Warning: ob_start(): output handler 'ob_gzhandler' conflicts with 'zlib output compression' in /home/flobamor/public_html/media.php on line 2
Vincent Van Gogh (1853-1890) – Salah Satu Seniman Yang Membentuk Sejarah Dunia


  • LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 26 April 2019

     

     
    Home   »  Siapa & Siapa
     
    Vincent Van Gogh (1853-1890) – Salah Satu Seniman Yang Membentuk Sejarah Dunia
    YOHANES LANGGAR BILLY | Minggu, 10 Februari 2019 | 14:50 WIB            #SIAPA & SIAPA

    Vincent
    Dok Web

     

    Flobamora.net – Vincent Van Gogh adalah seorang pelukis post-impressionit berkebangsaan Belanda, seorang pelukis yang banyak dipengaruhi oleh gerakan seni Perancis yang berkembang antara 1886-1905, yaitu sejak eksibisi impressionist yang terakhir sampai dengan lahirnya Fauvisme. Vincent Van Gogh merepresentasikan contoh emosi spontan yang mundul dalam melukis.

    Terlahir sebagai anak tertua dari enam bersaudara pada 30 Maret 1853 dalam keluarga seorang pendeta Protestan di Groot Zundert, Belanda, dia dikenal sebagai seorang yang berkepribadian murung, gelisah, dan temparemental sepanjang hidupnya. Van Gogh adalah seorang yang pandai bicara dan perpengetahuan luas yang dibuktikan dengan 700 buah surat kaya pengetahuan yang ditulis kepada saudaranya Theo. Surat-suratnya ini diterbitkan pada tahun 1911 dan merupakan catatan kehidupan Van Gogh.

    Pada waktu menginjak usia 16, Van Gogh dikirim ke The Hague, Belanda, untuk bekerja pada pamannya, seorang mitra perusahaan internasional yang bergerak dalam bidang usaha seni. Di The Hague Van Gogh belajar melukis pada Anton Mauve. Gagal menarik perhatian pelanggannya, Van Gogh dipindahkan ke cabang di Inggris, kemudian berpindah dari satu paman ke paman yang lain, sampai kemudian dia diasingkan dari banyak orang dengan pengajarannya yang kasar dan berlebihan tentang harta benda.

    Dia mendaftarkan diri di pelatihan penginjilan di Belgium, di mana kemudian bekerja sebagai pengkotbah awam kepada para pekerja tambang miskin di sana. Pada usia 27, Van Gogh benar-benar mengenal panggilan hidupnya --- menjadi seorang seniman.

    Kembali ke Belanda, karyanya yang paling terkenal pada masa itu, yang menggambarkan pandangan-pandangan kemanusiaannya, adalah The Potato Eaters, gelap dan suram, mengekspresikan kesengsaraan dan kemelaratan manusia. Untuk karya lukisannya ini, Van Gogh menulis, “Saya sudah coba melukiskan dengan jelas bahwa orang-orang ini, yang menghabiskan kentangnya di bawah penerangan lampu minyak, telah menggali bumi ini dengan tangan kosong mereka untuk bisa makan supaya bertahan hidup.”

    Di tahun yang sama, Van Gogh menetap lagi di Antwerp, Belgium, di mana dia mendaftarkan diri di Akademi Kesenian. Dia bergabung dengan kelas melukis dengan mengenakan topi berbulu binatang yang mengitari topinya, yang selalu terkenal dalam banyak potret diri. Gurunya merasa bahwa coretan lukisannya “sangat berat” dan pada hari keduanya Van Gogh meninggalkan akademi ini. Selama berada di Antwerp, Van Gogh dipengaruhi oleh karya-karya Peter Paul Rubens dan karya-karya pembuat cetakan berkebangsaan Jepang seperti Hokusai (1760 – 1849).

    Kembali lagi menetap di Paris pada tahun 1886, dia meninggalkan coretan kuas yang berani dan bergaya realisme moralistik. Van Gogh mulai menggunakan warna-warna cerah untuk mengekspresikan simbolisme dalam berbagai lukisan pemandangan sawah, pepohonan, dan kehidupan pedesaan seperti Night Watch, (1888), yang dilukis di daerah pedesaan Arles, Perancis, di mana dia mengasoh dan mengundang pelukis Paul Gauguin untuk bergabung dengannya.

    Dikabari bahwa Van Gogh dan Paul Gauguin bertengkar hebat, dan pada suatu malam Van Gogh mengancam Paul Gauguin dengan pisau silet. Dan di malam yang sama, dengan penyesalan yang mendalam karena tindakannya, Van Gogh memotong putus telinganya sendiri. Peristiwa ini dikenang dan diabadikan oleh Van Gogh dalam lukisan Self Potrait with Bandaged Ear (1889).  

    Van Gogh meminta suaka di St. Remy, Perancis, dan menghasilkan 150 lukisan dalam satu tahun. Depresinya kian akut dan Van Gogh bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri pada 27 Juli 1890 dan kemudian meninggal dua hari berselang. Selama masa hidupnya, Van Gogh hanya menjual satu lukisan, Red Vineyard at Arles (1889).


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.