• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 18 Juni 2021

     
    Home   »  Nasional
     
    Dewan Pertanyakan Penyaluran Beras JPS Covid-19 di NTT
    HERMEN JAWA | Selasa, 25 Agustus 2020 | 19:27 WIB            #NASIONAL

    Dewan
    Anggota DPRD NTT dari Fraksi PDIP, Patris Lali Wolo Foto : Gerry Wisung

     

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT mempertanyakan penyaluran ribuan ton beras yang dibiayai dari dana Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 senilai Rp 105 Milyar.

    Padahal Komisi V DPRD NTT dan Badan Anggaran (Banggar) telah merekomendasikan penyaluran seluruh dana Rp 105 Milyar tersebut dalam bentuk tunai senilai Rp 500 ribu per KK.

    Namun dalam pelaksanaannya, Pemprov NTT melalui PT. Flobamor menyalurkan bantuan dalam bentuk beras Rp 30 kg dan uang tunai Rp 150 ribu per Kepala Keluarga (KK)

    Demikian dikatakan Anggota DPRD NTT dari Fraksi PDIP, Patris Lali Wolo menanggapi adanya penyaluran dana Covid-19 Rp 105 Milyar berupa beras 30 kg dan uang tunai Rp 150 ribu per KK yang dilakukan Dinas Sosial NTT pada Senin (24/8/20).

    “Komisi V DPRD NTT telah merekomendasikan penyaluran dana JPS Covid-19 dalam bentuk uang tunai Rp 500 per KK. Hal itu juga telah disepakati Dewan dan Pemprov dalam rapat Banggar. Tapi mengapa kesepakatan itu berubah dalam pelaksanaannya? Yang terjadi, Pemprov menyalurkan bantuan JPS Covid-19 dalam bentuk beras 30 kg dan uang tunai Rp 150 ribu.

    Politisi yang akrab disapa PLW mengatakan,perubahan kebijakan penyaluran dana JPS tersebut tanpa melalui persetujuan lembaga DPRD NTT

    “Saya heran, kenapa Pemprov tidak mengindahkan rekomendasi dan kesepakatan bersama? Kog bisa begitu yah? Ada apa ini?” tanya PLW yang juga Bendaraha DPD PDIP NTT.

    Menurutnya, masyarakat NTT yang terdampak Covid-19 tidak mengalami krisis pangan, tapi krisis kesehatan dan daya beli.“Masih juga ada kebutuhan lain seperti siswa belajar secara online sehingga harus membeli pulsa . Sehingga bantuan yang dberikan harus dalam bentuk uang tunai, bukan beras sebagaimana yang dilakukan Pemprov melalui PT. Flobamor,” kritiknya.

    Karena itu, lanjut PLW, DPRD NTT melalui Komisi V yang membidang Kesra merekomendasikan agar penyaluran dana JPS bagi warga terdampak Covid-19 dilakukan dalam bentuk tunai.

    “Agar uang Rp 500 ribu per KK dengan total nilai Rp 105 Milyar tersebut bisa berputar di masyarakat NTT. Ironisnya, pengadaan bantuan beras tahap I untuk 95. 000 KK dari dana JPS didatangkan semuanya dari Makasar, Sulawesi Selatan,” bebernya.
    Politisi PDIP asal Dapil 4 NTT (Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka) ini meminta agar pemerintah mengkaji ulang pengadaan beras untuk penyaluran tahap kedua.

    “Jika semua beras tetap didatangkan dari luar, tentunya akan terjadi capital flight yang sangat besar untuk membeli ribuan ton beras. Karena itu, kita minta agar Pemerintah NTT mengkaji ulang pengadaan beras untuk kepentingan bantuan JPS. Jadi tidak semua didatangkan dari luar NTT, tapi membeli beras dari petani lokal di NTT. Karena itu harus dilakukan evaluasi secara menyeluruh terkait pelaksanaan bantuan JPS tersebut,” tandas Patris.

    Walau penyaluran bantuan JPS sudah dilakukan, kata Patris, namun hingga saat ini DPRD NTT belum mendapat laporan resmi dari pemerintah.

    “Lembaga dewan sangat membutuhkan penjelasan secara detail dari Pemprov terkait alasan penyaluran bantuan JPS menggunakan skema beras dan uang tunai. Juga soal mekanisme penyaluran dan persoalan yang terjadi di lapangan,” tegas legislator peraih suara terbanyak di DPRD NTT.

    Patris Lali Wolo membeberkan, Dinas Sosial NTT sedang melakukan penyaluran bantuan beras untuk masyarakat terdampak covid-19 dari JPS.

    “Bantuan disalurkan dalam dua tahap, yakni Agustus dan September. Penyaluran tahap pertama untuk 77.524 KK dari total keseluruhan penerima bantuan ini sebanyak 95.000 KK,” jelasnya.

    Sesuai penjelasan Kepala Dinas Sosial NTT, Jamaludin Ahmad, kata Patris, bantuan JPS sudah mulai disalurkan pada 14 Agustus 2020.

    “Di mulai dari Kelurahan Alak dan Fatufeto, Kota Kupang. Total penyaluran beras di dua kelurahan ini sebanyak 35.160 kg. Beras yang disalurkan merupakan beras premium yang didatangkan dari Makasar. Dalam penyaluran beras tersebut, Dinas Sosial NTT bekerjasama dengan PT. Flobamor, perusahaan daerah milik Pemerintah NTT,” paparnya.***


     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.