• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 04 Juni 2020

     

     
    Home   »  Travel
     
    Pusat Bersejarah Oaxaca dan Situs Arkeologi Monte Alban - Meksiko
    YOHANES L. BILLY | Selasa, 05 Mei 2020 | 13:58 WIB            #TRAVEL

    Pusat
    Dok Web

     

    Flobamora.net – Terdapat tiga kekayaan budaya yang masih tetap hidup di lembah Oaxaca: Pusat Bersejarah Kota yang didirikan pada tahun 1529 oleh bangsa Spanyol; situs arkeologi pra-Hispanik Monte Albán; dan desa Cuilapan dimana para imam Dominikan mendirikan biara megah di pertengahan abad keenambelas.

    Monte Albán adalah contoh menyolok pusat seremoni pra-Kolumbia. Pusat seremoni ini berdiri tegak di tengah-tengah zona di mana Meksiko sekarang berdiri yang memperoleh pengaruh-pengaruh dari daerah-daerah di utara seperti yang pertama dari Teotihuacan dan kemudian dari suku Aztek dan juga pengaruh-pengaruh dari suku Maya yang terletak di selatan Meksiko.

    Dengan taman ruang terbukanya, candi-candi yang mengagumkan, makam-makam dan relif-relif pada tembok-tembok candi dan makam beserta tulisan-tulisan Mesir purbakala, Monte Albán merupakan saksi berbagai peradaban yang secara berturut-berturut menduduki wilayah tersebut selama periode pra-Klasik dan Klasik yang terbentang antara sekitar tahun 1800 sebelum Masehi sampai tahun 900 sesudah Masehi. Selama lebih dari seribu tahun, Monte Albán memberikan pengaruh yang besar di seluruh wilayah tersebut.

    Di antara 200 situs arkeologi pra-Hispanik yang terinventarisir di lembah Oaxaca, kompleks Monte Albán adalah representasi yang paling baik dari evolusi tunggal suatu wilayah yang dihuni oleh berbagai suku bangsa secara berturu-turut: suku bangsa Olmek, Zapotek, dan Mixtek.

    Monte Albán benar-benar disulap dari sebuah gunung kokoh yang dikerjakan dalam beberapa tahap yang berlangsung selama 1.500 tahun. Petak-petak terasering dan ruang terbuka yang terbentang panjang buatan tangan manusia mengubah lingkungan alam sekitar yang permukaannya tidak rata dengan topografi piramida-piramida dan bukit-bukit kecil artifisial yang suci.

    Kumpulan bangunan ini mulai menghilang pada sekitar tahun 800 sesudah Masehi ketika suku bangsa Mixtek, yang turun dari gunung-gunung, mengancam suku bangsa Zapotek yang tinggal di daerah lembah.

    Tidak lama sebelum kedatangan bangsa Spanyol, suku bangsa Astek menguasai wilayah lembah dan mendirikan benteng Huaxyacac. Nama tempat ini tetap bertahan pada waktu bangsa Spanyol mendirikan kubu Antequera de Oaxaca di tempat yang sama.

    Oaxaca dibangun dengan pola kisi-kisi dan merupakan contoh cirikhas arsitek kota koloni bangsa Spanyol. Peninggalan-peninggalan monumentalnya menggambarkan salah satu yang paling kaya dan yang paling konsisten di wilayah tersebut yang sekarang dikenal dengan nama Spanyol Baru. Kepadatan dan volume bangunan-bangunan kotanya menunjukkan bahwa permata-permata arsitekturnya disesuaikan dengan wilayahnya yang rawan gempa.

    Biara Cuilapan, yang terletak 10 kilometer arah selatan, didirikan pada tahun 1555. Gedung gerejanya yang tidak beratap, open air, tidak selesai dibangun.

    Kota bersejarah Oaxaca tetap melestarikan pusat bersejarahnya. Sebagian besar monumen religi, rumah-rumah bangsawannya yang hebat (termasuk rumah sang penakluk (conquistador) Hernán Cortés) dan semua jalanan yang letak berderet dengan pemukiman-pemukiman menciptakan ruang kota yang harmonis dan membangun kembali citra bekas kota kolonial yang aspek monumentalnya masih dipertahankan utuh.

    Tidak jauh dari Oaxaca adalah tempat kelahiran Benito Juárez, presiden pribumi Meksiko yang pertama dan yang adalah seorang pahlawan nasional. Pada tahun kematiannya pada 1872, nama Oaxaca secara resmi diubah menjadi Oxaca de Juárez.


     


    Sumber: UNESCO the World`s Heritage 2011, p 286
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.