• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 21 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Keterbatasan Bukan Belenggu untuk Jadi Pemenang
    RISKY PUTRA | Sabtu, 17 Agustus 2019 | 13:49 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Keterbatasan
    Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan spirit bambu runcing yang dijadikan sebagai senjata para pejuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan harus menginspirasi kerja pemerintah untuk memajukan daerah ini.

    “Para patriot dan pejuang kemerdekaan telah membuktikan kepada kita, bahawa keterbatasan dan ketertinggalan bukan belenggu yang membatasi kita untuk menjadi pemenang,” katanya pada peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI ke-74 di Kupang, Sabtu (17/8).

    Menurutnya, bangsa dan daerah ini bisa keluar dari kemiskinan, keterbatasan dan ketertinggalan dimulai dengan memanfaatkan berbagai asset kekayaan sumber daya yang dimiliki.

    “Dalam perspektif ini, spirit bambu runcing menemukan relevansinya dalam visi kepemimpinan saya dan wakil gubernur bersama seluruh masyarakat yaitu, NTT Bangkit, NTT Sejahtera,” tandasnya.

    Menurutnya, bangkit sebagai ajakan kolektif untuk mulai membangun kesadaran bersama, memanfaatkan semua kekayaan sumber daya. Bangkit sebagai sebagai gerakan restorasi memutus belenggu yang mengekang kemauan untuk merdeka dari segala ketertinggalan.

    Kata dia, NTT ini kaya. NTT punya potensi pariwisata berkelas dunai. Sektor ini kita jadikan sebagai penggerak utama pembangunan eknomi. Saat ini, khusus untuk pariwisata di Pulau Komodo pihaknya sedang membangun komunikasi intensif dengan pemerintah pusat agar pengelolaan Taman Nasional Komodo diserahkan kepada Pemerintah Provinsi NTT.

    “Kita juga punya laut dengan hasil melimpah. Tahun ini untuk pertama kalinya dalam sejarah, kita melakukan ekspor rumput laut sebanyak 25 ton ke Argentina. Ini bukti hasil kerja kolaboratif kerja kita bersama melalui langkah-langkah besar,” paparnya.

    Tahun ini juga, tambah Laiskodat, secara resmi meluncurkan minuman beralkohol yang diberi nama Sophia. Ini merupakan komitmen pemerintah provinsi untuk memberdayakan minuman lokal agar dapat meningkatkan kualitas dan martabat produk-produk asli NTT sekaligus meningkatkan derajat ekonomi masyarakat.

    Ia menuturkan, beberapa hal diatas hanya sedikit dari kekayaan potensi yang kita miliki.”Kita harus bisa bangkit dengan memanfatkan apa yang kita punya,” pungkasnya.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.