• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 26 Oktober 2020

     
    Home   »  Travel
     
    Labuan Bajo Menuju Destinasi Wisata Super Premium
    ALBERT VINCENT REHI | Selasa, 18 Agustus 2020 | 19:31 WIB            #TRAVEL

    Labuan
    Presiden Joko Widodo (membelkangi lensa) saat meninjau Puncak Waringin Foto : Detik Travel

     

     

    Oleh : Albert Vincent Rehi

    LABUAN BAJO, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam dua tahun terakhir ini, menjadi pusat perhatian dan sorotan dunia. Betapa tidak. Kawasan tersebut sedang dipersiapkan pemerintah menjadi destinasi pariiwisata berkelas dunia.

    Kota kecil di ujung Barat Pulau Flores ini, sudah lama dikenal sebagai pintu gerbang menuju Pulau Komodo dan Pulau Rinca, yamg menjadi habitat binatang purba Biawak Komodo (Varnus Komodoensis). Keberadaan Komodo, yang sudah ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia telah ikut mendongkrak Labuan Bajo menjadi kian populer.

    Selain itu, Labuan Bajo memiliki banyak sekali objek wisata. Bisa dikatakan sebenarnya hampir setiap meter wilayahnya memiliki keindahan dan keunikan. Labuan Bajo memang kota kecil yang menghubungkan seluruh keindahan mulai dari pantai, laut, bukit serta padang rumput. Bahkan terdapat sebuah desa yang unik dengan kelestarian adat istiadatnya yang masih terjaga hingga sekarang.

    Objek-objek wisata yang terkenal di kawasan itu antara lain Pulau Komodo, Pantai Pink, Manta Point, Pulau kecil seperti kanawa, loh liang, air terjun bahkan goa pun terdapat di Labuan Bajo. Yang paling terkenal diantara semuanya adalah Pulau Komodo.

    Selain Pulau Komodo, yang juga terkenal adalah Pantai Pink dan Manta Point. Pantai pink adalah pantai dengan pasir yang berwarna pink yang menarik dan unik pemandangannya sedangkan Manta Point adalah patung yang terdapat didasar salah satu pantai di Labuan Bajo yang menjadi salah satu spot diving yang juga memiliki keunikan.

    Labuan Bajo, kini merupakan satu dari sekian banyak potensi wisata Indonesia yang menjadi prioritas penataan dan pengembangan wisatawan oleh pemerintah. Presiden Joko Widodo. Bahkan  Presiden sendiri telah berkomitmen untuk memajukan daerah tersebut.

    Guna mendukung pengembangan pariwisata di Labuan Bajo Pemerintah Indonesia resmi membentuk Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores. Penetapan badan tersebut dilegitimasi melalui Peraturan Presiden No 32/2018 yang ditandatangani pada 5 April 2018.

    Penetapan BOP di Labuan Bajo merupakan strategi lanjutan pemerintah dalam meningkatkan pengelolaan sektor pariwisata secara berkelanjutan. Sebelumnya, dua BOP telah dibentuk, yakni di kawasan wisata budaya Candi Borobudur dan Danau Toba.

    Badan Otoritas Pariwisata memiliki beberapa kewenangan yang dapat disingkat menjadi '3A', yaitu Atraksi, Akses, dan Amenitas.  Kewenangannya adalah pengembangan destinasi, yang sebut 3A. 3A itu Atraksi alam budaya dan buatan. Kemudian akses infrastruktur dasar. Ketiga, amenitas, ini terkait fasilitas hotel dan sebagainya, bisa kerjasama dengan swasta terkait.

    Badan ini terdiri dari beberapa kementerian dan lembaga seperti Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, dan lain-lain. Infrastruktur yang akan dibangun diantaranya jalan raya, pelabuhan, bandara, jaringan internet. Pembangunan infrastruktur akan dikoordinasikan bersama di Badan Otoritas Pariwisata.

    Nah, untuk mempersiapkan Labuan Bajo sebagai kawasan wisata prioritas, Presiden Jokowi sudah beberapa kali ke kota kecil itu. Pemerintah ingin membangun Labuan Bajo. Airportnya, mulai tahun ini landasannya akan diperpanjang, terminal tunggu juga akan diperbesar dan diperbaiki.

    Bagi pemerintah, pariwisata merupakan potret yang dapat menggambarkan wajah Indonesia kepada dunia internasional. Indonesia, yang mempunyai banyak wilayah dengan keindahan alam dan keanekaragaman budaya, memiliki peluang besar untuk menarik perhatian wisatawan mancanegara sekaligus menunjukkan keramahan budaya Indonesia apabila mampu mengelola kekuatan potensi pariwisatanya dengan baik.

    Dalam sejumlah kesempatan, Presiden Jokowi mengatakan agar pariwisata Indonesia mampu bertransformasi menjadi sektor utama penggerak perekonomian nasional. Saat pariwisata menggeliat dapat dipastikan lapangan kerja akan semakin meningkat sehingga perekonomian masyarakat juga akan bergerak.

    Menurut Joyosuharto (1995:46), pengembangan pariwisata memiliki tiga fungsi, yaitu: 1) menggalakkan ekonomi, 2) memelihara kepribadian bangsa dan kelestarian fungsi dan mutu lingkungan hidup, 3) memupuk rasa cinta tanah air dan bangsa. Untuk menjalankan ketiga fungsi tersebut maka diperlukan pengembangan objek wisata dan daya tarik wisata, meningkatkan dan mengembangan promosi dan pemasaran, serta meningkatkan pendidikan dan pelatihan kepariwisataan.

    Kita berharap, pegembangan Labuan Bajo nantinya memiliki dampak ekonomi kepada masyarakat. Kalau turis semakin banyak ke sini, belanja banyak di sini, pendapatan asli daerah meningkat sampai 1.000 persen, sepuluh kali lipat (dari sebelumnya).

    Untuk mendongkrak  kemajuan Labuan Bajo, infrastruktur pendukung pariwisata juga harus dibangun. Baik infrastruktur dasar maupun pendukung pariwisata di daerah tersebut perlu dibangun dan diperbaiki sesegera mungkin.

    Bukan hanya airportnya saja, sebentar lagi jalan-jalan dan trotoar di kota itu juga akan diperbaiki. Air baku juga akan ada bendungan yang kita harapkan segera selesai. Pengolahan sampah juga akan dibangun di sini. “Nanti dilihat akhir tahun 2020 perubahan di Labuan Bajo ada atau tidak,” kata Presiden Joko Widodo.

    Pembangunan dan pembenahan infrastruktur tersebut tentunya harus disertai dengan kesiapan sumber daya manusia yang nantinya akan berhubungan langsung dengan wisatawan mancanegara yang hadir. Terkait hal tersebut, kita berharap, bentuk keramahan masyarakat Indonesia yang mencitrakan wajah dan kearifan budaya Indonesia di mata dunia.

    Lantas, apa saja yang sudah dan akan dipersiapkan pemerintah dalam pengembangan pariwisata Labuan Bajo, untuk menarik wisatawan? Yang paling utama adalah pengembangan destinasi wisata Labuan Bajo yang bersegmen super premium berkaitan dengan penataan kawasan.

    Presiden Jokowi menginginkan agar segmen pasar wisatawan yang hadir di sini adalah yang pengeluarannya lebih besar dari wisatawan kebanyakan dan oleh sebab itu, perlu sekali melakukan integrasi baik yang berkaitan dengan kerapian, kebersihan, kenyamanan, dan keamanan bagi para wisatawan.

    Terdapat lima zona yang harus ditata di Labuan Bajo. Kelimanya adalah Bukit Pramuka, Kampung Air, pelabuhan peti kemas dan dermaga penumpang, kawasan Marina, serta di zona Kampung Ujung. Lima zona ini akan menjadi ruang publik yang tidak terputus yang menghadirkan sebuah landscaping yang indah yang menjadi generator penggerak pembangunan kawasan serta pusat aktivitas masyarakat di Labuan Bajo.

    Berkaitan dengan infrastruktur. tahun ini landasan pacu dan terminal bandara segera dimulai dibenahi.Lalu lintas atau traffic di bandara tersebut bisa meningkat seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan.

    Kemudian penyiapan sumber daya manusia (SDM).Pemerintah menghendaki  masyarakat lokal turut dilibatkan dan menjadi bagian dari pembangunan yang dilakukan. Untuk itu, mau tidak mau, SDM lokal segera ditingkatkan keahlian dan kompetensinya, serta disesuaikan dengan kebutuhan industri pariwisata yang ingin dikerjakan.

    Dengan demikian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat tidak ditinggalkan. Nantinya ada sebuah kelompok kreatif yang akan menggarap produk-produk lokal tersebut, baik dari sisi pengemasan, desain, harga, dan lain-lain.Selanjutnya, tenun, kopi, kerajinan, makanan khas betul-betul bisa tumbuh dan seiring dengan itu juga atraksi budaya lokal, kesenian daerah juga harus semakin hidup dan menghidupkan area yang ada di Labuan Bajo.

    Hal paling penting lainnya adalah mengenai sampah baik sampah darat maupun sampah laut. Banyak keluhan terkait adanya sampah di dalam laut. Untuk itu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melakukan suatu gerakan pembersihan sampah. Meskipun belum banyak tapi harus dimulai kita bersihkan sebelum menjadi banyak. Juga di darat Kementerian PUPR dan LHK menyiapkan infrastruktur untuk pembuangan sampah, baik incinerator maupun dengan sistem yang lainnya tapi ini juga harus segera diselesaikan.

    Tentang air baku, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) harus menyiapkan tambahan air baku. Keluhan mengenai air baku tersebut datang dari para pemilik hotel.

    Berkaitan dengan keamanan para wisatawan,diharapkan adanya menyiapkan suatu organisasi yang terdiri atas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP/Basarnas) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menjamin keamanan wisatawan.

    Terakhir, berkaitan dengan promosi. Pemerintah pusat menargetkan apabila semua aspek sudah selesai, rapi, dan tertata pada akhir 2020, maka promosi secara besar besaran harus segera dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

    Meski demikian, ada hal yang membuat Presiden Joko Widodo agak gundah. Persoalan sengketa tanah di Labuan Bajo.  Ia meminta jajarannya untuk segera merampungkan semua persoalan sengketa tanah, agar tak menghambat datangnya investasi yang masuk untuk mengembangkan pariwisata di Labuan Bajo.

    Kepala Negara menyoroti masih banyak tanah sengketa di Manggarai Barat yang perlu segera diselesaikan pemerintah daerah, untuk menarik perhatian bagi investor yang ingin menanamkan modal.

    Ini mungkin, sebab masih banyaknya tanah sengketa yang ada di sini. Ini menjadi catatan karena ini juga menjadi perhatian dari para investor yang ingin menanamkan modalnya di sini. Jadi betul-betul diselaraskan antara hukum adat yang ada dengan hukum positif yang kita miliki.

    Infrastruktur Pendukung

    Pengamat ekonomi dari Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang Dr Fritz Fanggidae mengatakan pariwisata yang dikenal memiliki dampak ganda, khususnya bagi perkembangan perekonomian daerah diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah ini, yang harus dipersiapkan secara matang infrastruktur pendukung.

    Visi ini (pariwisata dorong pertumbuhan ekonomi) searah dengan konsep dan tujuan pembangunan kepariwisataan di Indonesia yang telah dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di mana identitas dan kesejahteraan penduduk lokal merupakan bagian dari tujuan yang ingin dicapai.

    Bukan cuma itu kerangka pembangunan pariwisata yang berkelanjutan menjadi indikator keberhasilan pembangunan kepariwisataan nasional, di mana penggunaan produk lokal, pemberdayaan dan kesejahteraan penduduk lokal.

    Berikut kelestarian lingkungan dan keberlangsungan budaya setempat serta pemerataan pembangunan perekonomian daerah menjadi sebagian kecil dari sekian banyak indikator keberhasilannya.

    Komitmen terhadap pembangunan pariwisata yang berkelanjutan ini juga telah tercantum dalam Global Code of Ethics for Tourism yang digagas oleh UNWTO pada tahun 1999.

    Untuk mempersiapkan Labuan Bajo sebagai destinasi kelas dunia,  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) rampung Desember 2020.

    Berdasarkan data Kementerian PUPR, pemerintah telah menyediakan anggaran sekitar Rp 979 miliar yang dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pengembangan lanjutan KSPN Labuan Bajo pada beberapa sektor, seperti pembukaan akses jalan hingga pembangunan infrastruktur permukiman.

    Dengan rincian, penataan kawasan Pantai-Bukit Pramuka senilai Rp 200 miliar. Lalu pengembangan Kawasan Batu Cermin sebesar Rp 42 miliar, yang terdiri dari pengerjaan gapura, jalan, jalur pedestrian, drainase, street furniture, dan landscape Goa Cermin

    Selanjutnya, penataan kawasan industri pariwisata Puncak Waringin senilai Rp 30 miliar, pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kabupaten Manggarai Barat untuk 13.500 kepala keluarga (KK), dan pengembangan Pulau Rinca Rp 30 miliar.

    Kemudian, optimalisasi jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Labuan Bajo, pembangunan Instalasi Pengolahan Air berkapasitas 60 liter per detik SPAM Wae Mese II, serta optimalisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Labuan Bajo dengan nilai anggaran Rp 10,2 miliar.

    Selanjutnya, penataan kawasan industri pariwisata Puncak Waringin senilai Rp 30 miliar, pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kabupaten Manggarai Barat untuk 13.500 kepala keluarga (KK).

    Di bidang bina marga, pemerintah pusat  sudah menggelontorkan dana melalui APBN untuk preservasi jalan Labuan Bajo-Malwatar 65,67 km Rp 58.158.343.000, pembangunan jalan Labuan Bajo-Terang-Pelabuhan Bari 9,14 km Rp 33,4 miliar Panjang, pelebaran jalan menuju standar ruas jalan Labuan Bajo-Malwatar 5 km Rp 30.383.000.000 dan peningkatan jalan dan penataan trotoar dan drainase dalam kota Labuan Bajo 13,88 km Rp 90,28 miliar.

    Kemudian, peningkatan jalan dan penataan trotoar dan drainase kawasan pariwisata Batu Cermin 3,34 km Rp 25 miliar, peningkatan jalan kawasan pariwisata Waecicu 6,6 km Rp 49,5 miliar dan pembangunan jalan akses Pelabuhan Peti Kemas Nanga Bido 3,2 km Rp 32 miliar.

    Masih di bidang bina marga, ada pembangunan Jembatan Nanga Nae 210 km Rp 84 miliar dan pembangunan Jembatan Nanga Bido 40 meter Rp 16 miliar. Tentu saja dengan pembangunan tersebut diharapkan akses jalan di Labuan Bajo semakin mendukung wilayah tersebut menjadi wisata super premium.

    Sejak ditetapkannya komodo sebagai salah satu "The new seven Wonders of Nature" (tujuh keajaiban alam yang baru), Labuan Bajo saat itu juga menjadi pintu masuk pariwisata Indonesia selain Bali, yang sudah sangat dikenal selama ini.

    Labuan bajo, yang dulunya adalah kota pelabuhan kecil, kini berubah menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat menjanjikan, dengan bebagai potensi wisata yang dimiliki. Adalah Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, yang mempunyai mimpi besar memajukan Kawasan Labuan Bajo menjadi, destinasi wisata super premium dan kelas dunia, selaras dengan Visi Indonesia Maju.Semoga ***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.