• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 30 November 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Wawali Takut, Jika Kota Kupang Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19
    ALBERT REHI | Minggu, 03 Mei 2020 | 22:06 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Wawali
    Wakil Wali Kota Kupang, dr Herman Man

     

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Wakil Wali Kota Kupang, dr Herman Man merasa takut dan khawatir jika Ibu Kota Povinsi NTT ini juga menjadi kluster baru penyebaran Covid-19 . Jika itu terjadi maka sangat sulit dalam pelacakan.

     “Kita di kota ini sudah melakukan 73 swab. 73 swab ini hasilnya 44 negatif dan delapan diantaranya positif. Sedangkan 29 sampel dalam proses laboratorium,” kata Herman Man di Kupang, Sabtu (02/05/2020) malam.

    Menurutnya, jika laboratorium RSUD Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang sudah bisa digunakan untuk memeriksa sampel swab maka hasilnya akan lebih mudah dan cepat diinformasikan kepada masyarakat.

    “Nanti kalau tanggal 5 atau 6 Mei 2020 ini, kita di NTT sudah bisa melakukan pemeriksaan laboratorium. Menurut saya itu akan mempercepat supaya notifikasi hasilnya akan diinformasikan dengan cepat,” tandasnya.

    Karena itu, pihaknya meminta masyarakat Kota Kupang untuk mematuhi protokol-protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh WHO maupun otoritas pemerintah.

    “Harapan kita jangan membuat klaster baru di kota ini. Cukup klaster yang dari luar. Jangan tiba-tiba nanti ada perkembangan baru; ada klaster Kupang kenapa klaster Kupang terjadi? Karena kita tidak patuh, tidak disiplin, sudah disuruh jangan berkumpul; jangan berkeliaran tapi warga Kota Kupang masih berkeliaran. Disuruh pakai masker masih banyak yang melanggar. Disuruh jangan berjualan; masih banyak yang melanggar. Kita takut jangan sampai Kota Kupang menjadi klaster baru dan itu amat sangat menyulitkan dalam pelacakan,” tandasnya.

    Pemkot Kupang, kata dia, meminta para tokoh agama untuk membantu Pemkot Kupang meminimalisir penyebaran virus corona.

    “Karena itu, saya minta warga masyarakat Kota Kupang melalui tokoh agama, tokoh masyarakat; sebar luaskan imbauan pemerintah. Jangan sampai orang akan mencerca kita di Kota Kupang sementara di tempat lain aman. Kita akan menjadi sumber penularan. Kita bersyukur karena belum ada tanda-tanda transmisi lokal. Jadi semua yang positif ini berasal dari luar NTT. Kekuatiran kita adalah ada warga Kota Kupang yang positif, tidak kemana-mana tapi dia positif. Ini yang kita takuti; ini yang disebut transmisi lokal,” ujarnya.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.