• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 04 Agustus 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pemprov Batal Tenderkan Dana JPS Senilai 105 Miliar
    HERMEN | Jumat, 26 Juni 2020 | 19:02 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pemprov
    Suasana Rapat Dengr Pendapat di DPRD NTT

     

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET- Setelah ramai diberitakan media massa, Pemerintah Provinsi (Pemoprov) Nusa Tenggara Timur akhirnya membatalkan tender paket Proyek Pengadaan dan distribusi Sembako dari dana Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 senilai Rp 105 Miliar.

    Dana  bantuan berupa paket sembako Rp105 miliar yang semula  dilelang dan diduga dikerjakan   ‘orang dekat’ Gubernur NTT dengan ‘bendera’ PT Flobamor, dibatalkan.

    “ Seluruh dana itu akan disalurkan dalam bentuk uang tunai Rp 500 ribu untuk 210.000 kepala Keluraga (KK) di seluruh NTT,” tegas Sekretaris Daerah (Sekda) NTT, Benediktus Polo Maing dalam Rapat Gabungan Komisi DPRD NTT,Kamis (25/6/2020) kemarin, yang membahas tentang Dana Covid-19. 

    Menurut Polo Maing, semula direncanakan alokasi bantuan JPS senilai Rp 500 ribu per KK. Dari nilai itu, sebesar Rp 150 ribu dalam bentuk uang tunai dan dalam bentuk natura (Sembako/bahan pangan, red) senilai Rp 350 ribu.  Namun kemudian, diputuskan untuk menyalurkan seluruhnya dalam bentuk uang tunai Rp 500 ribu/KK. 

    Selain bantuan uang tunai, lanjutnya, Pemprov juga menyalurkan beras melalui lembaga-lembaga sosial seperti panti-panti asuhan.

    “Masing-masing kabupaten mendapat alokasi sebanyak 10 ton atau sebanyak 220 ton untuk seluruh NTT.  Bantuan itu disalurkan langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur dalam kunjungan ke daerah (kabupaten/kota, red),” jelasnya.

    Penjelasan Sekda Polo Maing itu menjawab pertanyaan anggota DPRD NTT, Patris Lali Wolo tentang adanya pemberitaan dugaan keterlibatan ‘orang dekat’ Gubernur NTT yang akan melaksanakan pengadaan dan penyaluran bantuan Sembako dari dana JPS Covid-19 senilai Rp 105 Miliar. 

    “Saya baca di media online, ada berita tentang dugaan keterlibatan ‘kroni-kroni’ atau apa istilahnya? Dalam proyek pengadaan Sembako dari dana JPS Covid-19 Rp 105 M. Kami minta penjelasannya,” ujar Lali Wolo. 

    Namun dalam rapat tersebut, Sekda Polo Maing tidak menjelaskan lebih lanjut tentang dugaan keterlibatan ‘orang dekat’ Gubernur NTT. 

    Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) NTT, Zakarias Moruk yang dikonfirmasi di sela-sela rapat itu menjelaskan, Pemprov NTT menyiapkan beberapa skenario penyaluran bantuan JPS Covid-19, antara lain secara bantuan tunai-natura dan secara tunai.

    “Sesuai rencana bantuan akan disalurkan secara tunai Rp 150 ribu dan natura (Sembako/bahan pangan, red) senilai Rp 350 ribu. Namun dibatalkan dan akan disalurkan seluruhnya dalam bentuk uang tunai Rp 500 ribu. Skenario ini (dalam bentuk tunai, red) sudah ada sejak awal,” katanya. 

    Menurut Moruk, dengan demikian maka masyarakat terdampak Covid-19 diseluruh NTT yang akan mendapatkan bantuan JPS dari Pemprov NTT sebanyak 210.000 KK penerima manfaat. “Total dana Rp 105 M itu akan disalurkan masing-masing Rp 500 ribu,” tuturnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.