• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 21 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Tiang Listrik Hambat Pembangunan Jalan Sabuk Merah Perbatasan RI-Timor Leste
    ALBERT VINCENT REHI | Minggu, 19 Mei 2019 | 19:45 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Tiang
    Tiang listrik yang menghmabta pembangunan jalan sabuk merah perbatasan

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Pengaspalan jalan Sabuk Merah Perbatasan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT),yang harusnya dilakukan pada tahun ini terhambat. Gara-garanya, sebuah tiang listrik masih berdiri di tengah ruas jalan tersebut.

    Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.5 Pembangunan Jalan Perbatasan NTT Rofinus Ngilo, mengatakan, tiang listrik itu berada di Desa Halimodok dan Desa Modemu, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu. "Kaki tiang pengganti sudah dipasang, tetapi jaringan belum dipindahkan,"ungkap Rofinus melalui sambungan telepon, Sabtu (18/5/2019).

    Menurut Rofinus, rencana pembangunan jalan perbatasan lanjutan pada tahun 2019, akan terganggu karena utilitas tiang listrik milik PT PLN di beberapa titik belum dipindahkan. "Ini jelas akan menghambat pembangunan jalan tahun ini,"ucapnya.

    Rofinus menyebut, untuk mengatasi persoalan itu, PPK sudah tiga kali bersurat kepada PT PLN (Persero). Surat pertama dikirim pada tahun 2017, sebelum Rofinus menjabat sebagai PPK. Selanjutnya pada 2018, Rofinus sendiri yang mengirim surat permintaaan pemindahan tiang listrik itu. Surat pemintaan juga disampaikan langsung oleh Kepala BPJN X Kupang. Bahkan, pada pertemuan langsung dengan sejumlah pihak di kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi NTT di Kupang beberapa waktu lalu,

    Rofinus juga menyampaikan permintaan pemindahan kepada PLN. "Saat pertemuan itu, jawaban PLN bahwa mereka siap pindahkan, namun masih menunggu kerja sama dengan pihak ketiga," imbuhnya.

    Rofinus menyebut, upaya koordinasi terus dilakukan, namun hingga saat ini tiang listrik itu belum dipindahkan. Rofinus mengatakan, untuk pemindahan utilitas yang berada di jalan tidak ada anggaran. Kementerian PUPR hanya menyiapkan anggaran untuk konstruksi jalan.

    "Harapan kami, agar PT PLN lebih cepat tanggap, sehingga pelaksanaan pembangunan jalan maupun pengaspalan tidak terganggu saat kontrak pekerjaan tahun 2019," kata Rofinus

    Rofinus pun berharap, pihak PLN bisa membalas surat dari pihaknya, sehingga ada dasar pihaknya bisa laporkan ke atasan secara berjenjang terkait alokasi anggaran pemindahan utilitas.

    "Setelah surat itu dibalas, baru kita carikan sama-sama carikan solusi. Mudah-mudahan bisa segera dipindahkan, karena ada program pengaspalan jalan tahun ini pada lokasi tersebut, termasuk juga lokasi lainnya "ujarnya.

    Terkait hal itu, Vice President Public Relations PLN Dwi Suryo Abdullah, mengaku akan segera mengkomunikasikan hal itu dengan pihak PLN NTT. "Mungkin masih proses perizinan antara pihak kontraktor pembangunan jalan (sebagai pihak mitra Pemerintah Daerah) dengan PLN setempat. Jadi bukan karena PLN membiarkan tiang listrik di tengah jalan yang sedang dilakukan pelebaran jalan,"kata Dwi.

    Biasanya, kata Dwi, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi, sehingga pihak kontraktor jalan yang mempunyai kewajiban untuk memindahkan tiang-tiang listrik tersebut belum bisa dieksekusi, sehingga pemindahan itu bukan tanggung jawab PLN . Meski telah ada surat dari BPJN Kupang lanjut Dwi, namun masih ada syarat lain yang harus dipenuhi.

    "Coba Kontraktornya disuruh datang ketemu Manajer Unit PLN setempat. Prinsipnya pihak kontraktor yang menanggung seluruh biaya pemindahannya,"ujarnya.

    Sementara itu, dihubungi terpisah, Deputi Hukum dan Humas PLN Wilayah NTT Soelistiyoadi Nikolaus mengatakan, pihaknya berharap dari pihak BPJN X Kupang dan PLN bisa duduk bersama untuk bicara rencana ke depannya seperti apa.

    "Bisa duduk bersama antara kedua belah pihak, untuk dianggarkan ke pusat, karena geser 1 hingga 5 tiang yang masuk badan jalan, pasti merubah secara keseluruhan pada jalur yang dilebarkan,"ujar dia.

    Informasi terbaru, kata Nikolaus, sudah ada komunukasi sama UP3 Kupang / Cabang untuk masalah penggeseran tiang di perbatasan. Pada tahap pertama sudah selesai dan tahap kedua di adesa Nefala menuju perbatasan sebagian menggunakan tiang beton sudah ada di lokasi. "Komunikasi kelanjutan ke PLN UP3 Kupang belum oleh pihak pelaksana lapangan dan vendor pelaksana jalan,"tutupnya.***


     


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.