• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 30 Oktober 2020

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    FKLJK Gelar Diskusi Strategi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi NTT
    ALBERT VINCENT REHI | Rabu, 26 Agustus 2020 | 19:45 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    FKLJK
    Ketua FKLJK, Harry Alexander Riwu Kaho Foto: Ama Beding

     

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET- Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) menggelar Diskusi Strategi Percepatan Pembangunan dan Pemulihan Ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

    Kegiatan ini berlangsung di Aula Fernandes Gedung Sasando, Rabu (26/7/2020), dihadiri Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, selaku pembicara kunci, Kepala OJK NTT, Robert Sianipar, Kepala BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Bupati Kupang, Korinus Masneno, serta anggota DPD RI, Abraham Paul Lyanto, dan unsur pengusaha maupun lembaga jasa keuangan

    Kepala FKLJK, Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, diskusi tersebut adalah wujud nyata dari spirit untuk menterjemahkan program kerja agar akselerasi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi di NTT lebih cepat.

    “Dalam diskusi yang kami lakukan, ada spirit untuk kerja bersama, dan sama-sama bekerja,” ujar Alex Riwu Kaho dalam sambutannya mengawali kegiatan diskusi.

    Ia menjelaskan, arahan dari Gubernur NTT sebagai pembicara kunci dalam diskusi bisa menjadi landasan bagi Bupati dan Walikota untuk membangun sinergitas guna menekan angka kemiskinan di NTT.

    “Sesuai dengan maping Bapak Gubernur NTTT yaitu upaya ini akan dimulai dari Pulau Sumba dan Timor,” ungkap Plt Dirut Bank NTT ini.

    Riwu Kaho berharap, forum diskusi strategi percepatan pembangunan dan pemulihan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur bisa menghasilkan komitmen untuk perbaikan ekonomi NTT ke depan.

    Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan, pertumbuhan ekonomi NTT di triwulan kedua mengalami kontraksi, tetapi masih lebih baik dibandingkan dengan Provinsi Papua.

    Menurutnya, yang perlu dilakukan oleh pemerintah adalah mendorong sektor pertanian, pemerintahan, konstruksi dan sektor perdagangan agar pemulihan ekonomi bisa berjalan lebih cepat.

    “Optimisme dari dunia usaha sudah mulai naik maka momentum ini yang harus kita ambil. Perlu ada suntikan modal sehingga mereka bisa berproduksi,” ujar Atmaja.

    Sementara itu, Kepala OJK NTT, Robert Sianipar menyampaikan, untuk mempercepat pemulihan ekonomi, maka pemerintah bersama OJK telah mengeluarkan beberapa kebijakan.Kebijakan tersebut diantaranya
    relaksasi kredit, penjaminan kredit, subsidi bunga, serta melonggarkan social distancing.

    “Semua ini tujuannya adalah menggairahkan dunia usaha agar harapannya triwulan ketiga bisa tumbuh dan tidak mengalami kontraksi. Semangatnya mari kita sama-sama mengambil bagian untuk mempercepat pemulihan ekonomi NTT,” kata Sianipar.

    Bupati Kupang, Korinus Masneno mengungkapkan, untuk mempercepat pertumbuhan dan pemulihan ekonomi, pihaknya meminta perbankan untuk membantu petani dan peternak di Kabupaten Kupang.

    Menurutnya, Kabupaten Kupang memiliki 300 kelompok peternak yang telah diasuransi. Jika kelompok ternak tersebut diberikan kredit oleh perbankan, maka ia menjamin peternak tidak mungkin menunggak dalam membayar kredit.

    “Saya jamin secara moral, bahwa apabila bapak-bapak memberikan kredit untuk kelompok peteranak di Kabupaten Kupang, maka tidak akan macet kecuali ada penyakit korona sapi,” tegas Masneno.

    Ia berjanji akan memberikan data kreditur peternak dan petani di Kabupaten Kupang by name dan by address agar bisa diintervensi oleh perbankan.

    Yuston Karwayu, Sekertaris HIPMI NTT mengatakan, gambaran dalam diskusi yang diselenggarakan oleh FKLJK masih bersifat normatif.

    “Kita butuh hal-hal konkrit. Kita butuh suntikan untuk usaha kesehatan dan makanan, karena sektor tersebut sangat cocok di masa pandemi. Kita omong soal ekonomi, maka pelaku usaha harus ditolong oleh perbankan,” jelas Yuston.

    Menanggapi gaggasan dan tanggapan dari peserta diskusi, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mendorong semua pihak untuk kembali menggairahkan ekonomi NTT. Para pengusaha diminta untuk terlibat langsung melakukan kegiatan investasi di NTT.

    “Saya minta kita semua mendesain dan melaksanakan proses pertumbuhan dan pemulihan ekonomi di NTT. Saya ajak kita buat kegiatan dan makan di restaurant supaya geliat ekonomi mulai bergerak,” tutur Laiskodat.

    Gubernur VBL berharap kerjasama antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha terus dibangun untuk sama-sama bergerak memajukan ekonomi NTT.

    “Dua minggu lagi kita siap landing semua proses kegiatan kita. Jangan konsep dan diskusi lagi. Kita siap landing dan eksekusi,” tandasnya.***


     


    Sumber: Humas Pemprov NTT
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.