• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 30 Mei 2020

     

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Sering Berkemih Tanda Penyakit Ginjal?
    ANA DEA | Jumat, 14 Maret 2014 | 10:36 WIB            #GAYA HIDUP

    Sering
    Dok Web: Organ Ginjal

     

    Jakarta - Ginjal memiliki peranan penting dalam sistem metabolik tubuh manusia.  Organ tubuh ini menjadi penyaring racun dan zat-zat sisa dalam darah, serta berfungsi menjaga keseimbangan volume dan komposisi cairan tubuh. Namun, di saat seseorang sering berkemih, bagaimana kesehatan ginjal sebenarnya?

     

    Menurut dokter konsultan ginjal hipertensi, Parlindungan Siregar, penyakit tertentu memang dapat mempengaruhi frekuensi berkemih. Seperti infeksi saluran kencing yang mengakibatkan frekuensi berkemih semakin sering.

     

    "Namun jika seseorang sehat, minumnya banyak, maka seringnya berkemih bukan jadi tanda-tanda dari penyakit ginjal," tutur dia dalam dalam seminar media bertajuk "Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2014: Penyakit Ginjal Kronik dan Penuaan" di Jakarta, Kamis (13/3/2014).

     

    Parlindungan menjelaskan, semakin seseorang banyak minum maka osmolaritas darah menurun. Sehingga tidak ada rangsangan hormon antidiuretik (ADH) pada otak. Maka air hasil minum segera dikeluarkan melalui urine.

     

    Berbeda dengan jika seseorang sedikit minum, maka osmolaritas darah meningkat. Karena itu, ada rangsangan ADH di otak sehingga air minum tidak langsung dikeluarkan melalui urine.

     

    ADH merupakan hormon yang ada di bagian otak yang disebut hipotalamus. Parlindungan menjelaskan, hormon tersebut berfungsi untuk membuat saluran-saluran ke aliran darah dalam proses penyerapan cairan.

     

    "Rangsangan otak produksi ADH sangat dipengaruhi oleh kebutuhan cairan oleh tubuh. Semakin banyak minum, kebutuhan tubuh terhadap cairan menurun, maka orang mengeluarkan urine lebih banyak," terangnya.

     

    Menurut Parlindungan, rekomendasi minum air baik dari minuman atau makanan orang di bawah usia 60 tahun adalah antara 2-3 liter dalam satu hari. Jika seseorang minum sesuai dengan rekomendasi tersebut, maka wajar bila mengeluarkan cukup banyak urine.


     


    Sumber: Kompas.com
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.