• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 05 Juli 2020

     
    Home   »  Nasional
     
    Wagub Nae Soi : Tindak Tegas Penyebar Paham Khilafah di NTT
    ALBERT VINCENT REHI | Senin, 01 Juni 2020 | 14:00 WIB            #NASIONAL

    Wagub
    Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi

     

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET- Wakil Gubernur NTT Josef A.Nae Soi meminta aparat keamanan untuk bertindak tegas terhadap oknum yang menyebarkan selebaran tentang Hizbut Tahrir Indonesia (HT)I dan paham khilafah di Kota Kupang, karena bertetangan dengan idiologi negara dan bangsa ini Pancasila.

    Permintaan tersebut disampaikan Nae Soi kepada wartawan usai mengikuti peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual di Kupang, Senin (1/6/2020).

    Menurutnya,  pemerintah pusat sudah melarang  HTI untuk hidup di negara ini. NTT pun tidak memperenankan organisasi itu hidup juga di bumi Flobamora.

    “ Kita harus bertindak tegas dan tidak mentolerir organisasi ini berkembang di NTT. Sikap kita  jelas. Tidak membiarkan organisasi terlarang ini hidup dan berkembang di NTT,” tegasnya.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, aktivis Brigade Meo yang bekerjasama dengan aparat kepolisian, mengamankan pasangan suami isteri (Pasutri) yang menyebarkan paham khilafah di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) di salah satu kos-kosan di Jalan Air Lobang 3, Kelurahan Sikmana, Sabtu (30/5/2020).

    Penggerebekan terhadap pasutri penganut organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) itu setelah pihaknya membaca pemberitaan media dan edaran video. Untuk mengantisipasi amukan warga, Brigade Meo berkoordinasi dengan aparat Polsek Maulafa.

    Menurut Ketua Brigade, Mercy Seubbelan, Suryadi Koda, pasangan suami yang menyebarkan selebaran khilafah itu merupakan pentolan HTI yang sudah sering berulah.

    Penggerebekan terhadap pasutri penganut organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) itu setelah pihaknya membaca pemberitaan media dan edaran video. Untuk mengantisipasi amukan warga, Brigade Meo berkoordinasi dengan aparat Polsek Maulafa.

    Kelompok radikal ini rupanya sudah menyebarkan paham terlarang ini di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

    Kali ini, mereka menggunakan modus baru. Mereka menyebarkan selebaran tentang khilafah dengan menyelipkan ke dalam lembaran koran yang dijual para loper di lampu merah El Tari, Kupang, Kamis (28/5/2020).

    Untuk memuluskan niat, mereka membayar sejumlah uang ke loper koran guna menyebarkan selebaran tersebut.***


     


    Sumber: Huams Pemprov NTT/ Sam Babys
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.