN. "Namanya organisasi itu tentu ada reward (penghargaan) dan punishment (hukuman). Jika kau melanggar tentu akan ada sanksi sehingga kami lakukan itu,"tegas Viktor.

     

    Menurut Viktor, bentuk hukuman itu supaya semua ASN di NTT bisa semangat dan disiplin serta dituntut untuk bekerja secara profesional dengan melayani publik dalam bentuk administrasi dengan baik.

     

    "Saya berulang kali katakan bahwa provinsi ini termiskin di Indonesia karena itu bukan hanya gubernur dan wakil gubernur, tapi semua perangkat dalam organisasi ini mempunyai tanggung jawab yang sama untuk sama sama bekerja keras dalam menuntaskan persoalan ini,"tegas Viktor.

     

    Dengan pemakaian rompi ini kata Viktor, bukan untuk mempermalukan ASN, tapi untuk memberi efek jera agar tidak melakukan pelanggaran disiplin lagi.***





     

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.