• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 21 November 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pak Djafar Selamat Bekerja Demi Ende Lio Nage Sare Pawe
    ALBERT VINCENT REHI | Jumat, 06 September 2019 | 20:35 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pak
    Bupati Ende, Drs. H.Djafar H. Achmad,MM

     

    MINGGU, 8 September 2019, sejarah Pemerintahan Kabupaten Ende memasuki babak baru. Tampuk kepemimpinan di Bumi Kelimutu secara resmi dipegang Drs. H.Djafar H. Achmad,MM, yang menggantikan Ir.Marselinus Yosephus Winfried Petu, yang meninggal dunia, Minggu 26 Mei 2019 lalu.

    Berakhir sudah masa penantian rakyat Kabupaten Ende akan sosok pemimpin daerah ini lima tahun ke depan. Duet kepemimpinan Marsel-Djafar yang dimulai tahun 2009 lalu, pun telah berakhir. Kini dipundak pria pendiam dan rendah hati asal Pulau Ende ini, asa lebih dari 250 ribu rakyat Kabupaten Ende digantungkan. Pak Djafar, demikian ia kerap disapa, harus bekerja sendirian tanpa seorang aji yang dibanggakan. Beban itu akan dipikul Pak Djafar sampai ada wakil bupati yang menggantikan posisinya.

    Ada satu nilai lebih yang ditanamkan Marsel-Djafar di masa kepemimpinan mereka di Kabupaten Ende selama lima tahun yakni menjaga kekompakan. Dengan latar belakang sebagai orang swasta, keduanya saling mengisi dengan kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki. Mereka berdua memegang prinsip Juru Pa Turu,  Mboka  Pa Wake, Kura Pa  Tamba, Resi Pa Bagi.

    Kini, di tangan mantan Senior Manager CD-CSR PT. Jababeka, Tbk ini, visi dan misi pembangunan Kabupaten Ende Lima tahun ke depan dipertaruhkan. Berangkat dari visi dan misi kepemimpinan lima tahun lalu, ada banyak hal yang sudah dibuat untuk Kabupaten Ende. Ini bukan berarti  Pak Djafar harus bertepuk dada, tetapi perlu mempertanggungjawabkan apa yang sudah, sedang dan  akan kerjakan selama memegang kepercayaan atau amanah rakyat Kabupaten Ende.   

    Konsentrasi pembangunan yang  memulai dari desa dan kelurahan, adalah sebuah konsep pembangunan yang menggerakkan kemampuan untuk menjadikan desa dan kelurahan sebagai basis pembangunan. Ini berarti jika desa dan kelurahan dibangun, dengan sendirinya wajah Kabupaten Tiiwu Telu akan berubah.

    Yang menjadi perhatian serius pemerintah ada pada tiga masalah pembangunan yakni sektor Pendidikan,Kesehatan dan  Eknomi. Dan yang menjadi tumpuan kemajuan adalah bagaimana pemerintah menyiapkan infrastruktur dasar yakni Jalan, Listrik  dan Air (JAL), untuk menggerakkan gerbong pemangunan lainnya .   

    Selain itu, enam karakter pembangunan di Kabupaten Ende  sesuai warisan leluhur harus tetap menjadi titik pijak. Keenam karakter pembangunan itu  yakni, Tedo Tembu, Wesa Wela (bidang pertanian) Gaga Boo , Kewi Ae (bidang perkebunan), Peni Nge, Wesi Nuwa (bidang peternakan)Weke Togi, Soro Sai (bidang perikanan) Teka Laku, Daga Geti (bidang perdagangan) dan Wenggo Nua, Nena Ola ( Penataan Tata Ruang wilayah - bidang lingkungan hidup dan Pariwisata).

    Di masa kepemimpinan Pak Djafar lima tahun ke depan tekad menjadikan Kota Ende sebagai kota perdagangan di wilayah selatan Pulau Flores boleh jadi bias terwujud.Kita yakin Ende menjadi kota perdagangan karena didukung dengan akses transportasi yang sudah stabil, lantaran jalur perhubungan laut yang diperjuangkan pemerintah daerah selama ini.

    Ende juga bisa jadi kota transit karena semua akses perhubungan sudah kita perjuangkan. Tinggal dilanjutkan dan dituntaskan. Saat ini Kabupaten Ende sudah menguasai bidang perhubungan dari sebelumnya yang masih masuk pada kawasan Maumere.

    Bahkan akses perhubungan laut di Ende, sudah terhubung dengan beberapa daerah perdagangan di Indonesia bagian barat. Sehingga Ende terus memperkuatkan kebutuhan bahan baku untuk diekspor ke luar daerah.

    Malah, perusahaan angkutan peti kemas Meratus , sejak 18 Februari 2018, telah memindahkan homa base-nya dari Mbay ke Ende. Itu berarti, Ende akan menjadi pusat akses perdagangan bagi Nagekeo, Ngada dan Manggarai Timur. 

    Pemerintah sendiri sudah berkomitmen, Pelabuhan Ende khusus untuk Kapal Roro, sedangkan Ippi untuk kapal penumpang dan pelabuhan petikemas. Saat ini, Kapal Roro baru melayani rute Surabaya – Labuan Bajo – Ende. Namun,ke depannya akan diupayakan Surabaya – Waingapu – Ende – Kupang.  Ini  demi membantu mobilitas warga yang akan bepergian menggunakan transportasi laut.  Ende, saat ini, sudah tersambung dengan pulau-pulau besar  yang ada di Indonesia. Belum Jayapura, Ambon, Maluku Utara yang belum tersambung.

    Untuk menggairahkan pertumbuhan ekonomi daerah, di wilayah utara sudah dibangun dermaga Mini di Maukaro dan akan dibangun juga pabrik es mini. Ini untuk  membantu para nelayan di pesisir utara agar tidak kesulitan dalam mengawetkan ikan hasil tangkapan.Sedangkan sasaran pemasaran langsung ke Kota Ende dan terakses melalui dua jalan paralel yaitu Puukungu-Orakose- Kambubheka-Maukaro dan Nangaba- Wologai-Mboturenda- Maukaro.

    Satu nilai lebih yang masih harus dipertahankan Pak Djafar yakni menggelar Pertemuan Tiga Batu Tungku atau Lika Mboko Telu. Pemerintah Kabupaten Ende  sejak tahun 2014 lalu menggelar pertemuan dengan tokoh agama dan tokoh adat. Pertemuan tersebut mengangkat strategi untuk membahas atau membicarakan model kerja sama membangun.

    Gagasan tersebut muncul dari sebuah peremenungan panjang.Tiga pemangku kepentingan di Kabupaten Ende yakni pemerintah, tokoh agama dan tokoh adat memiliki tanggung jawab dalam membangun, yang dimulai dari titik awal yang sama dan menuju satu tujuan yang sama pula yakni mewujudkan masyarakat Kabupaten Ende yang mandiri dan sejahtera.

    Ketiga kekuatan ini menjadi spirit membangun Kabupaten Ende, sehingga perlu koordinasi yang baik dalam penyelenggaraan pemerintahan.Dilihat dari aspek penyelenggaraan wewenang, hak, dan kewajiban ini ada sebagian wilayah ulayat masih menjalankan fungsi pemerintahannya dengan baik lengkap dengan rumah adat, tubu musu, dan ora nata.

    Jika lima tahun lalu jargon pembangunan di Kabupaten Ende yakni Membangun dari Desa dan Kelurahan, lima tahun ke depan dengan nafas yang sama, pemerintah menggulirkan progam kerja besar Membangun Desa dan Menata Kota. Sebuah kenyataan yang mau tidak mau, suka atau tidak suka harus dilaksanakan.

    Di tangan Pak Djafar, rakyat Kabupaten Ende tentu masih mengharapkan kebijakan anggaran PIDES/PIKEL ini untuk menjawabi kebutuhan masyarakat  terhadap permasalahan yang dihadapinya, dalam konteks peningkatan kapasitas,  pengembangan ekonomi masyarakat dan peningkatan infrastruktur penunjang untuk meingkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan partisipatif (bottom-up).

    Alokasi PIDES/PIKEL yang dianggarkan dengan besaran 700 Juta sampai dengan 1 Miliar Rupiah, menjadi acuan bagi masing-masing Desa dan Kelurahan  dalam mengusulkan program dan kegiatan yang akan didanai melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ende melalui Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan mulai dari tingkat Dusun/Lingkungan, Desa/Kelurahan dan Kecamatan.

    Alokasi anggaran PIDES/PIKEL untuk masing-masing Desa/Kelurahan diperuntukkan bagi pelaksanaan bidang prioritas utama yaitu pendidikan 20 %, Kesehatan 10 %, Ekonomi dan Pariwisata 25 %. Sedangkan Bidang Prioritas Penunjang seperti Infrastruktur dan Lingkungan Hidup 35 %, Penataan Birokrasi, Perlindungan Perempuan dan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, KUM, HAM dan Kamtib 10 %.

    Rakyat Kabupaten Ende tentunya tidak boleh membiarkan Pak Djafar bekerja sendirian membangun daerah ini. Pak Djafar butuh partisipasi semua lapisan masyarakat. dari Watuneso hingga Nangamboa. Dari KJota Baru hingga Maukaro .Semua rakyat Kabupaten Ende harus wora sa wiwi nunu lema, boka ngere ki bere ae… su’u Djafar ma’e menga sa kela wuwu, wangga Djafar ma’e menga sa wisa wara.

    Pak Djafar, pribadi yang unik. Alumni SMPK Ndao dan SMEA Negeri Ende ini  tidak banyak bicara. Yang ada hanyalah kerja… kerja…kerja….Di dadamu kami berharap, lanjutkan dan tuntaskan apa yang sudah dirintis selama ini. Selamat bekerja demi mewujudkan Ende Lio Nage Sare Pawe  ***   

     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.