• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 30 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pimpinan Agama di NTT Minta Pemerintah Jangan Sepelekan Rakyat
    RISKY R | Jumat, 14 Maret 2014 | 14:26 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pimpinan
    Uskup Agung Kupang, Mgr.Petrus Turang

     

     
    Kupang, Flobamora.net  - Para Pimpinan Agama di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengharapkan pemerintah jangan sekali-kali menyepelehkan masyarakat terutama masyarakat petani dan nelayan. Karena mereka sangat mengharapkan perhatian dan pendampingan dari berbagai pihak.

    Permintaan itu disampaikan Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Sekretaris Majelis Gereja Masehi Injili Timor (GMIT), Pdt. Ince A. Y. Tosela,Benny,  Ketua MUI NTT, Abdul Kadir Makarim dalam pertemuan dan dialog antara pemerintah provinsi NTT dan para pimpinan lembaga keagamaan di alua Rumah Jabatan Gubernur NTT di Kupang, Jumat (14/3).

    Hadir dalam pertemuan ini Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) tingkat provinis NTT seperti Danrem 161 Kupang, Kapolda NTT, Kajati NTT. Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Pota Kota, Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Ketua Gereja Kristen Sumba (GKS), Pdt. Alfred Dj. Samani dan Ketua Parhisada Hindu Dharma, I. G.N. Putera Kusuma.

    Uskup Agung Kupang, Petrus Turang mengatakan, saat ini NTT sudah mengalami perubahan cukup berarti, namun kesenjangan hidup antara orang miskin dan orang kaya di daerah ini msih sangat lebar.Persoalannya adalah ketersediaan lapangan pekerjaan yang masih sangat minim.

    “Kami minta pemerintah menyediakan lapangan kerja. Tugas pemerintah adalah juga menyediakan lapangan kerja bagi masyarakatnya. Jangan minta pimpin lembaga keagamaan untuk menciptakan lapangan kerja, karena lembaga keagamaan hanya bertugas untuk melayani pembinaan spritualitas masyarakat atau umatnya,” kata Uskup Turang.

    Menurut uskup Agung Kupang ini, keberagaman hidup masyarakat di NTT sudah sangat bagus dan harus terus dipelihara. Namun persoalan yang serius harus diperhatikan pemerintah adalah keberadaan orang miskin di daerah ini yang semakin meningkat.

    “Berbagai program pemerintah sepertinya kurang menolong masyarakat untuk keluar dari kemiskinan itu,” katanya.

    Sementara uskup Larantuka, Mgr. Fransisskus Kopong Kupng mengatakan, masyarakat pedesaan sangat terbantu dengan program pemerintah yakni Desa Mandiri Anggur Merah. Program ini dinilainya akan sangat membantu masyarakat miskin di daerah-daerah jika diperhatikan dengan serius.

    “Namun sayangnya, saya perhatikan, para pendamping tidak hidup bersama masyarakat di desa, mereka malah hidup dan tinggal di kota. Sesekali mereka baru muncul di desa dan membuat laporan yang sangat tidak akurat. Karena itu, saya minta instansi berwenang untuk memperhatikan para pendaming program itu,” pintanya.

    Ketua MUI NTT, Abdul Kadir Makarim berharap, pemerintah memberikan perhatian pada  pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah yang masih sangat sulit seperti di Lembata dan Flores Timur.

    “Saya baru kembali dari Lembata dan Flores Timur. Disana saya menyaksikan bagaimana rusaknya jalanan di dua kabupaten itu. Saya prihatin sekali, karena itu pemerint5ah provinsi harus memperhatikannya secara adil dan merata,” katanya.***  

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.