• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 01 Oktober 2020

     
    Home   »  Nasional
     
    Yohanes Bayu Samudro, Dirjen Bimas Katolik yang Baru
    ALBERT VINCENT REHI | Senin, 10 Agustus 2020 | 19:32 WIB            #NASIONAL

    Yohanes
    Dirjen Bimas Katolik, Yohanes Bayu Samudro Foto :Pena Katolik

     

     

    JAKARTA- Setelah delapan bulan  lowong, akhirnya Presiden Joko Widodo menetapkan Yohanes Bayu Samudro menjadi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik untuk masa bhakti 2020-2025.

    Pria 48 tahun yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Pengembangan SDM pada Yayasan Hati Suci Jakarta ini terpilih setelah mengungguli dua kandidat lain yang diusulkan dalam Seleksi Jabatan Terbuka Pimpinan Tinggi Madya Kementrian Agama RI tahun 2020, yaitu Prof. Adrianus Meliala, Ph.D, dan Suparman, M.Si.

    Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan sebagai pejabat Eselon 1 Kemenag dilaksanakan di Auditorium Rasyidi, Gedung Kemenag Jakarta Pusat oleh Menteri Agama Fachrul Rozi, Senin (10/8/2020), pukul 13.00 WIB.

    Pelantikan dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 143/TPA Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Agama tertanggal 3 Agustus 2020.

    Pengambilan Janji Jabatan didampingi oleh Plt. Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Pastor Ewaldus Ewal.

    Bayu, begitu sapaannya, menjabat sebagai Dirjen Bimas Katolik menggantikan Eusabius Binsasi yang telah memasuki purnabhakti pada Juli 2019.

    Peserta Non-ASN

    Bayu adalah salah satu kandidat dari kalangan non-ASN. Ia berjalan mulus dan melewati berbagai tahapan seleksi sejak April 2020 sebelum akhirnya resmi terpilih.

    Mula-mula, ada 22 kandidat terbaik untuk posisi Dirjen Bimas Katolik yang lolos seleksi administrasi mengikuti CAT (Computer Assisted Test), tes yang biasa digunakan untuk menguji para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

    Dalam seleksi CAT, Bayu berada di urutan ketiga sehingga berhak mengikuti seleksi tahap selanjutnya bersama keenam kandidat lainnya.

    Setelah lolos seleksi tersebut, Bayu kemudian mengikuti seleksi berikutnya berupa penulisan dan pemaparan makalah bertema rencana aksi yang akan dilakukan jika terpilih menjadi Dirjen Bimas Katolik.

    Bayu menulis makalah setebal 8 halaman berjudul “UT AMERIS AMABILIS ESTO” (Ramahlah maka Kamu akan Dicintai).

    Dalam makalah ini, Bayu mempresentasikan apa yang akan dilakukannya ketika menjalankan tugas sebagai Dirjen Bimas Katolik.

    Bayu dalam pemaparannya menekankan semangat kerjasama sinergis antara Pemerintah dalam hal ini Kemenag dan pihak hirarki Gereja Katolik dalam hal ini KWI sebagai representasi dari 37 Keuskupan yang ada di Indonesia.

    Ia juga merancang bagaimana program Bimas Katolik dilaksanakan bersama dengan Gereja Katolik agar lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi umat.

    Setelah mengikuti Penulisan Makalah, ia mengikuti asesmen secara daring bersama seluruh enam kandidat terbaik dari masing-masing posisi dalam Kemenag, yaitu Inspektur Jenderal, Dirjen Pendidikan Islam, Dirjen Bimas Katolik, Dirjen Bimas Hindu, dan Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan.

    Asesmen dilakukan selama empat hari berturut-turut berlokasi di kampus Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

    Dalam asesmen ini, ada beberapa hal yang dilakukan antara lain simulasi, psikometri, presentasi program dan wawancara kompetensi.

    Tahap akhir dari seleksi adalah wawancara bersama Panitia Seleksi dari Kemenag dan Panitia Seleksi Khusus dari tim KWI.

    Hasil dari semua proses yang berjalan ini kemudian menghantarkan Bayu masuk dalam tiga kandidat terbaik yang diputuskan salah satunya menjadi Dirjen Bimas Katolik oleh TPA (Tim Peniliai Akhir) yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

    Akhirnya, pada 3 Agustus lalu, Presiden Jokowi mengeluarkan keputusan untuk menetapkan Bayu sebagai Dirjen Bimas Katolik yang baru.

    Bayu adalah Dirjen Bimas Katolik yang ke-8 atau yang ke-11 jika terhitung sejak institusi Ditjen Bimas Katolik masih berupa Bagian dari Departemen Agama.

    Aktif dalam Kegiatan Gereja

    Bayu diketahui sangat aktif dalam kegiatan gereja Katolik. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris DPH Paroki St. Laurentius Alam Sutera, Tangerang Selatan untuk dua periode, yaitu sepanjang 2012-2018.

    Bersama istri dan keempat anaknya, ia tinggal di kawasan Tangerang, Banten, dan menjadi umat dari Paroki Alam Sutera, Tangsel.

    Selama berkarya sebagai pengurus Gereja, Bayu juga aktif melayani sebagai pengurus tingkat Dekenat Tangerang dan karya-karya lain di Keuskupan Agung Jakarta.

    Ia pun beberapa kali mewakili Gereja Katolik dalam kegiatan dan dialog-dialog lintas agama di kawasan Tangerang Selatan.

    Selain itu, ia aktif dalam Organisasi Pencaksilat Pendidikan Tunggal Hati Seminari – Tunggal Hati Maria (THS-THM), sebuah organisasi pencaksilat untuk pembinaan mental-spiritual umat melalui pelestarian budaya leluhur bangsa.

    Selama lebih dari 30 tahun Bayu menekuni organisasi THS-THM sehingga memperoleh kesempatan bersentuhan dengan banyak ormas-ormas Katolik, hirarki Gereja Katolik dan juga ormas-ormas non Katolik di Indonesia.

    Pendidikan sarjana diselesaikannya pada 1995 dari Program Studi Psikologi Pendidikan dan Bimbingan, FKIP Unika Atma Jaya Jakarta.

    Sementara Pendidikan Pascasarjana diselesaikan tahun 2002 dari Program Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan Universitas Kristen Indonesia Jakarta.***


     


    Sumber: Hidup/Pena Katolik
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.