• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 17 September 2019

     

     
    Home   »  Siapa & Siapa
     
    William Shakespeare – Salah satu Penulis Yang Membentuk Sejarah Dunia
    YOHANES LANGGAR BILLY | Jumat, 08 Februari 2019 | 17:42 WIB            #SIAPA & SIAPA

    William
    Dok Web

     

    Flobamora.net – Dihormati dari generasi ke generasi sebagai penulis kenamaan Inggris, William Shakespeare adalah seorang penyair, dramawan, dan aktor. Shakespeare lahir di Stratford-upon-Avon dan menghabiskan masa kecil dan masa remajanya di sana. Setelah berhasil menjadi seorang penulis drama dan pebisnis kaya, dia mengundurkan diri.

    Segere setelah dia meningalkan bangku sekolah, Shakespeare menikahi Anne Hathaway, dan kemudian mengadu nasib di London dengan bekerja di sebuah teater sambil belajar seni akting. Perusahaan di mana dia bekerja tidak terkenal.

    Shakespeare adalah seorang aktor berbakat. Para saksi mata mengatakan bahwa di dalam drama-dramanya, dia banyak berperan sebagai raja. Dan, beberapa pemerhati menduga bahwa dia ingin sendiri berperan sebagai Adam dalam As You Like It dan sebagai hantu dalam drama Hamlet.

    Shakespeare juga belajar menulis berbagai drama. Sampai dengan tahun 1592, Shakespeare sangat berhasil. Karya-karya yang dihasilkannya pada masa ini adalah seperti The Commedy of Errors, Titus Andronicus, The Spanish Tragedy, and Henry VI, Bagian 1, 2, dan 3. Kemudian ditulisnya juga karya-karya dengan tema serupa seperti Richard III dan Henry VII. Sejak 1592, semua teater ditutup selama dua tahun berturut-turut karena wabah penyakit pes.

    Shakespeare mengalihkan perhatiannya pada sajak bercerita, yang oleh teman-temannya dari era Elizabethans dianggap sebagai bentuk kesusasteraan bercita rasa tinggi untuk membedakannya dari drama. Venus dan Adonis langsung meraih sukses besar, yang segera diikuti dengan kesuksesan berikutnya, The Rape of Lusrece.

    Dalam masa ini, Shakespeare mulai juga menulis serangkain 154 sonata, dari kesemuanya ini ada tiga sonata yang hanya memiliki 14 baris. Komposisi sonata-sonata ini berkibar sepanjang beberapa tahun.

    Pada tahun 1594, Shakespeare kembali menulis drama berbau komedi termasuk di antaranya adalah the Taming of the Shrew, cerita gembira tentang bagaimana seorang suami belia mengubah istrinya yang cerewet dan suka mendominasi menjadi seorang istri yang bertingkah laku manis dan penurut.

    Karya drama yang lain adalah Two Gentlemen of Verona, Love’s Labour’s Lost and A Mid-summer Night’s Dream, di mana di dalamnya dia menggunakan hal-hal gaib, yang kemudian dengan gemilang berhasil diterapkan di Macbeth, Hamlet, The Tempest, and The Merchant of Venice. Pada sekitar tahun  1600, Shakespeare menulis drama-drama komedi seperti Much Ado About Nothing, As You Like It, dan Twelfth Night.

    Selama kurun waktu ini Shakespeare tidak membatasi dirinya hanya pada penulisan drama-drama komedi. Tetapi ada juga tulisan-tulisan seni komik Shakespeare yang mencapai masa jayanya dalam dua kurun waktu sejarah yaitu seni komik dengan judul Henry IV, Bagian 7 dan The Character, Sir John Falstaff, termasuk salah satu yang sangat terkenal.  

    Shakespeare menjabarkan kematian seseorang yang dicintai dalam drama Henry V, mungkin dipandang sebagai salah satu drama yang terkenal dalam sejarah. Drama yang menceritakan penaklukan Perancis oleh raja-pahlawan Inggris ini membangkitkan perasaan patriotik para penonton dengan pemandangan peperangan Agincourt. Shakespeare menghidupkan kembali Falstaff dengan menjadikannya pahlawan dalam drama komedinya The Merry Wives of Windsor, satu-satunya gambaran kontemporer Shakespeare terhadap kehidupan kelas menengah Bangsa Inggris. Dalam drama komedi ini, Falstaff menyerang kebajikan dua perempuan setengah baya kota kecil yang membawa malapetaka bagi dirinya sendiri.

    Pada masa ini, Shakespeare juga menulis tentang Richard II, cerita tentang orang yang berwatak lembek yang kehilangan tahta kerajaannya. Drama King John adalah salah satu drama yang kurang berhasil. Raja John, orang yang dipaksa menyerahkan Magna Carta menjadi tidak menarik bagi seorang dramawan yangmengagumi semi absolutisme Elizabeth.

    Shakespeare juga menulis dua drama tragedi pada periode ini: satu pada bagian awal periode dan yang lainnya pada bagian akhir periode. Romeo and Juliet, yang ditulis pada sekitar 1594, bercerita tentang dua kekasih yang bernasib malang, seorang pria dan seorang perempuan yang berasal dari dua keluarga yang tidak harmonis di mana permusuhan mereka membawa kematian bagi anak-anak mereka. Julius Caesar, yang ditulis pada sekitar tahun 1599, menceritakan pembunuhan berbau politik dan diikuti oleh perang saudara yang merupakan mala petaka nasional.

    Pada masa-masa dia menulis drama-drama kemodi, sejara, dan tragedi ini, Shakespeare mencapai masa jayanya sebagai seorang aktor dan bertumbuh menjadi orang kaya. Seperti kebanyakan orang lain dari masyarakat kelas menengah pada masanya, Shakespeare berkeinginan dianugerahi coat of arms (baca: lambang). Dengan memperoleh lambang, dia akan diberi gelar ‘gentleman’ sebuah gelar yang berada di bawah gelar ‘Knight’. Pada tanggal 20 Oktober 1596, pemberi lambang menganugerahi Shakespeare dan anak-anaknya lambang, unsur utama dari lambang itu adalah burung falkon yang memegang tombak. Satu tahun kemudian, Shakespeare membeli New Place, salah satu rumah terbesar di Stratford.

    Pada tahun 1599, Shakespeare bergabung dengan kelompok yang di dalamnya terdapat empat orang sahabat aktornya yang kemudian mendirikan teater di Southwark, di tepi Sungai Thames. Dengan kapasitas 1.500 orang, teater ini merupakan teater terbesar di Inggris. Teaternya diberi nama The Globe, namay yang diinspirasi oleh tanda yang terletak di atas pintu teaternya; gambar atlas yang memangku dunia pada bahunya. Shakespeare memiliki sebagian saham dari teater ini di mana di dalamnya dia turut melakukan akting, dan kadang-kadang dia sendiri ikut berperan dalam drama-drama yang ditulisnya sendiri. Kombinasi sebagai seorang pemilik, aktor, dan dramawan memberi banyak keuntungan banginya.

    Aneh rasanya mengetahui Shakespeare pada puncak masa jayanya, berganti menulis dari drama komedi yang sudah dilakukannya selama hampir sepuluh tahun, ke drama tragedi.

    Pada tahun 1599, Shakespeare menulis drama terbaiknya, drama tragedi terbaik yang pernah ditulis semasa hidupnya, Hamlet, Prince fo Denmark. Dalam drama ini, hantu / bayangan ayah Hamlet mengatakan kepada Hamlet bahwa adalah tugas Hamlet untuk membalas dendam kematiannya; bahwa ayah Hamlet telah diracuni oleh saudaranya, yang menginginkan tahta dan permaisurinya. Hamlet ragu untuk membunuh pamannya sendiri dan penundaan ini mengakibatkan kematian Ophelia yang dikasihinya, keluarga Ophelia, ibu Hamlet, dan Hamlet sendiri.

    Drama-drama tragedinya yang terakhir meliputi Othello, the Moor of Venice, Macbeth, dan Anthony and Cleopatra. Semua drama ini termasuk di antara drama-drama yang terkenal. Drama-dramanya yang paling akhir adalah Coriolanus dan Timon of Athens.

    William Shakespeare meninggal di New Place, Stratford, pada tanggal 23 April 1616 dan dimakamkan di tempat terhormat yaitu bagian altar gereja Stratford. Monumen mahal berupa patung dadanya dibangun di atas makamnya. Shakespeare menulis 39 drama, termasuk drama-drama hasil kolaborasinya.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.