• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 02 April 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Anjing dari Lepolima Positif Rabies
    VICY DA GOMES | Senin, 29 Juli 2019 | 19:24 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Anjing
    kegiatan vaksinasi anjing terduga rabies

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET - Virus rabies kian menggiila di Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Balai Besar Veteriner (BBVet) di Denpasar, Jumat (26/7), memastikan satu spesimen otak anjing dari Desa Lepolima Kecamatan Alok Timur, positip rabies. Anjing tersebut sebelumnya sempat menggigit seorang balita berumur 1,9 tahun.

    Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Hengki Sali belum berhasil dikonfirmasi terkait informasi ini. Namun Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Margaretha Siko yang dikonfirmasi malam tadi membenarkan informasi tersebut.

    “Ya betul. BBVet Denpasar sudah pastikan 1 spesimen dari Lepolima Kecamatan Alok Timur yang positip rabies. Ini spesimen ke-29 yang positip,” ujar dokter hewan itu.

    Dia menjelaskan anjing dari Lepolima ini sempat menggigit seorang balita. Korban gigitan langsung mendapat penanganan dini sesuai prosedural dan kemudian dibawa ke rumah sakit. Perempuan yang biasa dipanggil Dokter Metha ini mengaku tidak mengikuti perkembangan kondisi korban gigitan. Dia menyarankan media ini langsung konfirmasi ke Dinas Kesehatan.

    Asep Purnama, dokter pada RSUD TC Hillers Maumere yang peduli dengan penaggulangan rabies, mengatakan masalah serangan virus rabies tidak saja terjadi di Kabupaten Sikka. Menurut dia, beberapa kabupaten di Pulau Flores juga terancam rabies seperti Manggarai dan Manggarai Timur.

    “Di Sikka sudah 29 spesimen positip rabies. Tapi bukan hanya di Sikka saja. Manggarai dan Manggarai Timur juga dalam ancaman rabies. Kasus meningkat terus,” tutur dia.

    Sementara ini Asep Purnama sedang mengumpulkan data dan informasi tentang kasus rabies di Pulau Flores dan Lembata. Dia berencana memintanya dari  BBVet di Denpasar.

    Pemkab Sikka melalui Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian sementara ini gencar melakukan vaksinasi darurat dan eliminasi selektif terhadap hewan penyebar rabies (HPR). Kegiatan ini dilaksanakan sejak Kamis (18/7) dan direncanakan berakhir Senin (5/8), dengan fokus kegiatan pada 9 kecamatan yang rentan rabies.

    Vaksinasi darurat dan eliminasi selektif ini dilakukan menyusul Kabupaten Sikka ditetapkan sebagai daerah kejadian luar biasa (KLN) rabies pada Selasa (16/7). Selama kurun waktu tujuh bulan, sudah terjadi 775 kasus gigitan, dengan dua orang meninggal akibat terserang virus rabies.

    Margaretha Siko mengatakan hingga Jumat (26/7) sudah kurang lebih 10.000 dosis vaksin anti rabies yang digunakan selama vaksinasi darurat dan eliminasi selektif. Itu artinya sudah kurang lenih 10.000 HPR yang mendapat vaksinasi.

    Pihaknya masih kesulitan membeberkan data secara riil, karena kendala keterbatasan waktu. Masalahnya setiap hari mereka harus berkeliling dari desa ke desa untuk melakukan vaksinasi. Bahkan hari Minggu pun petugas kesehatan hewan tetap bekerja. Akibatnya tidak ada waktu untuk melakukan rekapitulasi.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.