• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 04 Desember 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Angka Stunting di Sikka Menurun
    SAM H.BABYS | Senin, 27 Juli 2020 | 22:17 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Angka
    Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Bupati Sikka, Fransiskus Robertus Diogo (Fot: Sam babys)(

     

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET- Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberikan apresiasi kepada duet kepemimpinan Bupati Fransiskus Robertus Diogo dan Wakil Bupati Romaus Woga yang dinilai berhasil menurunkan angka Stunting di Kabupaten Sikka.

    Apresiasi itu disampaikan Gubernur Laiskodat saat memberikan arahan kepada para pimpinan OPD, Tenaga Kesehatan, Camat, Lurah serta Kepala Desa se Kabupaten Sikka, Senin (27/07/2020) di Sea Word Resort.

    Menurut VBL, kolaborasi kedua pemimpin di Kabupaten Sikka kali ini sangat menjanjikan untuk membawa perubahan bagi masyarakat banyak.

    "Birokrat murni dengan jiwa muda yang ada dalam diri bupati dipadu dengan jiwa enterpreneur dari seorang wakil bupati sudah menunjukkan hasilnya. Angka Stunting di Kabupaten menurun dari sebelumnya 25% menjadi 23%," katanya.

    Hasil yang dicapai ini, kata dia, tidak boleh membuat kita lupa diri. Karena target kita semua tentunya angka Stunting harus zero persen.Untuk mencapai angka zero persen, lanjutnya, tentunya harus ada data yang valid di tingkat desa, karena angka stunting di hampir semua kabupaten berasal dari desa. "Sebagai Gubernur saya minta Bapak Bupati  memerintahkan kepala desa agar mendata secara baik ibu hamil di desanya," kata VBL.

    Hal ini masih menurut orang nomor satu di NTT ini agar setiap perempuan yang hamil diberi asupan serta protein yang cukup, sehingga anak yang nanti dilahirkannya tidak menderitastunting."Sekali lagi saya pastikan bahwa data harus jelas dan tepat," tegas VBL

    Kedepan jika gubernur atau bupati menanyakan ke kepala desa, saat ini berapa banyak jumlah ibu hamil di wilayah tersebut, maka kepala desa wajib mengetahuinya.

    "Jika yang hamil mampu untuk mengurus kandungannya secara baik dengan asupan gizi yang cukup, maka itu tidak menjadi masalah. Tetapi jika yang hamil itu ternyata miskin dan tidak mampu untuk mengurus kandungannya dengan asupan gizi yang baik, maka pemerintah wajib untuk memberikan bantuan," ujarnya.

    Oleh karenanya, kedepan pembagian bantuan di tingkat desa, tidak dilakukan di Balai Desa atau Kantor Desa, tetapi dilakukan di Posyandu Hal ini bertujuan agar selain menerima bantuan dari pemerintah, sekalian juga dilakukan pemeriksaan kesehatan.

    Selain masalah stunting, Gubernur VBL juga menaruh perhatian serius terhadap pertanian, peternakan dan juga Perikanan. Data tentang semua potensi itu harus jelas, dan dimulai dari desa. Hal ini karena saat ini semua bicara tentang desa, termasuk negara.

    "Kedepan kita akan desain secara baik dari tingkat desa sampai pusat. Desa mana yang prioritasnya pada pertanian, desa mana yang perlu diterapi perikanannya, dan juga tentang peternakannya," kata dia lagi.

    Dan untuk sampai ke tahap ini, sekali lagi dibutuhkan data yang jelas. Dan ini semua tentunya dibutuhkan kolaborasi dari semua pihak. Harus ada tim kerja yang solid.

    "Jika bicara pertanian, data di desa harus jelas. Kepala desanya siapa, lahannya berapa banyak, tenaga kerja yang terlibat berapa orang, sumber air terdekat dari mana, dengan begini maka pemerintah tinggal masuk dengan bantuan, baik berupa bibit maupun alat berat untuk mengolah lahan tersebut. Hal demikian juga diterapkan di bidang peternakan dan juga perikanan," tutur VBL.

    Sementara itu Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo,mengatakan, dengan Visi Misi menuju masyarakat Sikka yang bahagia dengan hak - hak dasarnya terpenuhi, maka dengan jumlah 110 ribu KK, dan yang miskin sebanyak 47 ribu KK, dibutuhkan kerja keras dan kerja serius serta harus optimis bahwa masyarakat Sikka akan Bangkit menuju Sejahtera.

    Menurut Robby, walaupun ditengah pandemi Covid-19 saat ini, Kabupaten Sikka akan tetap action, produktif dan tidak cengeng.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.