• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 05 Juli 2020

     
    Home   »  Nasional
     
    Ungkap Kasus Kredit Macet, Penyidik Kejati NTT Diancam
    ALBERT VINCENT REHI | Kamis, 25 Juni 2020 | 17:45 WIB            #NASIONAL

    Ungkap
    Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yulianto

     

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET- Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yulianto mrengungkapkan adanya ancaman dari orang tak dikenal kepada pihaknya, usai stafnya menggungkap kasus kredit macet senilai Rp 149 miliar Bank NTT Cabang Surabaya.

    Hal itu disampaikan Yulianto, saat menggelar jumpa pers di Kantor Kejaksaan Tinggi NTT, Kamis (25/6/2020) siang.

    Yulianto menyebut, ancaman terhadap bawahannya itu melalui surat terbuka yang dikirim ke kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT.

    "Ancaman itu datang dari oknum yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan tertentu terkait kasus korupsi yang tengah ditangani oleh penyidik Kejati NTT," ujarnya.

    Yulianto pun enggan menyampaikan secara detail, siapa oknum yang mengancam jaksa tersebut. “Ini terkait kasus yang sedang kami tangani. Soal siapa oknum yang mengancam, biar menjadi konsumsi sendiri Kejati NTT,” katanya.

    Yulianto siap bertanggung jawab penuh atas penanganan perkara kredit macet pada Bank NTT Cabang Surabaya.

    “Lokusnya memang ada di Surabaya, tetapi saya tegaskan pada siapapun, pengendali perkara ini adalah saya, yang memerintah adalah saya, soal lokus, itu adalah kompetensi relatif dan saya yang bertanggungjawab penuh," paparnya.

    Yulianto menuturkan, dalam kasus itu, pihaknya telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka yakni YRS, SK, SS, LML, WK, MR dan IN. Dari tujuh orang tersebut, dua di antaranya telah ditahan jaksa yakni YRS dan SK.

    Dia menyebutkan, dalam kasus itu total kredit diajukan oleh tujuh orang tersebut sebesar Rp149 miliar. Dari jumlah itu, Rp 126 miliar merupakan kredit macet.Berdasarkan estimasi kerugian negara dalam perkara ini mencapai Rp 126 miliar.

    “Estimasi kerugian negara sementara mencapai Rp 126 miliar dari Rp 149 miliar yang diajukan kredit modal kerja dan kredit investasi," tutupnya.***.


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.