• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 02 Oktober 2020

     
    Home   »  Nasional
     
    Bangun Jalan, NTT Dapat Pinjaman Dana Rp 189,7 Miliar
    ALBERT VINCENT REHI | Rabu, 05 Agustus 2020 | 20:17 WIB            #NASIONAL

    Bangun
    Gubernur BVL usai Penandatangan Perjanjian Pinjaman Daerah antara Pemerintah Provinsi NTT dengan PT SMI

     

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET- Tekad Pemerintah Provinsi NTT untuk membangun 16 ruas jalan provinsi akhirnya terwujud, setelah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyetujui  pinjaman ke PT  Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero sebesar Rp 189,7 miliar.

    “Gubernur NTT adalah kepala daerah keempat yang melakukan penadantanganan  perjanjian  seperti ini. Ini terobosan yang sangat baik. Kami terus dorong  dan fasilitasi daerah-daerah untuk lakukan inovasi-inovasi sehingga bisa jalankan program-program prioritasnya terutama di saat pandemi covid-19 seperti ini,” kata Direktur Jenderal  (Dirjen) Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bhakti lewat video conference pada  acara Penandatangan Perjanjian Pinjaman Daerah antara Pemerintah Provinsi  NTT dengan PT SMI di Ruang Rapat Gubernur, Rabu (5/8). 

    Penandatanganan ini dilakukan masing-masing oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)  di Kupang dan Direktur Utama  PT SMI, Edwin Syahruzad di Jakarta.

    Menurut Astera, pandemi covid punya dampak yang luar biasa terhadap keuangan nasional maupun daerah. Secara nasional, APBD  dari pemerintah daerah turun sekitar  16,7 persen.

    “Hampir sama dengan penurunan yang terjadi di NTT sekitar 1,14 triliun rupiah. Begitupun dengan pertumbuhan ekonomi sesuai data BPS pada kuartal kedua mengalami depresi sebesar  minus 5,32 persen,”katanya.

    Ia menuturukan, mengantisipasi kondisi ini perlu langkah-langkah inovatif agar program-program prioritas daerah  tetap bisa dilaksanakan saat terjadi kekurangan keuangan akibat pandemi covid-19 ini. Penggerak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masih dari sisi spending (pembelanjaan) baik itu dari pempus maupun pemda. Pinjaman seperti ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah-daerah  agar bisa kembali positif di akhir kuartal ketiga.

    Ia menjelaskan, pinjaman daerah adalah program dari Pemerintah Pusat, Kemenkeu bekerja sama dengan Kemendagri dengan melakukan relaksasi-relaksasi dari segi prosedur, tata cara dan pengembaliannya. Presiden harapkan agar proses seperti ini tidak dilakukan bussines as usual atau cara-cara biasa  tetapi harus extra ordinary atau cara luar biasa.

    “Mohon nanti kalau pinjaman ini dicairkan oleh PT SMI agar segera dilakukan percepatan pelaksanaan program sesuai dengan tujuan pinjaman  sehingga bisa dirasakan oleh masyarakat banyak, secepatnya,” ujarnya.

    Sementara itu, Dirjen  Bina Keuangan Daerah (Bangda) Kemendagri, Mochamad Ardian Noervianto  memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemprov NTT karena berinisiasi  dan berupaya untuk bangun NTT  dengan tidak tergantung dana transfer (pusat). Tapi melalui upaya inovasi dengan pinjaman daerah.

    “Dengan kondisi keterbatasan sumber pendapatan dari PAD maupun dari dana transefer, langkah inovatif seperti ini  sangat diperlukan pemerintah daerah. Pembiayaan dari pinjaman ini untuk dorong program-program prioritas daerah. Tentu kewajiban dari Pemerintah Provinsi NTT untuk menyediakan penganggaran yang memadai di APBD  selama tiga tahun ke depan berupa pokok pinjaman, bunga serta pembiyaan lainnya sesuai dengan perjanjian yang telah ditandatangani,” pinta Ardian.

    Ardian meminta agar Pemprov NTT dapat mengelola pinjaman secara efisien, efektif, akuntabel , transparan, penuh kehati-hatian dari aspek perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pertanggung jawabannya.

    “Kami meminta agar pinjaman ini dimanfaatkan secara baik, dilakukan secara profesional, bersih dari korupsi dan  bebas dari konflik kepentingan dengan prinsip  kehati-kehatian tanpa ada masalah. Sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di NTT khususnya di masa pandemi covid 19 ini,” paparnya.

    Dirut PT SMI, Edwin Syahruzad juga memberikan apresiasi kepada Pemprov NTT yang telah sabar dan teguh melalui berbagai proses sehingga bisa dilakukan penandatangan pembiayaan.

    “Kami dari PT SMI telah setuju dengan usulan permohonan dari Pemprov sebesar Rp 189,7 miliar, terdiri atas dua fasilitas pembiayaan yakni fasilitas pertama untuk pembangunan tujuh ruas jalan sebesar Rp 66 miliar dan fasilitas kedua juga untuk pembangunan sembilan  ruas jalan Rp sebesar 123,7 miliar. Pembangunan ruas jalan ini tersebar di pulau-pulau di NTT dan menjadi prioritas program Pemprov,” jelas Edwin.

    Gubernur NTT, VBL  mengatakan penandatanganan pinjaman ini merupakan agenda penting untuk NTT. Ini pertama kali NTT belajar pinjam supaya tidak tergantung pada dana transfer.

    “Kami mohon maaf kepada Dirut SMI karena agak terlambat dan sedikit mengalami kendala. Karena ini baru pertama. Tapi kami bersyukur dengan acara hari ini, kami sudah bisa belajar untuk pinjam. Ini langkah luar biasa untuk kami. Sehingga kalau lakukan  pinjaman berikut bisa lebih lancar terutama administrasinya,” kata VBL.

    Lebih lanjut VBL menyampaikan terima kasih karena dengan pinjaman ini sangat membantu mengatasi kendala Infrastruktur NTT yang buruk.
    “Kalau infrastruktur bisa berjalan baik, seluruh destinasi pariwisata kami yang sangat eksotik dan atraktif itu dapat berkembang dan ekonomi juga bertumbuh baik.

    “ Sekali lagi terima kasih kepada Kementerian Keuangan dan kementerian Dalam Negeri yang telah lakukan  pembinaan sehingga kami dapat pinjaman ini. Ini memberikan manfaat yang besar untuk kami,”katanya.

    VBL juga menjamin, pinjaman tersebut akan dimanfaatkan secara transparan dan akuntabel.   “Pinjaman ini bukan untuk memperkaya pundi-pundi orang perorangan juga tidak untuk dikorupsi tapi semata-mata untuk memperbaiki infrastruktuur demi menggerakan pariwisata sebagai prime mover ekonomi NTT,” usapnya.

    Untuk diketahui, PT SMI merupakan salah satu Special Mission Vehicle di bawah Kementerian Keuangan dengan mandat membantu percepatan  pembangunan infrastruktur di daerah-daerah di  Indonesia.

    Ditemui di tempat yang sama, Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT, Zacharias Moruk menjelaskan panjang ruas jalan Provinsi yang dikerjakan dengan biaya pinjaman dari PT SMI adalah sepanjang 189 kilo meter.***


     


    Sumber: Humas Pemprov NTT/Aven Reme
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.