• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 31 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Reagen Habis, Sampel Swab dari Sikka Belum Diteliti
    VIKCY DA GOMEZ | Rabu, 22 April 2020 | 22:59 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Reagen
    Ilustrasi

     

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET - Belum keluarnya hasil swab enam sampel dari Kabupaten Sikka, ternyata ada penyebabnya. Rupanya laboratorium di Surabaya kehabisan reagen, sehingga sampel swab belum diteliti.

    Reagen adalah salah satu cairan yang biasanya digunakan di laboratorium. Reagen biasanya ditambahkan untuk melihat adanya reaksi kimia pada kondisi tertentu, seperti dalam hal diagnosis infeksi coronavirus.

    “Dari 37 laboratorium yang ada di Indonesia, salah satu yang terkena dampak yakni di Surabaya, karena kehabisan reagen. Sudah terjadi 3-4 hari belakangan ini, reagen habis, untuk pemeriksaan sampel swab yang kita kirim ke Surabaya,” jelas Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus, Rabu (22/4) sekitar pukul 10.54 Wita.

    Petrus Herlemus menjelaskan ini melalui pengeras suara kepada warga yang sedang menjalani karantina di Gedung SCC di Jalan Ahmad Yani. Ratusan warga karantina mendengarkan penjelasan ini dengan cara berkumpul di halaman Gedung SCC.

    Penjelasan ini disampaikan menyusul respons warga karantina yang mulai menuntut pemerintah daerah setempat memulangkan mereka ke rumah masing-masing dengan alasan masa karantina sudah selesai.

    Dia menegaskan bahwa masa karantina belum dicabut, karena harus menunggu hasil swab. Dan pencabutan masa karantina, hanya dilakukan oleh Bupati Sikka.

    Sesuai hasil konfirmasi, lanjutnya, reagen sudah ada, sehingga bisa mulai dilakukan pemeriksaan sampel swab. Meski demikian, katanya, ada kurang lebih 3.000 sampel swab yang dikirim ke laboratorium di Surabaya. Ribuan sampel swab itu berasal dari daerah-daerah di kawasan timur Indonesia.

    “Itu artinya butuh antrian karena kapasitas laboratorium tidak memungkinkan untuk pemeriksaan sekaligus. Termasuk sampel yang dikirim dari Sikka, juga pasti saat ini antri untuk pemeriksaan selanjutnya,” ujar dia.

    Petrus Herlemus yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka berjanji akan terus melakukan koordinasi dengan pihak laboratorium di Surabaya.

    “Saya terus melakukan koordinasi dengan Surabaya, agar kalau diperbolehkan hasil dari Sikka dipercepat. Tetapi kita tidak memaksakan kehendak, karena di sana punya protokoler sendiri,” ungkap dia.

    Dia meminta warga karantina bersabar menunggu hasil swab. Setelah hasil swab keluar, katanya, pemerintah akan menyampaikan kepada publik, sekaligus melakukan protokoler selanjutnya.

    Terhadap kondisi ini, ujar dia, Pemkab Sikka memohon maaf apabila membuat warga karantina merasa tidak nyaman. Dia mengatakan Pemkab Sikka akan melakukan yang terbaik bagi keselamatan warga karantina, dan juga bagi keselamatan warga Kabupaten Sikka secara keseluruhan.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.