• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 01 Oktober 2020

     
    Home   »  Siapa & Siapa
     
    Raja Hammurabi Memberlakukan Hukum - Salah Satu Pemikiran yang Mengubah Dunia
    YOHANES L. BILLY | Sabtu, 08 Agustus 2020 | 23:20 WIB            #SIAPA & SIAPA

    Raja
    Dok Web - PERADILAN PIDANA - Pada bagian atas tugu peringatan, di mana tertera undang-undang, terlihat Raja Babilonia Hammurabi sedang duduk di takhtanya

     

     

    Flobamora.net – Dicerca dan diagungkan, diiiri dan ditakuti, Babilonia kuno – yang peninggalan-peninggalan kotanya masih bisa ditemukan sekitar 50 mil (80 km) sebelah selatan Baghdad – telah berabad-abad terbungkus dalam mitos. Kendatipun digambarkan sebagai pusat kekuatan politik oleh para sejarawan Yunani, dongeng yang tiada akhirnya tentang Babilonia cenderung menutupi kenyataan seperti apa sebenarnya kota itu. “Semua orang kenal nama Babilonia dan cerita yang melegenda mengenai Babilonia,” ungkap Francis Joannès, seorang professor sejarah kuno dari Sorbonne, Perancis, kepada Time pada tahun 2008. “Tetapi apa yang tidak ketahui oleh banyak orang adalah realita kota ini.” Tidak yang lebih nyata dari keberadaan tugu peringatan Kitab Undang-Undang Hammurabi yang mengagumkan, tiang basal setinggi tujuh kaki (2 m), di mana di atas permukaannya, raja Babilonia menggoreskan 282 undang-undang yang dikodifikasi dan hukuman yang ditulis dalam huruf-huruf kuno berbentuk baji, aksara orang-orang Babilonia yang telah lebih dulu ada dari pada tulisan hiroglif. Tablet kuno ini adalah salah satu dokumen tertulis undang-undang yang dikenal di masa-masa awal yang memberi perintah dan membentuk komunitas masyarakat dan yang sampai sekarang merupakan contoh-contoh awal kitab undang-undang yang paling rumit.

    Berkuasa di awal abad kedelapanbelas sebelum Masehi, Hammurabi, raja Babilonia yang keenam, menggunakan kebijakan militer yang agresif dalam menaklukkan negara-negara kota pesaing dan dalam mendirikan Babilonia sebagai jantung politik Mesopotamia, sebuah status yang melekat pada Babilonia sampai pada tahun 539 sebelum Masehi. Yang paling diingat tentang raja Hammurabi bukan ekspansinya ke wilayah-wilayah lain, melainkan undang-undangnya yang dipahat di tugu peringatan. Walaupun aturan-aturan perundang-undangannya kedengarannya ekstrim untuk masa kini (“Jika seseorang melakukan perampokkan dan tertangkap basah, orang itu akan dibunuh”), aturan-aturan ini ternyata memberikan citra baik kepada Hammurabi sebagai seorang pemimpin yang adil. Tugu undang-undang tersebut ditunjukkan kepada masyarakat luas, sehingga tidak ada warga, apapun statusnya, yang mengatakan bahwa dia tidak tahu bahwa ada aturan-aturan perundang-undangan yang berlaku.

    Tugu peringatan berisi aturan perudang-undangan Hammurabi ditemukan oleh para arkeolog berkebangsaan Perancis pada tahun 1901 di propinsi Khuzestan, Iran, di mana tuguh kitab undang-undang tersebut dibawa sebagai barang rampasan pada abad keduabelas sebelum Masehi. Tugu kitab undang-undang ini adalah sebuah peringatan bahwa raja-raja dan kerajaan-kerajaan boleh punah, tetapi kebutuhan masyarakat akan aturan-aturan perundang-perundangan yang mengatur kehidupan manusia berlaku sepanjang masa.


     


    Sumber: TIME-100 Ideas that Changed the World, 2010, p 14
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.