• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 30 Oktober 2020

     
    Home   »  Nasional
     
    Soal Lahan Besipae, Gubernur Laiskodat: Jika Tidak Setuju, Silahkan Tempuh Jalur Hukum
    ALBERT VINCENT REHI | Jumat, 28 Agustus 2020 | 18:32 WIB            #NASIONAL

    Soal
    Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat menghadari coffee morning dengan awak media

     

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET- Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan, jika ada pihak-pihak yang menganggap aksi penertiban lahan  di Besipae, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), silahkan lihat di lapangan.

    Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Laiskodat dalam acara coffee morning dengan awak media di Kupang, Jumat (28/8/2020)

    Ia juga mempersilahkan pihak-pihak yang tidak setuju untuk menempuh jalur hukum. “Penertiban itu, ada langkah-langkahnya. Itu biasa. Yang tidak setuju, silahkan proses hukum,” tandasnya.

    Ia menjelaskan, awalnya tidak mengetahui adanya lahan di Besipae, hingga didatangani para Usif dari Besipae. 

    “Awalnya saya menduga itu adalah Usif palsu, maka saya minta agar dicek, apakah benar nama-nama itu adalah usif. Dan setelah dilakukan pengecekan, benar mereka adalah raja yang menyerahkan tanah ke kita (Pemprov NTT,red),” katanya.

    Saat didatangi para usif itu, sambungnya, mereka mengeluhkan lahan yang telah diserahkan ke pemerintah provinsi itu kosong atau tidak dikelola, sehingga marak pencurian disana. Sapi mereka hilang, ayam-ayam diambil, kayu diambil dan segala macam. 

    Ia mengatakan, secara adat tanah yang diserahkan seluas 6.000 hektare (Ha), namun setelah dilakukan pengukuran hanya 3.780 ha. Mereka juga melaporkan ada orang yang mau duduki lahan itu, maka ia meminta siapkan lahan bagi mereka untuk bercocok tanam disitu, tidak boleh merusak tempat itu.

    “Kita buat lahan itu untuk kesejahteraan masyarakat. Khususnya para usif yang punya tanah disitu,” tegasnya.

    Karena itu, dia meminta agar lahan itu ditanami kelor, porang untuk pertanian, dan peternakan, sepeti sapi, kambing, babi. Untuk pariwisata, akan dibangun SPBU, restoran, tempat jualan masyarakat, seperti tenun, sehingga tempat itu, bisa menjadi pusat ekonomi baru.

    “Kita sudah minta ijin untuk bangun Pom bensin disitu. Semoga secepatnya, minggu ini sudah bisa dibangun. Kita bangun terus,”ujarnya.

    Ia menuturkan, jika raja yang mendatanginya palsu, maka dirinya tidak terlibat, bahkan gagal. Karena itu, ia mendatangi masyarakat di Besipae guna menghindari konflik sosial disana. “Saya datang sendiri, minta baik-baik kepada masyarakat,” katanya. 

    Setelah itu, ia meminta para kepala dinas pertanian, kehutanan, lingkungan hidup, peternakan dan aset untuk terlibat disana.
    “Siapkan tempat bagi mereka, bantu mereka, kasih pindah dari kawasan hutan. Siapkan mereka dan ajak mereka keluar.

    Tapi. katanya, ada yang masih demo. Malam pulang, pagi demo lagi. Kami tidak melarang untuk demo. Tapi tempat itu tidak boleh diganggu, karena tempat itu, kita bangun atas permintaan dari mereka yang memberikan tanah kepada pemerintah.

    Dia mengakui ini kesalahan pemerintah selama ini, harusnya tanah yang diserahkan, pemerintah wajib membuat masyarakat sejahtera.***

     

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.