• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 20 Juli 2019

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Masyarakat Harus Mendapatkan Pelayanan Kesehatan yang Komprehensif
    AVEN HUMAS | Jumat, 26 April 2019 | 07:59 WIB            #NASIONAL

    Masyarakat
    Menteri Kesehatan, Nilla Djuwita Faried A. Moeloek

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Menteri Kesehatan, Nilla Djuwita Faried A. Moeloek, meminta para petugas kesehatan untuk memberikan pelayanan yang komprehensif kepada masyarakat.

    “Masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang komprehensif dan holistik. Mulai dari promotif preventif sampai kuratif. Total, keseluruhannya. Betul kalau ada yang sakit, kita obati. Tapi sebelum sakit, mari kita edukasi, kita mencegah, meneguhkan secara dini,”kata Menkes Nilla Moeloek dalam arahannya pada kegiatan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi NTT Tahun 2019 di Kupang, Kamis (25/4/2019).

    Menurut Menkes, petugas kesehatan harus memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan. Harus efisien dalam manajemen, tepat memberikan diagnosis dan obat. Konsekuensinya biaya dapat dijaga.

    Kata dia, secara umum dengan adanya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), uang yang dikeluarkan masyarakat untuk urusan kesehatan juga semakin berkurang dari 53 persen turun ke 31 persen di tahun 2016. Sampai sekarang, jumlah penduduk yang sudah dijangkau oleh JKN adalah sekitar 218 juta jiwa.

    “Dengan uang premi, premi ini bukan gratis sebenarnya. Pemerintah membantu. Tahun ini pemerintah membayarkan premi  bagi 96,8 juta jiwa untuk PBI (Penerima Bantuan Iuran), sementara tahun depan naik menjadi 107 juta jiwa. Jadi sebenarnya tidak gratis, mereka sudah dibayarkan oleh pemerintah. Karenanya, saya minta pelayanan kesehatan tidak ada bedanya bagi setiap anggota masyarakat,” paparnya.

    Ia meminta dan memotivasi tenaga serta dinas  kesehatan untuk menegakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Ini memang bukan tugas mudah karena mengubah prilaku. Tapi harus dilakukan. Germas juga berkaitan dengan sinergisitas dengan kementerian dan lembaga lainnya.  Tidak mungkin  mengatakan anak ini akan cerdas kalau tidak ada upaya kesehatan di sekolah, sarapan pagi atau tidak, bagaiman ia menjaga kebersihan kalau airnya tidak ada.

    Lebih lanjut, Nilla meminta  tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan dengan tulus. Jangan menunggu orang sakit, berikan selalu edukasi. Jangan pernah mengharapkan banyak orang sakit. Juga tidak boleh bangga kalau pasien banyak.

    “Bagaimana masyarakat datang bukan untuk berobat karena sakit tapi untuk menjaga kesehatannya. Itu yang mesti kita lakukan. Jangan takut rumah sakit akan sepi nantinya. Tidak. Kalau saya sudah didiagnose hipertensi, pasti saya patuh datang ke rumah sakit sebulan sekali untuk cek. Saya berobat tapi bukan untuk mengobati sakit melainkan untuk menngontrol dan menjaga kesehatan,” jelasnya.

    Ia mengingatkan, kesadaran masyarakat akan kesehatan masih sangat rendah. Ini menjadi tantangan bagi petugas kesehatan. Tidak boleh hanya duduk diam saja di puskesmas atau rumah sakit.

    “Kita harus mendatangi mereka. Inilah yang dinamakan pendekatan keluarga. Kita ketok pintunya, kalau ada yang sakit kita dorong untuk berobat atau edukasi,” ujranya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.