• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 30 Oktober 2020

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Pemprov Bersama Kabupaten-Kota Bahas Penyertaan Modal ke Bank NTT
    ALBERT VINCENT REHI | Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:28 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Pemprov
    Rapat pembahasan rencana penyertaan modal Bank NTT (Foto :Laurens Leba Tukan)

     

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur bersama pemerintah kabupaten dan kota menggelar rapat membahas penyertaan modal kepada Bank NTT,di Kupang, Kamis (6/8/2020).

    Sesuai Peraturan OJK Nomor 12 Tahun 2020 Tentang Konsolidasi Bank Umum, Modal Inti Bank NTT pada 2024 harus mencapai Rp3 triliun

    Saat ini modal inti Bank NTT baru mencapai Rp1,7 triliun, sehingga masih harus memenuhi kekurangan sebesar Rp1,3 triliun . Untuk memenuhi target Rp1,3 triliun tersebut, provinsi bersama kabupaten dan kota akan bersama-sama menyetor modal ke Bank NTT.

    Sekda NTT Benediktus Polo Maing mengatakan porsi modal yang harus disetor dihitung berdasarkan proporsi saham saat ini. “Hal mendesak yang diperlukan adalah bersedia menambahkan penyertaaan modal, dan kedua ialah nilai berapa yang mau disertakan,” katanya.

    Saat ini modal inti Bank NTT baru mencapai Rp 1,7 triliun, sehingga masih harus memenuhi kekurangan sebesar Rp1,3 triliun . Untuk memenuhi target Rp1,3 triliun tersebut, provinsi bersama kabupaten dan kota akan bersama-sama menyetor modal ke Bank NTT.

    Polo Maing mengatakan porsi modal yang harus disetor dihitung berdasarkan proporsi saham saat ini. “Hal mendesak yang diperlukan adalah bersedia menambahkan penyertaaan modal, dan kedua ialah nilai berapa yang mau disertakan,” katanya dalam pertemuan yang berlangsung di Lantai 4 kantor gubernur NTT tersebut.

    Dia menambahkan, nilai dan keputusan menambah modal bukan keputusan pemerintah, tetapi masih dibahas bersama DPRD. “Jadi kita bertemu memastikan untuk segera melakukan langkah-langkah bahwa masing-masing kabupaten kota bersedia,” jelasnya.

    Setelah pertemuan itu, akan ditindaklanjuti antara lain pembuatan peraturan daerah (perda) penyertaan modal, terutam bagi kabupaten yang belum memiliki perda penyertaan modal. Menurutnya, sejumlah kabupaten yang telah memiliki perda penyertaan modal, sudah bisa menyetor modal ke Bank NTT.

    Sekda Polo Maing mencontohkan kabupaten yang memiliki perda penyetoran modal sampai Rp10 miliar atau Rp20 miliar, dapat dicicil setiap tahun.

    Misalnya tambah dia, kabupaten A dari Rp20 miliar porsinya, tetapi hanya bisa menyetor sampai Rp 10 miliar, segera disampaikan agar pemerintah provinsi segera mengambil sikap. “Apakah diambil provinsi, atau kabupaten lain yang mau ambil atan dilepas ke swasta,” ujarnya.

    Namun, menurut Dia, pemerintah tidak ingin melepas ke swasta. “Kalau lepas ke swasta sampai Rp10 miliar itu tidak mungkin, tidak ada yang berminat,” kata Polomaing.

    Sementara itu, Plt Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan sejak 2006 modal disetor mencapai Rp195 miliar dan modal inti sebesar Rp258 miliar, namun pada 2019 modal disetor telah mencapai Rp1,383 miliar. Modal inti bank mencapai Rp1,77 trilliun, sehingga kekurangan modal inti sebesar Rp1,233 miliar.

    Ia menjelaskan, semua stekholders punya komitmen yang tinggi untuk Bank NTT makin bertumbuh. Bahkan, adanya kepastian penambahan penyertaan modal dari pemerintah daerah bersama DPRD kabupaten dan kota.

    “Dengan adanya penyertaan modal, tentu memberikan keleluasaan kepada bank untuk memenuhi regulasi dan mengembangkan aktifitas bisnisnya, dan ini sesuatu yang baik dan bermanfaat untuk kemajuan bank,” ujarnya.

    Salah satu point kesepakatan yang berhasil diperoleh menyebutkan, kepastian ada atau tidaknya tambahan penyertaan modal dari masing-masing pemerintah kabupaten dan kota, harus disampaikan paling lambat 31 Agustus 2020.

    Bagi pemerintah kabupaten/kota yang setuju terhadap tambahan penyertaan modal maka sekaligus menyertakan besaran nominal dan batas waktu penyetorannya, sehingga apabila tidak bersedia maka Bank NTT akan membuat ,langkah-langkah lain sesuai ketentuan yang berlaku.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.