• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 26 Oktober 2020

     
    Home   »  Travel
     
    Dirut BOPLBF Dukung Inovasi Detusoko Barat Sebagai Desa Digital
    ALBERT VINCENT REHI | Senin, 03 Agustus 2020 | 22:42 WIB            #TRAVEL

    Dirut
    Direktur Utama BOPLBF Shana Fatina saat mengunjungi Desa Detusoko, 29 Juli 2020

     

     

    ENDE,FLOBAMORA.NET- Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF), Shana Fatina mendukung inovasi Detusoko Barat sebagai Desa Digital di daratan Flores.

    Dukungan tersebut disampaikan Shana Fatina saat mengunjungi Desa Detusoko Barat, Kabupaten Ende, 29 Juli 2020 lalu.

    Kunjungan ke Desa Detusoko Barat sendiri merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja yang dilakukan Shana bersama Tim BOPLBF ke Ende dan Sikka untuk mewakili Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam rangka serah terima 1.243 Paket Bantuan Lauk Pauk Siap Saji (BaLaSa) kepada para Pelaku Parekraf terdampak sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang setengah tahun belakangan membuat aktifitas pariwisata terhenti.

    Dalam kunjungannya ke Detusoko Barat yang merupakan salah satu lumbung padi masyarakat Ende, Shana sekaligus meninjau lokasi homestay/penginapan masyarakat (homestay ecotourism) dan rencana creative hub (pusat kreatif) Detusoko.

    Homestay ecotourism Detusoko sendiri adalah satu dari beberapa produk unggulan yang dikelola oleh BUMDes Au Wula yang sejauh ini telah berhasil mendukung sebanyak 17 homestay/penginapan berbasis masyarakat di Detusoko Barat.

    Konsep homestay Desa Detusoko Barat sendiri merupakan konsep wisata berbasis masyarakat, dimana rumah-rumah warga dipersiapkan sebagai tempat penginapan bagi para wisatawan yang datang, dengan memanfaatkan salah satu kamar rumah penduduk dengan berbagai aktifitas berbasis keseharian masyarakat seperti berkebun dan bertani. Selain itu wisatawan juga disuguhi menu sajian lokal, serta dilatih menerapkan standar pelayanan homestay.

    Kehadiran BUMDes Au Wula yang saat ini sudah go digital tak lain adalah untuk mendukung pembangunan Pariwisata 3A (Atraksi, Amenitas dan Akomodasi) melalui beberapa produk unggulan, seperti Homestay (Detusoko Ecotourism), Dapur Kita (Pasar Online Desa, Beras hitam organik Detusoko, Parfum Kopi Detusoko, Kopi Detusoko, Gelang Kopi Detusoko.

    Selain memperkuat homestay masyarakat, aktivitas online marketplace/pasar digital melalui https://dapurkita.bumdesmart.id/ menjadi salah satu inovasi BUMDes Au Wula yang selama masa pandemi Covid-19 ini sangat membantu memasarkan hasil bumi masyarakat yang sebagian besarnya adalah para petani.

    “Pandemi Covd-19 ini membuat banyak orang jadi lebih kreatif dan inovatif. Salah satunya dengan membangun sistem digital, salah satunya seperti yang dilakukan teman-teman BUMDes Detusoko Barat ini, Berusaha memasarkan hasi tani masyarakat melalui pasar online,” terang Shana.

    Detusoko sendiri saat ini menjadi rest area dengan didominasi area persawahan yang selama ini dimaksimalkan sebagai titik henti kunjungan wisatawan yang hendak atau baru saja berkunjung ke Danau Kelimutu.

    Selain itu, letak Detusoko Barat yang berada di lintas Flores sangat potensial bagi masyarakat setempat untuk dapat memperoleh manfaat ekonomi dari aktifnya mobilitas para pelaku perjalanan trans Flores.****


     


    Sumber: Badan Otorita Pariwisata labuan Bajo Flores (BOPLB
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.