• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 27 Mei 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    ASN dan Anggota Dewan Berhenti Lakukan Perjalanan ke Luar Daerah
    ALBERT VINCENT REHI | Minggu, 22 Maret 2020 | 20:41 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    ASN
    Marus Ardu Djelamu

     

    KUPANGFlobamora.net - Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) maengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan anggota DPRD setempat berhenti melakukan perjalanan dinas keluar daerah guna mencegah penularan Corona Virus Disease (COVID-19).

    Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu, di Kupang, Sabtu 21/3), mengatakan hal itu terkait dengan makin meningkatnya jumlah warga NTT yang masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP).

    Berdasarkan data pada Dinas Kesehatan NTT yang dihimpun dari dinas kesehatan kabupaten/kota, kata dia, tercatat 92 warga NTT masuk dalam ODP.

    Mereka memiliki riwayat pernah melakukan perjalanan ke daerah yang telah memiliki kasus COVID-19, seperti Bali, Jakarta, dan Surabaya.

    Ia mengatakan, jumlah ODP di NTT terus meningkat. Peningkatan ini karena banyak yang pulang melakukan perjalanan dari luar daerah.

    "Kami berharap ada pengertian dari semua aparatur pemerintah daerah maupun yang aparatur pada instansi vertikal dan anggota DPRD, baik provinsi maupun kabupaten/kota, agar untuk sementara tidak keluar daerah dahulu. Kami juga berharap dilakukan warga NTT pada umumnya," kata Marius.

    Menurut dia, pemerintah provinsi sedang melakukan pengkajian untuk melakukan pembatasan terhadap transportasi udara dari dan ke NTT guna mencegah penularan COVID-19 akibat tingginya mobilitas warga NTT keluar daerah yang telah terpapar COVID-19.

    "Pemprov NTT sedang melakukan pengkajian tentang hal itu. Jika terus bertambah, tentu langkah pembatasan terhadap transportasi udara. Kami akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat," katanya.

    Mantan Kadis Pariwisata  NTT ini berharap agar warga memanfaatkan waktu selama dua pekan untuk melakukan isolasi diri di rumah sebagai upaya pencegahan dari penyebaran COVID-19.

    "Kasus COVID-19 bisa diminimalisasi oleh masyarakat NTT dengan melakukan isolasi diri dalam rumah selama 14 hari," kata Marius.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Dominikus Minggu Mere mengatakan bahwa penyebaran penyakit COVID-19 dapat dikendalikan dengan melakukan isolasi diri di rumah.

    Menurut dia, mengisolasi diri secara mandiri sangat membantu pemerintah dalam mengendalikan penyebaran penyakit ini.

    Ia mengatakan bahwa fasilitas rumah sakit di NTT sangat terbatas sehingga tentu akan kewalahan apabila ada kasus positif COVID-19.

    "Manfaatkan waktu selama 14 hari untuk berada di rumah. Hindari tempat berkumpulnya orang banyak seperti mal dan bioskop," kata Dominikus.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.